Tampilkan postingan dengan label My Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Diary. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

PLEASE VOTE: SOSIS SOLO IN 'FOOD RECIPE CONTEST' IN SOUTH KOREA

Dear teman-teman pembaca setia blog Ordinary Kitchen ^_^
Kebetulan di Korea sedang ada kontes online di Facebook 'FOOD RECIPE CONTEST' untuk para expat (orang asing) yang tinggal di Korea dan saya mengikutsertakan resep SOSIS SOLO untuk mewakili makanan khas Indonesia :)
Mohon kesediaan teman-teman untuk membantu memberikan vote untuk foto SOSIS SOLO beserta resepnya yang ada di page event FOOD RECIPE CONTEST ini ya...

Silahkan buka/klik link berikut ini, kemudian berikan LIKE pada fotonya dan jika berkenan bisa dibagikan/share juga:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4231843134055&set=oa.612094282136632&type=1&relevant_count=1&ref=nf

Resep yang saya tulis sama dengan resep SOSIS SOLO yang saya posting di blog ini, bisa dilihat disini, hanya saja saya tulis dalam bahasa Inggris. Semoga bisa lebih memperkenalkan Indonesia dan makanan khasnya di mancanegara terutama di Korea.





Yuuukkk... Bantu dan berpartisipasi memberikan vote untuk makanan khas Indonesia, masih butuh banyak vote untuk mengejar ketertinggalan dari kontestan negara lain :)

Terima kasih. Kamsahamnida ^_^

Selasa, 04 Juni 2013

GYEONGBOKGUNG PALACE DAN SOSIS SOLO

Annyeong haseyo ^_^

Judulnya tak nyambung banget ya? Hehehee... Ya disambung-sambungin saja kalau begitu ^^ #maksa :D
Saya beri judul 'Gyeongbokgung Palace dan Sosis Solo' karena saya mau berbagi cerita sedikit tentang Gyeongbokgung Palace yang saya kunjungi waktu saya dan keluarga ke Seoul beberapa waktu yang lalu. Kami ke Seoul sebenarnya tujuan utamanya adalah memenuhi undangan dari Profeesor Lee (academic supervisor dari suami saya) untuk makan malam di sebuah family restaurant yang berada di Gangnam, Seoul. Undangan makan malam tersebut sekitar pukul 7 malam, kami sengaja berangkat lebih awal karena hendak sekalian berkunjung ke Gyeongbokgung Palace ini. Kami tiba di terminal express bus Seoul sekitar pukul 4 sore dan langsung naik subway train menuju ke Gyeongbokgung Palace. Setibanya di Gyeongbokgung kami hanya bisa mengeksplornya dengan waktu sekitar 1,5 jam saja, karena jam 6 sore istana sudah ditutup untuk umum, hanya boleh di bagian tamannya saja. Selain itu kami juga harus bersiap-siap menuju Gangnam untuk memenuhi undangan Professor.




Sekilas tentang Gyeongbokgung Palace, Gyeongbokgung sendiri artinya Istana Gyeongbok, terletak di jantung kota Seoul tepatnya di sebelah utara. Istana ini adalah istana terbesar yang dibangun Dinasti Joseon pada masa kerajaan dulu, selain istana Gyeongbok juga ada 4 istana lainnya di tempat yang berbeda.
Sebenarnya Gyeongbokgung pada awalnya merupakan komplek istana yang sangat luas, namun telah dihancurkan oleh Jepang saat invasi ke Korea pada tahun 1592-1598. Kemudian dibangun kembali pada zaman pemerintahan Raja Gojong sekitar tahun 1952 dan mendirikan komplek istana yang terdiri dari sekitar 6000-7000 ruangan. Namun saat Jepang kembali menjajah Korea pada tahun 1900-an, istana ini kembali dihancurkan hampir seluruh bangunannya kecuali 10 bangunan utamanya. Sekarang Gyeongbokgung sudah direnovasi oleh pemerintah Korea dan dibuka untuk umum.

Untuk menuju ke tempat wisata sejarah ini tidaklah sulit, dari terminal express bus antar kota di Seoul, kita bisa langsung keluar terminal dan menuju ke subway train station (stasiun kereta bawah tanah) yang berada di bawah terminal. Kemudian naik kereta di Line 3 dan turun di stasiun Gyeongbokgung. Harga tiket masuk ke Gyeongbokgung juga cukup murah, hanya 3000 won untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak. Kami tidak sempat mengeksplor seluruh bagian komplek istana karena keterbatasan waktu, tidak sempat mengunjungi Hyangwonjeong, National Palace Museum dan National Folk Museum yang ada di komplek istana ini.








