Tampilkan postingan dengan label Bread. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bread. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)



Lagi-lagi postingan telat. Donat labu kuning ini saya buat sekitar 2 minggu yang lalu, sebelum liburan Chuseok di Korea. Di kulkas masih ada setengah bagian hobak (bahasa Korea untuk labu) dan sudah menganggur cukup lama, daripada keburu rusak akhirnya dieksekusi menjadi donat. Labu kuning yang saya pakai adalah jenis labu kuning kecil yang kulit luarnya berwarna hijau tua (seperti labu kabocha Jepang). Teksturnya lembek bila sudah dikukus. Ada juga labu kuning yang ukuran besar, yang kulit luarnya berwarna orange kusam atau orange cerah, labu jenis ini lebih legit bila dikukus dan tidak lembek.

Labu kuning langsung saya potong menjadi beberapa bagian, kemudian dikukus sampai semua bagian empuk. Kemudian dikeruk dengan sendok dagingnya dan dihaluskan. Sewaktu saya timbang, berat daging labunya tanpa kulit dapat kurang lebih 150 gram setelah dikukus. Oke, cukup lah untuk basis terigu sekitar 250 gram pikir saya. Langsung siapkan bahan-bahan yang lain. Tapi setelah saya uleni, saya merasa adonan terlalu lengket padahal penggunaan air sudah sedikit, mungkin karena penggunaan labu kuning yang bertekstur lembek ini. Akhirnya saya siapkan lagi terigu 50 gram, lalu saya tambahkan dulu setengahnya dan diuleni lagi, lumayan berkurang lengketnya. Kemudian saya masukkan lagi sisanya yang 25 gram tadi dan diuleni kembali dan adonan sudah pas 'feel'-nya ketika disentuh tangan. Jadi saya totalkan penggunaan terigu adalah 300 gram untuk 150 gram labu kuning kukus yang saya pakai.

Membuat donat ini tanpa cetakan, karena malas menggilas-gilas dan juga tidak punya cetakan donat. Jika mau bisa saja dicetak dengan mulut gelas, lalu tengahnya dilubangi pakai mulut botol air mineral. Tapi lagi-lagi saya malas, jadi adonan langsung saya bagi saja, ditimbang masing-masing sekitar 30 gram atau jika mau agak besar bisa ditimbang 40-50 gram (tapi makan satu juga jadi kenyang banget kalau besar, hehee...). Lalu saat mau digoreng dilubangi dengan menggunakan sumpit kayu, saat adonan digoreng lubang diputar-putar dengan sumpit kayu hingga terbentuk lubang bulat di tengah. Donatnya montok dan empuuukkk... Sudah 2-3 hari pun masih empuk asal disimpan di wadah kedap udara. Bisa dihangatkan kembali sebentar di microwave atau oven yang sudah dipanaskan.

Berhubung kemarin saat bikin langsung timbang-timbang, saya tidak mencatat berapa takaran bahan-bahan yang saya pakai waktu membuatnya. Setelah beberapa hari karena khawatir lupa kemudian saya catat di notepad HP saya. Qadarullah, HP saya mati karena masuk ke dalam mesin cuci tanpa disadari dan baru ketahuan saat mesin sudah selesai mencuci, saat mengeluarkan cucian dari mesin HP saya sedang duduk manis di dalam mesin cuci sudah bersih dan wangi, hikssss... Sempat sedih sekali, tapi ya memang sudah takdir HP-nya harus begitu kali ya. Maaf jadi curcol deh... :') . Sekilas info saja, abaikan bila tak penting, heheee...
Okay, kembali lagi ke masalah perdonatan, akhirnya saya berusaha mengingat kembali takaran-takaran resepnya dan kemudian saya catat di buku catatan agar nanti bisa saya praktekkan kembali. Sekarang saya tulis di blog mumpung lagi ada waktu dan semangat. Tapi kalau sekarang sih sudah hafal resepnya insya Allah, hihiii... Catatan saja, bahwa jenis labu kuning yang kita pakai mungkin akan berbeda-beda teksturnya. Jadi mungkin bisa dilakukan penyesuaian takaran terutama untuk jumlah cairan dan jumlah telur yang dipakai ya... Saya menggunakan labu kuning kecil yang berkulit hijau tua (seperti labu kabocha Jepang) yang teksturnya lembek setelah dikukus.





Here's the recipe...

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)
by Ricke Indriani

Bahan:
150 gram labu kuning kukus (berat setelah dikukus tanpa kulit), haluskan
200 gram terigu protein tinggi/bread flour
100 gram terigu protein sedang/all purpose flour
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur
50 ml susu cair dingin, sesuaikan dengan keadaan tepung (bisa lebih sedikit atau lebih banyak)
30 gram butter/margarine
1/2 sdt garam

Minyak goreng untuk menggoreng donat
Gula halus untuk taburan donat atau topping sesuai selera





Cara membuat:
1. Campurkan terigu, susu bubuk, ragi instant, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur, labu kuning dan vanilla, campurkan aduk merata. Masukkan susu cair dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket dan tidak lembek). Hentikan penambahan susu cair jika adonan dirasa sudah kalis.
2. Masukkan butter/margarine dan garam, uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke talenan kayu atau alas kerja yang ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis dan elastis, permukaan adonan mulus dan licin. Bulatkan adonan, masukkan ke wadah/baskom. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 20-30 menit.
3. Kempiskan adonan, uleni kembali sebentar agar licin kembali. Timbang adonan masing-masing 30 gram (atau sesuai selera beratnya). Bulatkan kemudian pipihkan masing-masing adonan, letakkan di loyang yang ditabur terigu tipis. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dengan plastik wrap agar adonan tidak kering. Diamkan 15-20 menit.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, kemudian kecilkan api. Lubangi bagian tengah donat menggunakan sumpit, lalu goreng sambil diputar-putar tengahnya menggunakan sumpit hingga terbentuk lubang bulat. Goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan, lalu balik dan goreng kembali hingga sisi satunya kuning kecoklatan juga. Cukup dibalik satu kali saja.
5. Angkat dan tiriskan. Nikmati dengan taburan gula halus atau beri topping sesuai selera.

