Rabu, 09 Oktober 2013

Bolu Kukus Mekar


Rekomendasi :
Bolu Kukus Mekar merupakan resep kue yang gampang-gampang susah untuk membuatnya. Banyak yang berhasil namun tidak sedikit juga yang mengalami kegagalan dikarenakan bolu kukusnya tidak mekar. Sebelumnya Dapur Cantik pernah menyajikan Bolu Kukus Non-Mekar. Bolu Kukus Mekar ini cocok untuk dijadikan sebagai teman minum teh.

Minggu, 06 Oktober 2013

Tempe Crispy


Rekomendasi :
Tempe Crispy rasanya kering, renyah dan gurih. Bisa disajikan sebagai menu santapan sehari-hari atau cemilan, bisa juga untuk bekal anak sekolah. Paling enak jika disantap selagi masih hangat dengan saus sambal. Tempe Crispy ini sangat mudah untuk dimasak dan hemat waktu. Silakan dicoba!

Selasa, 01 Oktober 2013

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)



Lagi-lagi postingan telat. Donat labu kuning ini saya buat sekitar 2 minggu yang lalu, sebelum liburan Chuseok di Korea. Di kulkas masih ada setengah bagian hobak (bahasa Korea untuk labu) dan sudah menganggur cukup lama, daripada keburu rusak akhirnya dieksekusi menjadi donat. Labu kuning yang saya pakai adalah jenis labu kuning kecil yang kulit luarnya berwarna hijau tua (seperti labu kabocha Jepang). Teksturnya lembek bila sudah dikukus. Ada juga labu kuning yang ukuran besar, yang kulit luarnya berwarna orange kusam atau orange cerah, labu jenis ini lebih legit bila dikukus dan tidak lembek.

Labu kuning langsung saya potong menjadi beberapa bagian, kemudian dikukus sampai semua bagian empuk. Kemudian dikeruk dengan sendok dagingnya dan dihaluskan. Sewaktu saya timbang, berat daging labunya tanpa kulit dapat kurang lebih 150 gram setelah dikukus. Oke, cukup lah untuk basis terigu sekitar 250 gram pikir saya. Langsung siapkan bahan-bahan yang lain. Tapi setelah saya uleni, saya merasa adonan terlalu lengket padahal penggunaan air sudah sedikit, mungkin karena penggunaan labu kuning yang bertekstur lembek ini. Akhirnya saya siapkan lagi terigu 50 gram, lalu saya tambahkan dulu setengahnya dan diuleni lagi, lumayan berkurang lengketnya. Kemudian saya masukkan lagi sisanya yang 25 gram tadi dan diuleni kembali dan adonan sudah pas 'feel'-nya ketika disentuh tangan. Jadi saya totalkan penggunaan terigu adalah 300 gram untuk 150 gram labu kuning kukus yang saya pakai.

Membuat donat ini tanpa cetakan, karena malas menggilas-gilas dan juga tidak punya cetakan donat. Jika mau bisa saja dicetak dengan mulut gelas, lalu tengahnya dilubangi pakai mulut botol air mineral. Tapi lagi-lagi saya malas, jadi adonan langsung saya bagi saja, ditimbang masing-masing sekitar 30 gram atau jika mau agak besar bisa ditimbang 40-50 gram (tapi makan satu juga jadi kenyang banget kalau besar, hehee...). Lalu saat mau digoreng dilubangi dengan menggunakan sumpit kayu, saat adonan digoreng lubang diputar-putar dengan sumpit kayu hingga terbentuk lubang bulat di tengah. Donatnya montok dan empuuukkk... Sudah 2-3 hari pun masih empuk asal disimpan di wadah kedap udara. Bisa dihangatkan kembali sebentar di microwave atau oven yang sudah dipanaskan.

Berhubung kemarin saat bikin langsung timbang-timbang, saya tidak mencatat berapa takaran bahan-bahan yang saya pakai waktu membuatnya. Setelah beberapa hari karena khawatir lupa kemudian saya catat di notepad HP saya. Qadarullah, HP saya mati karena masuk ke dalam mesin cuci tanpa disadari dan baru ketahuan saat mesin sudah selesai mencuci, saat mengeluarkan cucian dari mesin HP saya sedang duduk manis di dalam mesin cuci sudah bersih dan wangi, hikssss... Sempat sedih sekali, tapi ya memang sudah takdir HP-nya harus begitu kali ya. Maaf jadi curcol deh... :') . Sekilas info saja, abaikan bila tak penting, heheee...
Okay, kembali lagi ke masalah perdonatan, akhirnya saya berusaha mengingat kembali takaran-takaran resepnya dan kemudian saya catat di buku catatan agar nanti bisa saya praktekkan kembali. Sekarang saya tulis di blog mumpung lagi ada waktu dan semangat. Tapi kalau sekarang sih sudah hafal resepnya insya Allah, hihiii... Catatan saja, bahwa jenis labu kuning yang kita pakai mungkin akan berbeda-beda teksturnya. Jadi mungkin bisa dilakukan penyesuaian takaran terutama untuk jumlah cairan dan jumlah telur yang dipakai ya... Saya menggunakan labu kuning kecil yang berkulit hijau tua (seperti labu kabocha Jepang) yang teksturnya lembek setelah dikukus.