Nah, mengenai si sosis solo (tetep ke soal makanan lagi, hihiii...), saya memang membuat sosis solo ini untuk bekal rekreasi kami ke Gyeongbokgung. Selain sosis solo saya juga membuat chocolate muffin tetapi tidak sempat saya potret, kami juga membawa juice jeruk dan air putih tentunya. Kebetulan di samping istana (masih di dalam komplek istana) ada taman yang asri sekali dengan danau yang berada di samping taman. Pengunjung banyak yang duduk-duduk di taman sambil beristirahat. Tapi walaupun banyak pengunjung, tak akan terlihat ada sampah bertebaran, sangat terpelihara kebersihannya. Selain karena ada petugas yang dengan sigap mengambil sampah walau hanya bungkus kecil sekalipun, juga tidak ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan :)

Balik lagi ke sosis solo, hehee... Saya memutuskan untuk membuat sosis solo ini karena ada stok daging giling halal yang saya beli di foreign mart. Biasanya jika membuat sosis solo saya menghaluskan kembali daging gilingnya menggunakan blender yang untuk daging. Namun karena saya disini belum memiliki blender (kasian deh, hihiii...) jadi saya langsung memakainya tanpa dihaluskan kembali jadi tekstur dagingnya agak kasar. But it's not a problem at all, tak merubah rasa sama sekali, tetap enak ^_^
Sosis solo merupakan salah satu jenis risoles (savory pancake roll) khas Indonesia, yaitu dari daerah Solo. Sosis solo ini biasanya diisi dengan daging giling atau ayam giling yang diberi bumbu dan dimasak, kemudian digulung, dicelup ke kocokan telur dan digoreng sampai kecoklatan. Nikmat disajikan hangat dengan cabai rawit atau saus sambal.




SOSIS SOLO
by Ricke Indriani

Bahan kulit:
300 gram terigu protein sedang/tinggi
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm gula pasir
4 buah telur ukuran besar, kocok lepas
700 ml air
3 sdm margarin, lelehkan

Bahan isi:
500 gram daging sapi giling, haluskan (atau daging ayam direbus, suwir dan haluskan)
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang halus
1 batang daun bawang, iris halus
1,5 sdt garam (atau sesuai selera)
1 sdt gula pasir
1/4 merica bubuk
1/4 ketumbar bubuk
100 ml air
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Pelapis:
1-2 butir telur, kocok lepas





Cara membuat:
1. Buat isinya: Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna. Tuang air. Masukkan garam, gula pasir, merica bubuk dan ketumbar bubuk. Aduk rata. Masak hingga airnya kering sambil sesekali diaduk. Masukkan daun bawang, masak sebentar. Matikan api. Cicipi, tambahkan bumbu jika ada yang kurang. Dinginkan.
2. Buat kulit: Campur terigu, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan telur dan tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan hand whisk sampai halus. Saring agar tidak ada gerindil kasar. Masukkan margarin leleh. Aduk rata.
3. Panaskan wajan datar anti lengket, oles sedikit dengan margarin. Tuang 1 sendok sayur, ratakan adonan dengan memutar wajan. Dadar hingga matang dan lakukan sampai adonan habis.
4. Ambil selembar kulit, beri isi daging. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.
5. Panaskan minyak untuk menggoreng, celupkan sosis solo ke kocokan telur, goreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan cabai rawit atau saus sambal.



Selamat mencoba. Salam from South Korea. Annyeonghi gyeseyo ^_^

Rabu, 22 Mei 2013

ASSALAMU'ALAIKUM... ANNYEONG HASEYO FROM SOUTH KOREA ^_^



Bismillahirrohmanirrohim...

Hallo teman-teman reader setia blog Ordinary Kitchen :). Saya mencoba untuk mengumpulkan kembali semangat untuk mengisi blog dapur ini yang rasanya sudah lama sekali tidak saya update. Sejak persiapan kepindahan saya ke Korea, kesibukan mengurus keperluan ini dan itu membuat saya tidak sempat lagi menulis blog. Setelah sampai dan menetap di tempat yang baru ini, saya pun rasanya kehilangan semangat untuk memulai menulis blog kembali karena masih beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan tak jarang juga terserang homesick :)

Saya dan keluarga pindah ke Korea karena suami saya (Abinya Nadhifa) melanjutkan studinya di salah satu universitas di Korea dan kami akan tinggal disini selama beberapa tahun ke depan. Bismillah dan lillahi ta'ala saya dan Nadhifa berangkat menyusul Abinya Nadhifa yang sudah lebih dulu berangkat ke Korea. Saat tiba di Korea, negeri ginseng ini sedang awal spring (musim semi) dimana pohon-pohon sakura bermekaran memamerkan keindahan bunganya yang sempat berisitirahat sepanjang winter (musim dingin). Subhanallah... Bersyukur kepada Allah karena diberikan kesempatan melihat keindahan ciptaan-Nya di belahan bumi-Nya yang lain.







Seringkali saya merasa rindu dengan aktifitas dan kesibukan di dapur sempit saya di Indonesia, tapi tentu hidup harus terus berjalan dan dijalani dengan penuh kesyukuran. Saya kembali menata kehidupan baru di negara yang mempunyai banyak perbedaan dengan Indonesia baik secara budaya, agama, bahasa dan juga teknologi. Alhamdulillah juga sudah mempunyai banyak teman dan kenalan di Korea walaupun tersebar di kota-kota yang berbeda. Saya pun sedikit demi sedikit mulai menghangatkan diri kembali di depan oven dan kompor alias memasak dan membuat kue, I found my passion again here in South Korea ^_^
InsyaAllah pengalaman memasak dan membuat kue di Korea akan saya posting di postingan-postingan selanjutnya ya... Semoga tidak terserang virus malas yang terlalu lama, hehee...