Note: Kondisi tepung dan jenis labu kuning yang dipakai bisa berbeda-beda kadar airnya, jadi sesuaikan jumlah susu cair yang ditambahkan ke dalam adonan. Tuang sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan susu cair bila dirasa adonan sudah kalis/tidak lengket.





Saya sekeluarga lebih suka menikmatinya dengan taburan gula halus saja, atau malah dimakan plain begitu saja. Karena donat ini empuk tapi mengenyangkan. Tapi jika ingin menambahkan aneka topping seperti coklat, keju, dan sebagainya silahkan sesuai selera ya. Terkadang Nadhifa juga suka ingin donatnya diberi topping keju atau meisses coklat :)

Selamat mencoba ya. Salam donat ;)

Rabu, 25 September 2013

POTATO BUNS (POTATO BREAD)



Potato buns atau potato bread ini sudah lama saya buat dan ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya sudah pernah beberapa kali membuatnya saat masih di Indonesia tapi belum pernah sekalipun saya posting di blog. Pertama kali membuatnya karena masih punya stok kentang kukus yang tersisa dari pesanan kroket kentang lalu saat ke salah satu counter bakery di mall melihat roti kasur yang bertuliskan potato bread yang bagian atasnya ada vla vanilla yang disemprotkan secara 'cross', akhirnya terinspirasi membuatnya.

Saat pertama kali membuatnya, yang terbayang adalah roti yang lembut dan empuk karena penambahan kentang. Ternyata memang betul, rotinya empuk walau tanpa penambahan bread improver apalagi bread emulsifier. Paling suka kalau membuat potato bread ini dibuat versi roti kasur, lalu diberi topping vla vanilla di atasnya. Roti ini sebenarnya plain saja tanpa isian, tapi sudah enak dan mengenyangkan. Tapi saya juga suka membuatnya dengan memberi isian, isi selai sarikaya adalah favorit saya ^_^

Potato buns kali ini sebenarnya agak sedikit over baked, karena oven saya disini agak 'ajaib', hihihiii... jadi harus pintar mengutak-atik settingan oven. Biasanya saya panaskan dulu oven 200'C, lalu setelah adonan masuk dan terlihat mengembang permukaannya montok menul-menul (halah, bahasanya menul-menul) suhu saya turunkan ke 170'C. Karena barang elektonik disini watt-nya besar-besar jadi seperti oven ini cepat sekali panasnya, kalau memanggang tidak diperhatikan bisa-bisa gosong ditambah oven saya yang imut-imut, hehee... Begitu pula dengan AC ruangan, cepat sekali dinginnya. Nah, sewaktu memanggang roti ini, setelah adonan masuk lalu saya asyik mengerjakan yang lain. Sempat memandikan Dhifa segala, hasilnya lupaaaa kalau sedang memanggang roti. Begitu dilihat ke oven, rotinya sudah coklat banget, untung gak sampai gosong, hehehee... Alhamdulillah tapi rotinya tetap empuk dan enak, hanya warnanya saja jadi eksotis :D

Catatan, kadar air kentang yang kita gunakan bisa berbeda-beda. Oleh karena itu tambahkan cairan seperlunya saja dan hentikan penambahan jika dirasa adonan sudah pas lembutnya. Adonan awal memang akan sedikit lembek dan lengket karena penggunaan kentang, tapi setelah diuleni sampai kalis elastis nanti adonan akan licin. Taburi permukaan meja atau alas kerja dengan sedikit terigu agar memudahkan proses pengulenan. Sebaiknya kentang dihaluskan sampai benar-benar halus sekali agar tidak ada gerindilan kasar dalam adonan. Memanggang roti oven harus sudah benar-benar panas, kenali karakter oven masing-masing dan ketahui settingan suhu yang pas, namun pada umumnya memanggang roti menggunakan suhu kisaran 180'C-200'C.

Berikut ini resepnya ya...




POTATO BUNS
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
6 gr ragi instan
65 gr gula pasir
10 gr susu bubuk full cream
1 sdt vanilla (optional)
2 kuning telur
100 gram kentang kukus, haluskan
125 ml air es (atau susu cair dingin)
1/2 sdt garam
35 gram mentega/margarine

Polesan:
Susu cair

Topping:
Vla vanilla siap pakai (jika tidak ada atau malas membuat, silahkan diskip)

Isi:
Sesuai selera

Cara membuat:
1. Campur terigu, ragi instant, gula pasir, dan susu bubuk. Aduk rata.
2. Masukkan vanilla, kuning telur dan kentang sambil diaduk rata. Tuangi air es (atau susu cair dingin) sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan kalis (tidak lengket). Hentikan penambahan cairan jika adonan sudah kalis.
3. Masukkan garam dan mentega/margarine. Uleni kembali sampai kalis dan elastis, permukaan adonan mulus.
4. Bulatkan adonan, tempatkan dalam wadah. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga mengembang 2x lipat volumenya. 45 menit hingga 1 jam tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar agar mulus dan elastis kembali. Bagi adonan menjadi 16 bagian sama rata. Bulatkan adonan, diamkan 10 menit. Pipihkan dan isi dengan isian sesuai selera, atau bisa juga tanpa diisi. Bulatkan kembali adonan. Letakkan berjejer dalam loyang kotak berukuran 22x22x7 cm. Tutup dengan plastik wrap, diamkan kembali hingga mengembang, 30 menit.
6. Panaskan oven 180-200'C (oven harus sudah panas saat adonan masuk). Oles permukaan adonan dengan susu cair dan semprotkan vla vanilla di atasnya. Panggang dalam oven selama 15 menit hingga matang dan permukaannya kecoklatan. Keluarkan dari oven dan panas-panas oles permukaannya dengan margarine.