Here's the recipe...

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)
by Ricke Indriani

Bahan:
150 gram labu kuning kukus (berat setelah dikukus tanpa kulit), haluskan
200 gram terigu protein tinggi/bread flour
100 gram terigu protein sedang/all purpose flour
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur
50 ml susu cair dingin, sesuaikan dengan keadaan tepung (bisa lebih sedikit atau lebih banyak)
30 gram butter/margarine
1/2 sdt garam

Minyak goreng untuk menggoreng donat
Gula halus untuk taburan donat atau topping sesuai selera





Cara membuat:
1. Campurkan terigu, susu bubuk, ragi instant, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur, labu kuning dan vanilla, campurkan aduk merata. Masukkan susu cair dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket dan tidak lembek). Hentikan penambahan susu cair jika adonan dirasa sudah kalis.
2. Masukkan butter/margarine dan garam, uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke talenan kayu atau alas kerja yang ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis dan elastis, permukaan adonan mulus dan licin. Bulatkan adonan, masukkan ke wadah/baskom. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 20-30 menit.
3. Kempiskan adonan, uleni kembali sebentar agar licin kembali. Timbang adonan masing-masing 30 gram (atau sesuai selera beratnya). Bulatkan kemudian pipihkan masing-masing adonan, letakkan di loyang yang ditabur terigu tipis. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dengan plastik wrap agar adonan tidak kering. Diamkan 15-20 menit.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, kemudian kecilkan api. Lubangi bagian tengah donat menggunakan sumpit, lalu goreng sambil diputar-putar tengahnya menggunakan sumpit hingga terbentuk lubang bulat. Goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan, lalu balik dan goreng kembali hingga sisi satunya kuning kecoklatan juga. Cukup dibalik satu kali saja.
5. Angkat dan tiriskan. Nikmati dengan taburan gula halus atau beri topping sesuai selera.

Note: Kondisi tepung dan jenis labu kuning yang dipakai bisa berbeda-beda kadar airnya, jadi sesuaikan jumlah susu cair yang ditambahkan ke dalam adonan. Tuang sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan susu cair bila dirasa adonan sudah kalis/tidak lengket.





Saya sekeluarga lebih suka menikmatinya dengan taburan gula halus saja, atau malah dimakan plain begitu saja. Karena donat ini empuk tapi mengenyangkan. Tapi jika ingin menambahkan aneka topping seperti coklat, keju, dan sebagainya silahkan sesuai selera ya. Terkadang Nadhifa juga suka ingin donatnya diberi topping keju atau meisses coklat :)

Selamat mencoba ya. Salam donat ;)

Senin, 30 September 2013

Belimbing Wuluh


Belimbing wuluh yang dikenal juga dengan nama belimbing sayur ini masih banyak yang belum kenal. Belimbing wuluh memang jarang dijual di pasar tradisional ataupun supermarket. Belimbing wuluh dapat ditemui di pekarangan-pekarangan rumah.

Belimbing wuluh berasal dari kepulauan Maluku, menurut wikipedia. Berwarna hijau dan berbentuk bulat lonjong. Rasanya sangat asam, karenanya sering dipakai

CILOK (ACI DICOLOK)



Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.

Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^

Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...




CILOK
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus

Isi sesuai selera, atau tanpa isi

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.




Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)

Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis

Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.

Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D

Selamat mencoba ^_^

Minggu, 29 September 2013

Tempe Pedas Lada Hitam


Rekomendasi :
Tempe Pedas Lada Hitam sangat mudah dan cepat untuk disajikan sebagai menu masakan Anda hari ini. Dimasak menggunakan sambal balado ala DC dan dipadukan dengan lada hitam bubuk. Serta ditambahkan dengan saus tiram, rasanya menjadi lebih kompleks. Tempe Pedas Lada Hitam ini sangat nikmat jika disantap selagi hangat. Yuk cobain!