Mohon doanya dari teman-teman semua agar saya dan keluarga diberikan kemudahan disini, selalu dalam lindungan Allah dan bisa terus berkarya dan menebar manfaat dimanapun berada. Allahumma aamiin... Salam ^_^

Selasa, 12 Februari 2013

A VERY LATE POST: OPERA CAKE ON ABI'S BIRTHDAY (JUNE, 2012)



Postingan yang sangat sangat telat sekali bangeeettttt, setengah tahun yang lalu, hihiihihiii.... Yah, mendingan telat ya daripada tidak sama sekali :D
Postingan ini adalah saat ulang tahun suamiku tercinta bulan Juni 2012 yang lalu, hanya beda 5 hari sebelum ulang tahun Nadhifa dan 9 hari sebelum ulang tahun saya, hehee... Yes we are June family ^__^

That was not a party, not a celebration. Hanya berkumpul bersama, hanya kami bertiga. Menikmati kue homemade buatan saya, kue yang disukai oleh 2 orang yang sangat saya cintai. Potong kue, dan membuka kado kecil untuk Abi :)




Saya membuat Opera Cake, karena Abi memang suka yang beraroma coffee seperti tiramisu dan opera cake. Membuat opera gampang-gampang susah, tapi tidak juga bisa dibilang susah sekali. Jika mau mencoba, pasti bisa.
Opera cake terkenal dengan tampilan cakenya yang berlapis-lapis, semakin banyak lapisannya, semakin sexy :D. Dan juga tampilan bagian permukaan cakenya yang mengkilap kinclong dan licin dengan siraman ganache/chocolate glaze, konon katanya mengkilap seperti panggung opera, makanya dinamakan opera cake.

Cake ini dibuat dari beberapa lapis jaconde cake (almond sponge cake) yang disiram coffee syrup, kemudian diberi filling coffee buttercream dan chocolate ganache. Coffee buttercream yang dipakai dalam opera cake berbagai macam versi, ada yang menggunakan French buttercream (yang menggunakan telur yang dikocok dengan gula cair panas), ada yang menggunakan Swiss buttercream (menggunakan meringue/putih telur kocok), ada yang menggunakan buttercream biasa, dsb. Tapi yang membuat enak tentu buttercreamnya dibuat dari real butter (unsalted butter), bukan dari shortening/mentega putih seperti buttercream untuk menghias cake/tart.
Saya suka memakai French buttercream untuk membuat opera cake, mengacu pada resep coffee buttercream yang ada di resep opera cake by Dorie Greenspan (Paris Sweets). Tapi kali ini saya membuat buttercream yang lebih simple tapi tetap enak, menggunakan white cooking chocolate. Saya akan mencantumkan kedua resep buttercream untuk opera cake yang biasa saya pakai, silahkan dipilih sesuai dengan keinginan.
Begitu juga dengan komposisi ganache, ada yang heavy ganache dengan perbandingan coklat dan whip cream 2:1, ada juga yang light ganache yang memakai perbandingan 1:1. Kali ini saya memakai yang 1:1 saja.




OPERA CAKE
ditulis oleh Ricke Indriani

Coffee syrup:
100 ml air
2 sdm gula pasir
1 sdm kopi instant
---> Panaskan air dan gula pasir hingga mendidih, masukkan kopi. Aduk rata. Dinginkan.

Chocolate ganache:
250 gram whip cream dairy cair/fresh cream
250 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
---> Panaskan whip cream cair/fres cream jangan sampai mendidih (cukup hingga bagian pinggirannya mulai bergelembung kecil). Matikan api. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Diamkan 5 menit hingga coklat meleleh. Aduk-aduk dengan hand whisk sampai rata dan licin. Dinginkan di suhu ruang. Masukkan ke dalam kulkas hingga mengental seperti selai dan bisa dioles.

Coffee buttercream (silahkan pilih salah satu saja)
Versi I (French coffee buttercream):
10 gram kopi instant
15 gram air panas
1 telur utuh
1 kuning telur
100 gram gula pasir
60 gram air
1 sdt vanilla
200 gram unsalted butter dingin, potong-potong dadu, biarkan di suhu ruang
--->Aduk rata kopi instant dan air panas. Dinginkan. Sisihkan.
Kocok telur dan kuning telur hingga pucat dan berbusa.
Sementara itu panaskan gula pasir dan air di atas api hingga mendidih dan mengental. Masukkan perlahan gula cair panas ke dalam kocokan telur sambil dikocok perlahan. Setelah gula cair masuk seluruhnya, kocok dengan kecepatan tinggi hingga mengental dan mengkilap, masukkan vanilla. Kocok terus hingga dingin suhu ruang.
Masukkan unsalted butter secara bertahap sambil dikocok rata dengan kecepatan rendah. Setelah butter seluruhnya masuk, kocok dengan kecepatan tinggi hingga mengembang dan ringan. Masukkan larutan kopi. Kocok rata. Simpan di kulkas dalam wadah tertutup hingga akan digunakan.