Selamat mencoba ^_^

Kamis, 05 September 2013

HOMEMADE BURGER BUNS WITH HOMEMADE FRIED FISH PATTY




Alhamdulillah, akhirnya semangat untuk menulis perlahan muncul kembali, setelah sempat vakum menulis di blog karena berbagai alasan. Semoga semangatnya gak menghilang lagi ke depannya, walaupun wajar ya sesuatu itu terkadang timbul dan tenggelam (mencari pembenaran, hihihii...).

Okay, ini adalah burger ikan yang saya buat beberapa hari yang lalu. Baik burger bun (roti burger) dan patty-nya semua saya buat sendiri alias homemade. Bikinnya tanpa rencana, setelah Dhifa berangkat sekolah kok tiba-tiba kepikiran Nadhifa yang sudah beberapa kali minta dibikinkan burger, bukan minta dibelikan ya. Alhamdulillah Nadhifa sudah mengerti bahwa di Korea ini kita tidak bisa sembarangan beli makanan di luar, termasuk burger ini. Jadi saat melihat gambar burger di restoran fast food dia malah minta dibikinkan sama Bundanya, bukan minta beli. Tapi ya begitulah, Bundanya yang kadang belum semangat membuatnya, malah lebih ingin bikin kue yang lain saja, hehee... Maafkan Bunda ya sayang ^_^
Nadhifa memang suka makan burger walaupun tetap gak sering makan burger, dalam setahun mungkin bisa dhitung jari saja karena juga di Indonesia jarang sekali mampir ke restoran fast food kecuali kepepet jika sedang diluar rumah.

Setelah lihat isi kulkas, di freezer hanya ada ikan tenggiri, ikan salmon dan udang. Itupun jumlah masing-masing cuma sedikit karena sudah terpakai sebelumnya. Sedang tidak punya daging sapi maupun ayam, tadinya mau bikin burger tempe atau tahu tapi ternyata sedang tidak ada juga. Ketauan deh belum belanja :D . Ya sudah akhirnya tetap dieksekusi juga pakai bahan-bahan yang ada, digabungkan semuanya. Jadi deh fish patty dan enak lho, hehee... Mumpung lagi sudah ada niat dan semangat untuk memenuhi permintaan anak, jadi jangan ditunda-tunda langsung eksekusi ;)

Saya memakai wijen sangrai untuk taburan, karena hanya punya itu (di Korea banyak dijual wijen siap pakai yang sudah disangrai, biasanya untuk dicampurkan atau taburan masakan). Jadi warnanya agak kecoklatan hasil setelah roti dipanggang, lebih bagus pakai wijen mentah jadi warna wijennya putih kekuningan setelah roti matang, lebih cantik. Seladanya saya memakai selada bokor karena teksturnya lebih renyah, tapi jika mau menggunakan selada keriting juga oke saja, yang penting enak ya :)

Okay, here's the recipe...




BURGER BUNS (ROTI BURGER)
by Ricke Indriani

200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
25 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
125-150 ml air es/susu cair dingin (sesuaikan jumlah air dengan kondisi tepung)
1/2 sdt garam
30 gram butter/margarin

Olesan:
1 putih telur (dari sisa adonan), kocok lepas
1 sdm susu cair
Aduk rata
Wijen untuk taburan




Cara membuat buns/roti:
1. Campur terigu, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air/susu cair bertahap sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup (tidak kering dan tidak juga lembek). Uleni hingga kalis.
3. Masukkan garam dan butter/margarin. Uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan ke alas kerja/meja bersih yang sudah ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis dan adonan sudah licin/mulus.
4. Bulatkan adonan. tempatkan dalam wadah dan tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga volumenya mengembang 2x lipatnya (45-60 menit) tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar hingga licin kembali. Bagi menjadi 8 bagian yang sama beratnya. Saya membuat roti burgernya tidak terlalu besar ukurannya, karena biar pas untuk sekali makan Nadhifa dan buat porsi saya juga pas, hehee... Jika mau lebih besar bisa dibagi menjadi 6 bagian.
6. Bulatkan masing-masing adonan, kemudian pipihkan. Tata di loyang yang sudah dioles mentega. Diamkan kembali hingga mengembang (30-45 menit). Poles dengan bahan polesan, taburi wijen.
7. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 190-200'C selama 15 menit hingga matang kecoklatan permukaannya. Angkat dan dinginkan.



FRIED FISH PATTY
by Ricke Indriani

200 gram filet ikan tenggiri/kakap/salmon (kemarin saya pakai tenggiri dan salmon)
100 gram udang kupas
1 siung bawang putih, haluskan
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdm tepung roti/panir halus
1/2 sdm tepung sagu/tapioka
1 batang daun bawang, iris halus

Pelapis:
Tepung maizena
1 buah putih telur, kocok lepas
Tepung roti/panir kasar

Minyak untuk menggoreng deep fry.

Cara membuat:
1. Haluskan ikan dan udang. Masukkan bawang putih, garam, merica bubuk, gula pasir dan telur. Aduk rata.
2. Masukkan tepung roti/panir dan tepungs sagu/tapioka, aduk rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
3. Bagi menjadi 8 bagian (atau sesuai jumlah rotinya). Bentuk bulat dan pipihkan sesuai diameter roti.
4. Gulingkan ke tepung maizena. Celup ke putih telur. Balut dengan tepung panir. Lakukan sampai semua adonan habis.
5. Masukkan ke freezer 30 menit agar panir lebih merekat dengan baik.
6. Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sedang agar matang sempurna. Angkat dan tiriskan.