Versi II (coffee white chocolate buttercream)
1 sdm kopi instant
1 sdm air panas
250 gram unsalted butter dingin, potong-potong dadu, biarkan di suhu ruang
150 gram susu kental manis putih
100 gram white cooking chocolate, lelehkan, biarkan sampai agak dingin
1/2 sdt pasta mocca (optional)
--->Campur kopi instant dan air panas, dinginkan. Sisihkan.
Kocok unsalted butter hingga lembut dan creamy. Masukkan susu kental manis. Kocok kembali hingga mengembang ringan. Masukkan white cooking chocolate leleh, kocok rata. Masukkan pasta mocca, kocok rata. Simpan dalam kulkas sampai akan digunakan.

Jaconde Cake (Almond Sponge Cake)
Bahan:
225 gram almond bubuk
200 gram gula halus (gula bubuk)
70 gram terigu protein sedang
6 butir telur utuh
1/2 sdt vanilla
50 gram unsalted butter, lelehkan
6 putih telur
1/4 sdt garam
50 gram gula pasir halus

Cara membuat Cake:
1. panaskan oven suhu 200'C. Siapkan 4 buah loyang ukuran 22x22 cm tinggi 3 cm, alasi dengan kertas roti, oles tipis dengan margarin. Sisihkan.
2. Campur almond bubuk, gula halus dan terigu dalam sebuah wadah besar. Aduk rata. Sisihkan.
3. Kocok telur dengan kecepatan tinggi hingga kental. Tuang ke campuran almond dan terigu sambil diaduk rata secara perlahan. Masukkan vanilla dan butter leleh. Aduk rata. Sisihkan.
4. Kocok putih telur dan garam hingga berbusa, tambahkan gula pasir halus sedikit demi sedikit sambil dikocok terus hingga mengembang soft peak form. Jangan sampai terlalu kaku (hard peak form) karena akan membuat tekstur cake menjadi kering dan sulit untuk dicampur rata dengan adonan almond.
5. Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan almond secara bertahap sambil diaduk balik perlahan (fold) sampai rata. Aduk perlahan tetapi jangan terlalu lama diaduk karena akan membuat adonan putih telur menjadi banyak kehilangan udara.
6. Tuang ke dalam 4 buah loyang yang telah disiapkan. Panggang suhu 200'C sampai matang 7-10 menit. Jangan terlalu lama karena adonan tipis, jika terlalu lama cake akan menjadi kering.
7. Angkat cake dan segera keluarkan dari loyang, kelupas kertas rotinya. Dinginkan.

Penyusunan:
Siapkan loyang ring tanpa alas yang dilapisi plastik mika di sisinya. Atau jika tidak punya, bisa langsung menyusun cake dan dioles filling.
Letakkan selembar cake, basahi dengan coffee syrup hingga rata. Oleskan dengan setengah bagian coffee buttercream merata. Tumpuk lagi dengan selembar cake, basahi dengan coffee syrup dan oles dengan setengah bagian chocolate ganache. Tumpuk lagi dengan selembar cake. Lakukan hingga selesai (4 lapis jaconde cake, 2 lapis coffee buttercream, 2 lapis chocolate ganache). Dinginkan di dalam kulkas agar cake dan fillingnya menjadi set dan kokoh.

Chocolate glaze (ganache siram):
80 gram whip cream cair
120 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
3 sdm madu
1 sdm minyak goreng (bisa juga dengan unsalted butter)
--->Panaskan whip cream cair/fres cream jangan sampai mendidih (cukup hingga bagian pinggirannya mulai bergelembung kecil). Matikan api. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Diamkan 5 menit hingga coklat meleleh. Aduk-aduk dengan hand whisk sampai rata dan licin. Masukkan madu dan minyak goreng. Aduk rata.

Keluarkan cake dari kulkas, lepaskan dari ring dan mikanya.
Siramkan chocolate glaze ke atas permukaan cake hingga merata. Masukkan kembali ke dalam kulkas hingga glaze agak set.
Rapikan bagian sisi cake dengan mengirisnya menggunakan pisau panjang bergerigi yang dicelup ke air panas dan dilap kering. Setelah selesai merapikan satu sisi, bersihkan pisau. Celupkan kembali ke air panas dan dilap kering. Lakukan lagi pada sisi yang lain hingga keempat sisinya rapi.
Simpan opera cake dalam suhu dingin hingga saat akan disajikan.

Selamat mencoba. Sepertinya susah bin ribet ya? Tapi insyaAllah semua akan bisa dilakukan jika kita berani memulainya. Good luck friends ^_^

Note:
-Jika buttercream yang disimpan di kulkas sudah terlalu keras, diamkan sebentar di suhu ruang hingga melunak kembali dan bisa juga dikocok sebentar hingga lembut kembali.
-Cake juga bisa dibuat menjadi 6 lembar. Hasil akhir menjadi 6 lapis jaconde, 3 lapis ganache, 3 lapis coffee buttercream. Semakin banyak lapisannya, semakin rempong, hehehehee...