Pelengkap:
Mayonaise
Saus tomat dan saus sambal
Selada/lettuce
Timun
Tomat
Keju lembaran (saya tidak pakai)



Penyelesaian:
Belah dua roti, bisa langsung diberi isi. Atau setelah dibelah dua dipanggang dulu sebentar sisi bagian dalam roti di atas wajan datar yang diberi sedikit butter sampai kecoklatan dan agak crispy.
Tata bahan isi.




Alhamdulillah, Nadhifa senang sekali saat pulang sekolah (dijemput Abinya) sampai rumah lihat roti burger. Langsung setelah cuci tangan minta dibikinkan (diberi isi). Saat itu juga langsung duduk dan menikmati burgernya sampai habis. Enak katanya ^_^
Abi juga bawa ke lab kampus dan berbagi dengan temannya. Mereka sampai tidak percaya kalau dari roti sampai patty-nya semua homemade. Enak banget kata mereka. Terbayar deh capeknya nguprek di dapur :)

Selamat mencoba ya ^_^

Rabu, 29 Mei 2013

HOMEMADE STRAWBERRY JAM (SELAI STRAWBERRY)



Kalau kemarin posting roti tawar, kali ini posting strawberry jam alias selai strawberry yang bisa jadi teman makan roti tawar ^_^

Selai strawberry ini saya buat karena ada banyak strawberry nganggur di kulkas, sebabnya kemarin ini beli strawberry 1 pack besar, Nadhifa tumben cuma mau makan sedikit, biasanya dia suka sekali strawberry dan saya sendiri tidak suka makan strawberry segar. Akhirnya dieksekusi saja jadi selai dan ternyata Nadhifa doyan banget, begitu selainya dingin dia langsung minta nyicip dan akhirnya malah keterusan makanin selai, katanya enak, hihiii...

Membuatnya sangat mudah, bahannya hanya strawberry segar, gula pasir dan air jeruk lemon. Air jeruk lemon ini fungsinya sebagai sumber pektin alami (jeruk lemon mengandung kadar pektin tinggi). Pektin adalah serat alami buah yang larut dalam air, bisa membentuk ikatan dengan gula dan asam buah membentuk 'gel'. Penambahan pektin pada pembuatan selai berfungsi sebagai pengental, jadi selai yang dihasilkan akan lebih cepat mengental dan rendemen (hasil) yg didapatkan lebih tinggi, juga mempersingkat waktu pemasakan sehingga selai tidak banyak kehilangan rasa dan aroma aslinya. Pada pembuatan selai komersial biasanya digunakan pektin dalam bentuk bubuk/serbuk, jika membuat selai di rumah maka kita bisa menggunakan perasan air jeruk lemon sebagai pektin alami. Air jeruk lemon juga memberikan rasa asam yang lebih segar pada selai.

Yuk dicoba membuat selai strawberry sendiri, lebih sehat karena tidak memakai pengawet dan juga tidak perlu memakai tambahan lain seperti pewarna, perisa dan penambah aroma. Membuatnya pun mudah.





Homemade Strawberry Jam
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram strawberry segar yang sudah dibuang bagian daun buahnya (berat bersih), cuci bersih dan tiriskan
300 gram gula pasir (bila strawberry yang digunakan asam sekali, bisa ditambahkan gulanya hingga 400 gram)
1 buah jeruk lemon, peras airnya

Cara membuat:
1. Siapkan botol kaca/jar sebagai wadah selai yang bertutup metal. Rebus dalam air mendidih (tujuannya untuk sterilisasi) selama kurang lebih 5 menit. Matikan api. Biarkan botol direndam air panas hingga akan digunakan.
2. Potong-potong strawberry. Masukkan ke dalam panci atau pan dan masak dengan api sedang hingga strawberry melunak dan keluar airnya. Biarkan mendidih sesaat.
3. Masukkan gula pasir, aduk rata. Masukkan air jeruk lemon. Masak dengan api kecil hingga gula pasir larut sambil diaduk-aduk agar bagian bawah tidak cepat gosong. Tekan-tekan potongan buah dengan punggung penganduk kayu agar potongan buah hancur. Bila menginginkan selai yang masih bertekstur, jangan menghancurkan potongan buah terlalu halus. Saat selai mulai mengental, besarkan api aduk hingga selai benar-benar mendidih sebentar saja. Matikan api.
4. Angkat botol selai dari air panas tadi, keringkan dengan tissue atau lap bersih. Panas-panas masukkan selai ke dalam botol. Tutup rapat. Jika memerlukan sterilisasi kembali botol bisa direbus kembali 5 menit setelah diisi dan pastikan tertutup rapat. Dinginkan. Simpan selai dalam kulkas setelah pemakaian agar lebih awet.





Tips:
- Basis 500 gram strawberry bersih (tanpa daun buah) menghasilkan selai 1 botol/jar ukuran standar. Jika ingin membuat lebih banyak bisa menggunakan 1 kg strawberry bersih (hasil 2 botol/jar selai).
- Jangan memasak selai sampai terlalu kental karena selai akan lebih set ketika sudah dingin
- Sesekali selai diaduk-aduk saat pemasakan untuk menghindari bagian bawah cepat gosong
- Jangan keasyikan memasak selai karena jika terlalu lama dimasak dan menjadi kaku nanti jadinya dodol, bukan selai, hihihiiii...

Senin, 27 Mei 2013

ROTI TAWAR PANDAN (PANDAN LOAF BREAD)



Ini roti pertama yang saya bikin di Korea. Sekalian uji coba oven untuk membuat roti, karena tetap walaupun resep yang sama jika memakai oven yang berbeda, bisa jadi perlakuan memanggangnya pun berbeda, entah dari suhu atau lama waktu memanggang. Alhamdulillah, akhirnya jadi juga dan hasilnya cukup memuaskan.

Mungkin tak banyak roti tawar yang aman (baca: halal) dimakan bagi Muslim di Korea. Walaupun kalau tidak salah ada brand roti tawar yang halal dimakan untuk Muslim (berdasarkan mengecek bahan-bahan yang digunakan, karena produk asli Korea jarang sekali yang ada logo halal). Di Korea, sebagai Muslim kita harus punya kesabaran ekstra bila membeli produk makanan atau bahan makanan, karena harus membaca satu persatu deretan ‘ingredients’ yang tertera di kemasan (dalam tulisan Hangeul), yang terkadang walaupun bisa membaca tulisannya tapi sering tidak mengerti artinya, terutama untuk saya yang baru di Korea. Suami saya malah punya catatan kecil yang disimpan di dompet, berisi beberapa nama bahan yang tidak halal dan halal dalam tulisan Korea beserta artinya, bisa dilihat sewaktu-waktu kalau belanja, hihihiii…
Kalau di Indonesia, mungkin hampir semua brand roti tawar sudah ada label halalnya. Tapi tidak ada salahnya membuat roti sendiri, karena jika membuat roti sendiri (homemade) kita tentu tidak akan memakai bahan tambahan makanan yang macam-macam, misalnya pengawet, dsb.




Di negara yang tidak memperhatikan halalitas produk seperti Korea ini, jika membeli produk kue dan roti ada beberapa bahan yang perlu diperhatikan diantaranya:
- Shortening. Apakah yang digunakan adalah vegetable shortening yang berasal dari tumbuhan, atau shortening dari hewani. Vegetable shortening insyaAllah halal untuk dikonsumsi. Shortening dari hewani jika dari babi tentu tidak boleh dimakan bagi Muslim, jika dari hewan lain juga kita tidak tahu apakah hewan tersebut diproses (sembelih) secara syar’i atau tidak. Jadi jika menemukan produk yang menggunakan shortening hewani sebaiknya kita hindari saja.
- Emulsifier. Bahasannya sama dengan shortening, apakah terbuat dari tumbuhan/vegetable emulsifier atau dari hewani.
- Butter/mentega. Pada dasarnya butter/mentega dibuat dari krim susu yang dipisahkan antara padatan dan cairannya dengan cara pengadukan yang kontinyu (churning). Setelah padatan butter didapatkan, kemudian diproses lebih lanjut untuk mendapatkan butter/mentega berkualitas. Sampai sini insyaAllah tidak ada bahan yang tidak halal untuk dikonsumsi. Namun beberapa produk butter mengalami proses lanjutan untuk mendapatkan aroma dan rasa yang lebih kuat, biasanya diproses fermentasi dengan bakteri asam laktat yang sumber media tumbuhnya kita tidak tahu dari mana (diragukan/syubhat).
- Pengembang kue. Bahan pengembang kue diantaranya yang sering dipakai adalah soda kue/baking soda (bicarbonate of soda), baking powder dan cream of tar tar. Cream of tar tar biasanya dibuat dari hasil samping industri minuman keras/khamar, berupa garam potassium dan asam tartarat. Sesuatu yang berasal dari khamar statusnya tidak halal untuk dikonsumsi. Cream of tar tar ini biasanya dipakai untuk menstabilkan kocokan putih telur dalam pembuatan kue agar mengembang dengan baik, juga digunakan dalam pembuatan beberapa cookies untuk memberikan tekstur dan aroma asam yang lebih khas.
- Gelatin. Gelatin terbuat dari tulang dan jaringan kulit hewan, bisa terbuat dari babi, sapi, atau ikan. Jika dari babi tentu haram untuk Muslim, jika terbuat dari sapi statusnya masih diragukan (syubhat) karena tidak tahu apakah terbuat dari sapi yang disembelih secara syar’i atau tidak, jika dari ikan insyaAllah halal untuk dikonsumsi. Di negara seperti Korea ini sangat besar kemungkinan penggunaan gelatin yang tidak halal.
- Keju. Sebagian besar keju diproses dengan menggunakan enzim rennet yang diperoleh dari organ pencernaan binatang. Tentu hal ini kritis sekali karena bisa jadi berasal dari rennet hewan yang tidak halal bagi Muslim. Akan tetapi seiring teknologi, sekarang sudah ada beberapa produsen keju yang menggunakan enzim microbial yang diekstrak dari tumbuhan atau ‘non animal rennet’. Keju jenis ini biasanya disebut ‘vegetarian cheese’ yang bisa dikonsumsi oleh para vegetarian. Ada juga keju yang berlabel halal misalnya keju yang berasal dari Australia atau New Zealand dan juga Amerika. Jika membuat kue sendiri, tentu kita bisa memilih keju yang akan kita pakai. Akan tetapi jika membelinya di luar kita tidak tahu status kehalalan keju yang dipakai oleh produsen kue.
- Olahan daging. Harus berhati-hati dengan berbagai olahan daging yang dipakai dalam kue dan roti misalnya sosis, smoked beef, daging burger, bacon, dsb.

Pengantarnya kepanjangan ya? Hehee… Semoga bisa untuk bahan evaluasi diri saya sendiri dalam kehati-hatian memilih produk yang akan dikonsumsi, insyaAllah, karena saya dan keluarga pun masih belajar dalam memahami produk-produk makanan di Korea. Teman-teman yang sudah lama tinggal di Korea tentu sudah jauh lebih mengerti dari saya. Alhamdulillah saya juga sangat terbantu dengan informasi produk-produk halal dari teman-teman Imuska dan tetangga saya Mba Yuyun. Terima kasih

Resep roti tawar ini masih sama dengan resep roti tawar yang pernah saya share sebelumnya. Hanya saja saya kali ini membuatnya dengan basis 500 gram tepung, jadi hasilnya lebih banyak dan juga menambahkan pasta pandan sehingga roti menjadi berwarna hijau dan beraroma pandan. Pasta pandan-nya saya bawa dari Indonesia. You know me so well, I am pandan lover, yes I am, hehee…
Bagi yang mau mencoba membuatnya, saya tuliskan lagi resepnya. Jika ingin membuat white loaf bread tinggal hilangkan pasta pandannya saja.