So, here was our little happiness, but full of love, indeed... ^__^








Semoga keluarga kami senantiasa diberi keberkahan oleh Allah. Aamiin... Love you Abi :)

Senin, 25 Juni 2012

RAINBOW CAKE ON NADHIFA’S 3rd BIRTHDAY




Yeap, this is the happening cake nowaday. Telat banget ya baru posting rainbow cake sekarang, kemana aja Bun?? Hehehehee...
Hosnestly, pada awalnya saya gak begitu tertarik untuk bikin cake ini. Dalam pikiran saya cake ini gak ada istimewanya selain warna warninya saja dan pastinya time consuming banget karena harus membuat 6-7 layer cake bernuansa mejikuhibiniu :D
Tapi, ternyata suami saya mengamati juga perkembangan trend dunia mode perkuehan, hihihiiiii... Sampe-sampe dia tau asal muasalnya si rainbow ini bisa booming banget, yaitu dari kisah seorang mahasiswi di Amerika yang membuatkan cake special buat seorang sahabatnya yang suka sekali dengan pelangi dan kemudian diposting di blognya kemudian banyak orang tertarik dg rainbow cake buatannya hingga mahasiswi tersebut diundang ke acara Oprah Show. Kemudian Budhe’ Martha Stewart pun membuat resep rainbow cake yg menjadi acuan banyak foodie blogger. Jadilah demam Rainbow Cake dimana-mana, hehehee...
Dan Abi pun ‘menantang’ saya untuk membuat rainbow cake yang enak di hari ultah Dhifa. Oke lah dipenuhi tantangannya :p



Big hug for you my princess ^__^


14 Juni 2012. Actually, there was nothing to celebrate. Karena kami memang gak pernah merayakan ultah. Hanya Nadhifa sudah jauh-jauh hari bilang "Bunda, Dhifa mau dibikinin kueh ulang tahun dan tiup lilin ya..."
Ya seperti biasa, hanya membuat cake sederhana, tiup lilin dan potong kue di rumah. Just the three of us :)
Bagi-bagi ke tetangga kanan kiri terdekat saja dan sorenya meluncur ke rumah Yangkung dan Yangti sambil bawa kue buat beliau ^___^
Selamat Milad ya anakku sayang... Sehat selalu, tumbuh cerdas, jadi anak yang sholehah, menjadi penyejuk mata dan hati kedua orang tua dan bermanfaat untuk sesama. Aamiin...

So, my girl is now 3 years old. Alhamdulillah... Love you my precious! Mmuuuaaccchhhhh.... :-*



With her 'big twin', Abi :D


Back to my rainbow cake, saya membuatnya saat ulang tahun Nadhifa yang ke-3 tanggal 14 Juni kemarin. Selama ini belum nemu aja resep rainbow cake yang sreg dan sesuai dengan saya. Banyak resep rainbow cake beredar di internet, milis, dan blog teman-teman. Bukan orang Indonesia namanya klo gak kreatif dengan resep, buktinya resep rainbow cake berbagai macam modifikasi ada, dari yang panggang sampe yg kukus, dari tipe buttercake sampe tipe spongecake, dari yang irit telur sampe yang adaptasi dari resep lapis surabaya yang pake telur segambreng, hihihiiii... Semua sah-sah saja, toh tinggal dikasih warna mejikuhibiniu jadi deh Rainbow Cake :D

Bagi saya, klo mau merasakan istimewanya si rainbow ini, jangan bikin yang setengah-setengah. Bikin dengan menggunakan base cake yang enak dan lembut, gunakan frosting yang tidak biasa juga. Agar saat kita memakannya pun rasanya sesuai dengan effort yang sudah kita keluarkan untuk membuat cake ini. *sigh
Klo cuma spongecake standar, oles buttercream standar, ya gak ada istimewanya. CMIIW... ^__*
Saya membuatnya dengan menggunakan resep spongecake yang dikocok dengan metode all in one dan menggunakan lebih banyak kuning telur. Selain lebih praktis mengocoknya, hasil porinya halus, juga cakenya empuk dan lembut karena menggunakan lebih banyak kuning telur.
Hasil sharing dengan Teh Siti Maryam, juragan kue di Garut sana, yang juga cocok dengan resep Yongki yang dikocok dengan metode all in one. Klo kata Teh Iyam mah 'digebruskeun', heuheuheuuu...

Untuk frostingnya saya memakai cream cheese frosting sebagai pasangan si rainbow. Gurih, manis, lembut cream cheese frosting membuat cake ini terasa istimewa :)
Untuk pewarna, tentunya pakailah pewarna yang food grade dan jangan lupa Halal is a must :). Soal intensitas warna yang diinginkan itu sesuai selera saja, mau warna tua silahkan, warna ngejreng is okay, warna soft juga sah-sah saja ;)

Tips pertama, bila mixer Anda mempunyai kapasitas kecil, ditambah oven yang juga kecil, plus loyang yang gak banyak, qiqiqiqiiii... sebaiknya buat dulu setengah resep. Sembari memanggang yang batch pertama, lanjutkan menyiapkan adonan untuk batch kedua. Atau semisal mau membuat sepertiganya dulu juga boleh.
Tips kedua, jangan mengaduk-aduk adonan terlalu banyak (over mixing) karena akan membuat adonan yang sudah mengembang kental jadi turun dan encer kembali. Oleh karena itu, masukkan pewarna dengan yakin! Cukup sekali memasukkan pewarna, aduk seperlunya cukup hingga rata saja. Jangan teteskan sedikit diaduk-aduk, eh merasa kurang warnanya teteskan lagi sedikit aduk-aduk lagi, begitu terus, yang ada nanti adonannya ngambek deh dan kuenya bantat, nangis guling-guling deh! :D
Tips ketiga, karena adonan dibuat tipis-tipis saja, panggang dengan suhu tinggi sekitar 190’C cukup sebentar saja agar cake matang tetapi tetap masih lembut dan moist, tidak kering. Gak perlu sampai berkulit kecoklatan permukaannya yang penting ditest sentuh sudah membal itu sudah cukup.

Ini resep yang saya gunakan, alhamdulillah kata yang sudah pernah icip-icip dan para customer yang sudah memesan rainbow cake ke Ordinary Kitchen katanya weennaaakkk.... :D
Adaptasi dari resep spongecake Pak Yongki, tapi dikocok dengan metode all in one. Hatur nuhun Teh Iyam atas inspirasinya :)



The birthday cake. It's rainbow! *sigh :D


RAINBOW CAKE
By Ricke Indriani

BAHAN CAKE:
8 kuning telur
7 telur antero (utuh) ukuran besar
200 gram gula pasir
15 gram cake emulsifier
¼ sdt garam

125 gram terigu protein sedang
25 gram maizena
15 gram susu bubuk
---> Campur dan ayak
1 sdt vanilla

150 gram mentega, lelehkan

Pewarna makanan merah, orange, kuning, hijau, biru, ungu

6 loyang bulat ukuran 22 cm atau kotak ukuran 20x20 cm, tinggi 3-4 cm

Cara membuat:
1. Panaskan oven 190’C. Siapkan 6 buah bowl/mangkok untuk mewarnai adonan. Siapkan loyang, olesi dengan mentega, alasi dengan kertas roti bagian bawahnya, olesi lagi dengan mentega. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula pasir, cake emulsifier dan garam dengan kecepatan rendah cukup hingga tercampur rata. Masukkan semua bahan kering yang sudah diayak dan vanilla, kocok dengan kecepatan rendah sampai tepung tercampur rata. Kemudian naikkan kecepatan mixer kocok dengan kecepatan tinggi (high speed) sampai adonan mengembang, kental berjejak dan putih. Lamanya mengocok tergantung kapasitas mixer masing-masing. Matikan mixer.
3. Masukkan mentega leleh, aduk balik merata dengan spatula.
4. Bagi adonan sama rata menjadi 6 bagian ke dalam bowl yang sudah disiapkan, timbang masing-masing sekitar 200 gram atau total berat adonan dibagi 6. Beri pewarna makanan secukupnya.
5. Tuang ke loyang. Panggang dalam oven sekitar 15-20 menit hingga matang, sesuaikan dengan oven masing-masing. Bisa test sentuh dan test tusuk.
6. Keluarkan cake dari loyang dan dinginkan.


CREAM CHEESE FROSTING

Bahan:
250 gram cream cheese
100 gram unsalted butter, dingin
500 ml non dairy whip cream manis (dingin), kocok hingga kaku (atau bisa menggunakan 200 gram whip cream bubuk dan 400 ml air es)

Cara membuat:
Kocok cream cheese dan unsalted butter hingga lembut. Campurkan ke dalam whipped cream kaku, kocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata. Simpan dalam kulkas sambil menunggu akan digunakan.

SIMPLE SYRUP
100 gram gula pasir
300 ml air
---> Rebus hingga gula larut dan dinginkan

PENYELESAIAN
Ambil selembar cake (susunan warna dari bawah ke atas yaitu ungu, biru, hijau, kuning, orange dan merah), basahi dengan simple syrup, oles cream cheese frosting, tumpuk kembali dengan selembar cake, ulangi sampai seluruh cake tersusun. Rapikan pinggirannya bila perlu. Hias bagian atasnya atau cover keseluruh bagian cake dengan sisa frosting. Beri taburan sprinkles sugar warna warni atau hias sesuai selera.


Kiss kiss :-*


Blow the candle, huuuffffff.... :D


Let's slice it up! ;)


Alhamdulillah, senangnya melihat senyum bahagianya... Nadhifa bilang, "Bunda, renbow kek-nya enak, uuhhmmm mantap!" *sambil mengacungkan jempolnya ^__^b
Setelah dipotong Nadhifa habis 2 slice, hehehehee... ;)



Enjoy!