ROTI TAWAR PANDAN
by Ricke Indriani

Bahan:
400 gram terigu protein tinggi
100 gram terigu protein sedang
20 gram susu bubuk
8 gram ragi instant
2 gram bread improver (optional, bisa diskip bila tak ada)
40 gram gula pasir
1 butir telur
1,5 sdt pasta pandan
250 ml susu cair dingin (bisa diganti air es) ~ tambahkan/kurangi sesuai kondisi tepung
30 gram shortening/butter/margarine
7 gram garam

Cara membuat:
1. Campur terigu, susu bubuk, ragi instant, bread improver dan gula pasir. Aduk rata.
2. Masukkan telur, pasta pandan dan susu cair dingin secara bertahap sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket pada wadah/bowl).
3. Masukkan shortening/butter/margarine dan garam, uleni lagi hingga kalis dan elastis. Jika menguleni secara manual, pindahkan adonan ke alas kerja/meja yang sudah ditaburi sedikit terigu kemudian diuleni hingga kalis elastis.
4. Tempatkan dalam wadah, tutup dengan plastic wrap atau serbet bersih yang agak lembab. Diamkan selama 30 menit-1 jam tergantung kondisi ruangan, hingga mengembang volumenya.
5. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar agar mulus kembali. Diamkan 10 menit. Gilas adonan dengan rolling pin membentuk persegi panjang, sesuaikan dengan ukuran loyang. Gulung sambil dipadatkan. Gilas dan gulung sekali lagi.
6. Tempatkan adonan pada loyang loaf ukuran panjang sekitar 23 cm yang sudah diolesi mentega. Diamkan 1 jam atau tergantung kondisi ruangan hingga mengembang. Oles permukaannya dengan susu cair. Jika memakai loyang yang bertutup pakai ukuran panjang 30 cm (biasanya loyangnya lebih tinggi) diamkan hingga mengembang 1-2 cm dari permukaan atas loyang kemudian tutup loyang tidak perlu dioles susu cair.
7. Panggang dalam oven bersuhu 190’C selama 20-25 menit hingga permukaannya kecoklatan dan matang (sesuaikan dengan oven masing-masing). Keluarkan dari loyang, panas-panas permukaannya bisa dioles dengan mentega agar mengkilat. Dinginkan roti, kemudian iris roti menggunakan pisau bergerigi (bread knife). Simpan dalam wadah kedap udara atau plastik tebal agar roti tidak cepat kering terkena udara.


(Adonan setelah proses proofing pertama)


(Adonan setelah proses proofing kedua, siap dipanggang)


Note:
- Untuk menghasilkan roti yang mengembang dengan baik dan serat rotinya lebih lembut, usahakan adonan sudah diuleni sampai kalis elastis (tanda gluten yang terbentuk sudah optimal). Jika menguleni dengan tangan setelah adonan kalis dalam wadah/baskom, pindahkan adonan ke alas kayu atau meja kerja yang ditaburi sedikit terigu dan uleni dengan gerakan seperti mencuci baju di papan penggilesan, tak perlu dibanting-banting keras. Adonan elastis bila sudah lentur saat ditarik, jika ditest sedikit adonan dipipihkan kemudian dibeberkan dengan kedua telapak tangan, adonan bisa tipis hampir transparan.
- Jika menggunakan mixer heavy duty, gunakan speed 2 untuk menguleni dengan dough hook sampai adonan kalis dan mulus. Kemudian bisa naikkan ke speed 3 atau 4 sebentar saja hingga adonan elastis. Pindahkan ke alas kayu atau meja kerja yg ditaburi sedikit terigu, uleni lagi sebentar dengan tangan. Adonan siap diproofing. Jangan menggunakan speed tinggi dalam menguleni adonan roti karena akan menyebabkan mesin mixer cepat panas dan bisa saja akan merusak kinerja mixer.

Happy baking :)

Selasa, 19 Maret 2013

HOMEMADE MEXICAN BUNS (COFFEE BUNS)


Postingannya roti lagi. Dan tentunya postingan telat lagi karena saya sekarang sedang off baking, hehee... Ini dibuat beberapa waktu yang lalu. Sedang mood aja membuat roti, biasanya saya agak-agak malas membuat roti. Alasannya terutama karena prosesnya yg memakan waktu cukup lama (menunggu proses proofingnya).

Nadhifa suka sekali sama mexican buns ini, kalau jalan ke mall dan dia melihat salah satu counter roti ini pasti dia merajuk minta beli, hehehe... Suami yang penggemar kue-kue beraroma kopi juga suka dengan roti yang satu ini. Waktu roti ini keluar fresh from the oven, sudah ada customer cilik yang menunggu dengan sumringah, hihihiiii... Bahkan gak sabar melihat bundanya lagi memproses adonannya, lama ya nak nunggunya. Alhamdulillah Nadhifa suka sekali 'Roti Boy wanna be' buatan Bundanya ini ^_^

Roti ini pada dasarnya adalah roti manis yang diberi topping beraroma kopi. Biasanya isiannya adalah melted butter. Tapi bisa disesuaikan dengan selera saja, mau diisi coklat, keju, sarikaya, dsb juga oke saja. Kali ini saya hanya memakai isi melted butter saja. Resep basic rotinya menggunakan resep soft bread NCC yang saya modifikasi sedikit di penggunaan terigunya (saya campur dengan terigu protein sedang) dan juga menambahkan susu bubuk ke dalam resep. Saya hanya membuat 1/2 resep saja, yaitu menggunakan basis 250 gram terigu, karena untuk dimakan sendiri saja. Lumayan hasilnya 11 buah dengan berat masing-masing sekitar 40 gram, atau 9 buah buah jika berat 50 gram.
Toppingnya saya kreasikan sendiri menggunakan air kopi dan pasta coffee moca. Sebenarnya ada essence yang bisa membuat wanginya lebih nendang lagi, dulu sekali saya pernah mencoba memakainya. Tetapi setelah paham bahwa essence mengandung alkohol sebagai pelarutnya (isopropanol/isopropil alkohol), saya tidak pernah memakainya lagi. Halal ingredients come first :)






MEXICANS BUNS (COFFEE BUNS)
by Ricke Indriani
Hasil 9-11 buah

Roti (Soft bread NCC by Fatmah Bahalwan, modified by Ricke):
200 gram terigu protein tinggi (bread flour)
50 gram terigu protein sedang (all purpose flour)
10 gram susu bubuk
1/4 sdt vanilla susu (untuk penambah aroma)
50 gram gula pasir
6 gram ragi instant
1/4 sdt bread improver (optional, skip bila tak ada)
2 kuning telur, kocok lepas
100 ml air es
50 gram mentega (unsalted butter)
1/4 sdt garam

Filling:
Salted butter (mentega asin), dingin. Potong dadu @10 gram

Topping (by Ricke):
50 gram mentega (unsalted butter)
50 gram gula halus
1 butir telur
60 gram terigu protein rendah
15 gram susu bubuk
1 sdt kopi instant hitam, larutkan dengan 1 sdm air panas, dinginkan
1/2 sdt pasta coffee moca

Cara membuat:
1. Campur terigu, susu bubuk, vanilla susu, gula pasir, ragi instant dan bread improver. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
3. Masukkan mentega dan garam. Uleni kembali hingga kalis dan elastis. Adonan mulus, licin dan bila direnggangkan tipis tidak mudah sobek. Bulatkan adonan. Taruh dalam bowl/wadah yg diolesi sedikit minyak. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan sekitar 45-60 menit untuk proses fermentasi (proofing 1) hingga mengembang ukurannya menjadi 2x lipat.
4. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar. Bagi adonan menjadi 9-11 bagian sama beratnya (40-50 gram). Diamkan lagi 10 menit. Pipihkan adonan, beri isian salted butter (mentega asin). Rapatkan dan bulatkan. Tata dalam loyang yang diolesi mentega tipis. Diamkan 30-40 menit untuk proses fermentasi (prrofing 2) hingga mengembang.
5. Sambil menunggu proses proofing. Buat adonan topping. Kocok mentega dan gula halus hingga benar2 lembut. Masukkan telur, kocok rata. Masukkan terigu dan susu bubuk. Aduk rata. Masukkan air kopi dan pasta coffee moca. Aduk rata. Masukkan ke dalam kantong segitiga/piping bag. Simpan dalam kulkas hingga akan dipakai.
6. Panaskan oven 200'C (oven sudah dalam keadaan panas ketika adonan roti masuk).
7. Setelah proofing 2, semprotkan topping melingkar sampai 3/4 permukaan adonan. Panggang dalam oven 200'C selama 12 menit hingga permukaan topping mengering. Angkat. Sajikan hangat lebih nikmat.
8. Jika ada sisa, simpan roti dalam wadah tertutup (roti sudah dingin). Jika akan dinikmati, bisa dihangatkan kembali dalam oven selama 2-3 menit.


(Adonan setelah mengembang pada proses proofing 1)


(Pemberian topping)


(Siap dipanggang, ready to bake)


(Fresh from the oven)


Note:
- Apabila menguleni manual/menggunakan tangan. Setelah mentega dan garam masuk dan diuleni hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke atas permukaan meja yang ditaburi tipis dengan terigu. Uleni dengan gerakan seperti orang mengucek baju di papan penggilasan. Uleni hingga kalis, mulus dan elastis. Tentu akan memakan waktu lebih lama ketimbang diuleni dengan mixer (tidak bisa pakai mixer rumahan biasa).
- Lamanya waktu proofing tergantung dari suhu ruangan tempat membuat adonan.
- Jika di negara yang sedang mengalami musim dingin, gunakan air biasa saja atau air sedikit hangat, tidak perlu air es.
- Setelah diberi isi, rapatkan dan bulatkan hingga benar-benar rapat agar isian tidak bocor saat dipanggang.

Selamat mencoba. Happy baking! ^_^

Minggu, 17 Maret 2013

ROTI TAWAR (LOAF BREAD/WHITE SANDWICH BREAD)


Mencoba untuk mengumpulkan semangat untuk update blog lagi, di tengah-tengah persiapan kepindahan nanti. Saya membuat roti tawar ini sudah cukup lama, tapi baru sempat saya upload dan posting sekarang. *huuffttt...foto-foto kue menumpuk di laptop tak terjaman :(
Resep yang saya buat ini menggunakan loyang loaf ukuran tidak terlalu besar, yaitu ukuran panjang 22 cm, lebar dan tinggi sekitar 10 atau 11 cm. Basenya hanya 250 gram tepung terigu. Jika ingin membuat ukuran lebih besar bisa membuat dengan loyang loaf ukuran panjang 30 cm, lebar dan tinggi sekitar 13 cm dengan base 500 gram tepung terigu (2x resep yang saya tulis ini).