So this is my rainbow cake... Happy baking and happy birthday my girl! ^___^

Minggu, 18 September 2011

IKUT MENGISI ACARA 'ASAL USUL' TRANS 7 :D

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan yang lalu sempat diliput oleh acara Jelang Siang di Trans TV, kali ini saya dapat pengalaman baru lagi diajak syuting untuk mengisi acara Asal Usul di Trans 7. Yaaa... 'perannya' gak jauh-jauh dari tukang masak :D
Dikasih tau infonya cukup mendadak. Hari Selasa diberi tau, hari Kamis mulai shooting. Tapi karena hari Kamis siang ternyata turun hujan deras sampai sore, akhirnya shootingnya diundur besoknya, hari Jum'at.

Lokasi shootingnya di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kabupaten Pandeglang. Daerah kaki Gunung Karang. Ini pertama kalinya saya berkunjung kesana. Waktu hari Kamis, saya ajak Nadhifa ikut. Dia senang sekali karena disana ada kandang ternak domba, hehee... Tapi hari Jum'atnya saya berangkat sendiri dijemput oleh kru Asal Usul. Nadhifa saya tinggal di rumah bersama si Teteh yg suka membantu di rumah karena awalnya jadwalnya cuma sampai siang, ternyata sampai rumah tetep sore juga, hihihiii...

Tema Asal Usul kali ini adalah Talas Beneng, si talas raksasa dari Pandeglang. Saya diminta untuk mengolahnya menjadi klappertaart. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Mba Casey, host Asal Usul selama proses shooting colak colek adonannya terus, enak katanya, qiqiqiiiii... Begitu juga adik-adik yang jadi pendamping host, Aip, Riki dan Sahiri yang makan biskuit dengan dioles adonan klappertaart yang baru setengah matang :D

Ini adalah foto-foto yang sempat diabadikan selama proses saya ikut shooting. Thanks to Pak Yadi (driver crew Asal Usul) yang menyempatkan untuk mendokumentasikannya. Enjoy the picts! :D

(Lokasi shooting di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kabupaten Pandeglang. Di kaki Gunung Karang)

(3 krucil: Aip, Riki dan Sahiri yang 3 hari gak ganti baju, disuruh pake baju yang sama terus, qiqiqiiiii...)

(Mas Rudi dan Mba Casey setting peralatan)

(The ingredients)

(Mas Rudi, cameraman, sedang menyiapkan kameranya)

(Mulai mencampur bahan-bahan)

(Aduuuukkkk terusssss ya Mba Casey, heheheee....)

(Pelan-pelan masukin bahannya yaaa...)

(Berteduh dulu di bawah pohon cengkeh. Siang hari yang panaassssss....)

(This is it! Klappertaart talas beneng ala Bunda Nadhifa :D)

(Talas beneng. Talas 'raksasa' yang kami olah menjadi klappertaart)

(Base camp dan tempat ngaso)

(The crew)

InsyaAllah jika tidak ada perubahan jadwal tayang, Asal Usul liputan Talas Beneng ini akan ditayangkan Kamis tanggal 22 September 2011, pukul 15.30 WIB ^__^
Untuk acara membuat klappertaart-nya ada di sesi agak terakhir sebelum closing.
Makasih untuk Mba Casey, Mas Rudi dan tim Asal Usul Trans 7 yang sudah memberi saya kesempatan untuk bergabung. Sukses untuk semuanya! :)

Senin, 12 September 2011

MY 5th ANNIVERSARY CAKE: CHOCOLATE TRUFFLE CAKE


Tak terasa, 5 tahun sudah saya dan suami membina rumah tangga (9.9.2006 - 9.9.2011). Usia pernikahan kami memang masih sangat muda, belumlah apa-apa dan masih sangat banyak yang harus diperbaiki dan ditata ke depannya. Semoga selalu dimudahkan, diberikan kebahagiaan dunia akhirat, menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah dan dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholehah. Aamiin...

Sebenarnya kami gak pernah memperingati ultah pernikahan. Selama ini juga belum pernah klo ultah pernikahan trus bikin kue, hihihiii... Paling saling mengucapkan aja dan berdoa untuk keluarga kami. Tapi kemarin pengen aja sekali-kali bikin kue, untuk dimakan di rumah aja. Tadinya Abi minta dibuatkan tiramisu, tapi setelah ngecek ke supermarket ternyata mascarpone cheese-nya sedang kosong. Akhirnya saya putuskan bikin chocolate truffle cake (CTC) saja, secara saya suka banget sama coklat, hehee...



Ini ketiga kalinya saya makan CTC, yang pertama dulu bikin pakai resep yang lain, komposisinya hampir sama dengan yang sekarang saya buat, tapi menggunakan glucose cair yang dicampur dengan coklat leleh. Lalu yang kedua saya dikasih teman, CTC slice yang dia beli dari hotel (hotel apa saya lupa). Dan yang ketiga ini saya bikin kemarin, menggunakan resep dari kakak saya yang baik hati Kang Yadi Hf. Resepnya simple dan hasil kuenya juga tidak terlalu besar, jadi pas untuk keluarga kecil saya yang cuma bertiga (berukuran diameter 18 cm).