Biasanya kita jarang membuat roti tawar, karena mungkin mudah didapat dan dipandang tidak terlalu istimewa. Berbeda dengan roti manis atau donat yang lebih menarik untuk dicoba. Tetapi tidak ada salahnya kita mencoba membuat roti tawar sendiri. Dengan bahan-bahan pilihan, tanpa pengawet dan juga bisa dimakan fresh from the oven ;)
Setelah selesai membuat roti tawar ini kami membuat roti bakar coklat keju, hmmm...nyammm nyammm... ^_^



ROTI TAWAR (LOAF BREAD)
Make 1 loaf size 22x10x10 cm
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram terigu protein tinggi (bread flour)
50 gram terigu protein sedang (all purpose flour)
3 gram ragi instant
20 gram gula pasir
10 gram susu bubuk
1 butir telur, kocok lepas
125 ml susu cair dingin (atau air es) ~ jumlah penggunaan tergantung kondisi tepung terigu yg dipakai, bisa lebih sedikit atau lebih banyak
25 gram butter (bisa juga menggunakan mentega putih/shortening)
3 gram garam halus

Cara membuat:
1. Campurkan bahan kering yaitu terigu, ragi instant, susu bubuk dan gula pasir. Aduk rata.
2. Masukkan telur dan susu cair dingin/air es sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup bisa diuleni. Uleni hingga kalis.
3. Masukkan butter/mentega putih dan garam. Uleni lagi hingga kalis (mulus) dan elastis.
4. Pindahkan adonan ke atas permukaan meja bersih yg dtaburi sedikit terigu. Uleni lagi sebentar. Bulatkan adonan. Simpan dalam wadah besar yg diolesi sedikit mentega/minyak. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan selama 1 jam untuk proses fermentasi (proofing 1) atau sampai mengembang 2x lipat (lamanya tergantung kondisi ruangan).
5. Kempeskan adonan, pindahkan lagi ke permukaan meja yang diberi sedikit terigu. Uleni lagi sebentar saja. Bagi adonan menjadi 4 bagian sama rata (ditimbang) dan bulatkan. Diamkan 10 menit.
6. Gilas tipiskan masing-masing adonan. Gulung sambil dirapatkan. Lakukan sekali lagi (tipiskan dan gulung lagi). Lakukan hal yang sama pada semua adonan.
7. Tata berjejer di dalam loyang yang telah diolesi mentega. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 50-60 menit untuk proses fermentasi (proofing 2) hingga mengembang. Saya menggunakan loyang yang ada tutupnya. Saat sudah mengembang dan menyisakan space sekitar 1 cm dari tinggi loyang, tutup loyang. Sambil menunggu panaskan oven.
8. Panggang dalam oven bersuhu 170-180'C selama 20-25 menit sampai matang.
9. Keluarkan dari loyang, dinginkan. Iris dengan ketebalan sekitar 1 cm sesuai selera. Simpan dalam wadah tertutup atau plastik tebal agar roti tidak cepat kering karena terkena udara. Siap disantap.


(Adonan setelah proofing 1)

(Adonan setelah proofing 2)

(Setelah dipanggang fresh from the oven)


Note:
- Uleni sampai kalis elastis untuk menghasilkan serat roti yg halus. Adonan mulus dan jika sedikit adonan diambil kemudian ditipiskan dan dibentangkan sampai tipis sekali tidak mudah sobek, berarti sudah selesai.
- Jika menggunakan loyang tanpa tutup, diamkan hingga mengembang hingga mencapai bagian atas loyang, bisa dioles dengan susu cair sebelum dipanngang.

Selamat mencoba. Happy baking ^_^

Sabtu, 12 November 2011

STEP BY STEP: CATERPILLAR BREAD



Banyak teman-teman yang tanya bagaimana caranya membentuk si caterpillar bread yang saya buat untuk PR LB#10 kemarin. Dinamakan caterpillar bread mungkin karena bentuknya mirip ulat bulu, what??? Ulat bulu??!! >__< Heheheee, tenang aja, rasanya gak seburuk namanya kok :D Tapi apa iya ya mirip ulat bulu? Aaahhh whatever lah ya, apalah arti sebuah nama, qiqiqiiiii.... Penampakannya mirip seperti mini pizza, dengan topping sosis, saus tomat dan keju mozarella. Resepnya ada disini.

Ini dia step by stepnya...

1. Setelah adonan diproofing pertama hingga mengembang 2x lipat volumenya. Kemudian dikempeskan. Uleni lagi sebentar. Kemudian bagi adonan menjadi masing-masing sekitar 60-70 gram. Agar sama sebaiknya ditimbang. Diamkan 10 menit.
Tips: Pada saat membagi adonan, sebaiknya gunakan pisau untuk memotong adonan dan membaginya.



2. Gilas adonan memanjang dengan menggunakan rolling pin hingga ketebalan 1/2 cm.



3. Letakkan satu buah sosis di atas adonan yang telah digilas tadi.



4. Lipat adonan menutupi sosis. Tekan-tekan pinggirannya agar tersambung dan menempel satu sama lain.



5. Kerat-kerat adonan yang berisi sosis menggunakan pisau menjadi beberapa keratan (kurang lebih 1 cm tiap keratan) jangan terputus.



6. Kemudian posisikan keratan-keratan tadi ke samping kanan dan kiri berselang-seling. Seperti pada gambar.



7. Lakukan hingga ke ujung keratan. Dan lakukan sampai semua adonan selesai. Satu resep dapat sekitar 16-17 pcs roti.



8. Letakkan di loyang yang sudah dipoles margarin tipis. Beri jarak yang cukup satu sama lain karena roti akan mengembang. Tutup dengan plastik/plastik wrap. Diamkan 30-45 menit untuk proses proofing kedua.



9. Poles dengan egg wash (kuning telur dicampur susu cair) atau bisa juga menggunakan susu evaporated. Beri saus tomat, keju mozarella parut, irisan daun bawang dan oregano kering bubuk.



10. Panggang dalam oven panas 190-200'C selama 15-20 menit hingga matang dan permukaannya kecoklatan. Panas-panas poles permukaannya dengan butter.



Selamat mencoba ^___^