Resep aslinya bisa dilihat di blognya Kang Yadi Hf, disini.
Terimakasih ya Kang, this cake is a hit! Delicious for chocolate lover like me ;)

Yang saya buat ini sudah sedikit saya modifikasi. Karena suami saya suka aroma kopi, jadi cakenya saya basahi dengan coffee syrup (seperti aplikasi simple syrup pada cake). Umumnya CTC hanya menggunakan selembar spongecake coklat yang dijadikan sebagai alasnya, tapi saya kemari menggunakan 2 lembar spongecake coklat jadi total 4 layer (2 layer cake, 2 layer truffle cream).
Anda bisa menggunakan spongecake coklat dengan resep mana saja favorit Anda sesuai selera.


Chocolate Truffle Cake
By Ricke Indriani. Source: Yadi Hf

Chocolate Sponge Cake
Bahan:
4 butir telur
60 gram gula pasir halus
1 sdt cake emulsifier
1/2 sdt vanilla

55 gram terigu all purpose/protein sedang
15 gram coklat bubuk
10 gram maizena
1 sdm susu bubuk full cream

50 gram butter/margarin
35 gram dark cooking chocolate
---> Lelehkan bersama, aduk rata
1 sdt pasta coklat ~ optional

Cara membuat:
1. Panaskan oven 180'C. Siapkan loyang bulat diameter 20 cm, alasi bagian dasarnya dengan kertas roti, oles dengan mentega. Sisihkan
2. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, maizena dan susu bubuk.
3. Campur semua bahan kecuali campuran butter dan dark cooking chocolate. Kocok dengan mixer kecepatan tinggi hingga mengembang dan kental berjejak.
4. Masukkan campuran butter dan dark cooking chocolate, juga pasta coklat bila pakai. Aduk balik hingga benar-benar tercampur rata.
5. Tuang ke loyang. Panggang sampai matang sekitar 25 menit (tergantung oven masing-masing). Dinginkan.
Note: Saya membuatnya dengan metode pengocokan all in one. Cake bisa juga dibuat dengan cara foaming methode bertahap seperti membuat sponge cake biasa, yaitu telur, gula dan emulsifier dikocok terlebih dahulu sampai kental, baru dimasukkan bahan lainnya.

Chocolate Truffle Cream
Bahan:
250 gram dark couverture chocolate, potong-potong (bila tak ada couverture chocolate bisa saja menggunakan dark compound chocolate)
125 ml dairy whip cream suhu ruang (saya pakai Anchor)
250 ml non dairy whip cream dalam keadaan dingin (saya pakai 100 gram non dairy whip cream bubuk dan 200 ml air es)
1 sdt gelatin bubuk
2 sdt air

Coffee syrup untuk membasahi cake ~ Aslinya gak pakai
Coklat bubuk untuk dusting

Cara membuat:
1. Panaskan dairy whip cream dengan api kecil tidak perlu sampai mendidih. Masukkan dark chocolate. Aduk rata hingga menyatu dan lembut. Sisihkan.
2. Kocok non dairy whip cream hingga setengah kaku, masukkan campuran coklat. Aduk rata manual dengan menggunakan hand whisk.
3. Campur gelatin dan air. Panaskan dengan cara ditim sambil diaduk-aduk hingga gelatin larut dan bening. Masukkan ke dalam truffle cream, aduk rata.

Penyelesaian:
Buang kulit bagian atas pada cake (ditrim sedikit permukaannya). Belah 2 cake.
Siapkan loyang ring (loyang tanpa alas) diameter 18 cm, lapisi bagian sisi dalamnya dengan mika.
Taruh selembar cake pada bagian dasar. Beri 1/2 bagian truffle cream, ratakan. Taruh kembali selembar cake di atasnya. Beri 1/2 bagian lagi truffle cream.
Bekukan dalam freezer minimal 1 jam. Lepaskan ringnya. Dusting dengan coklat bubuk. Potong-potong. Sajikan dingin.
Bisa juga hanya menggunakan selembar sponge cake di bagian alasnya saja. Atau dibuat ukuran mini dengan menggunakan ring dari mika yang dibentuk kecil-kecil.

Cake ini saya buat siang setelah dzuhur. Alhamdulillah sorenya pas Abi pulang kantor disambut dengan anniversary cake ini. Senang banget dia begitu melihat cake ini. Karena Abi pulangnya sudah menjelang magrib akhirnya buru-buru deh sesi pemotretan dulu mumpung cahaya mataharinya masih ada walau sudah agak redup, hihihiiii...

(Kue buatan bunda OK banget! Xixixiiiii...)

(Kompak narsisnya :D)

Alhamdulillah... Kebahagiaan kecil tercipta sore itu di rumah kecil kami bersama keluarga kecil kami :). Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, mencapai asa dan cita bersama dengan ridho-Nya. Allahumma aamiin...

Untuk teman-teman dan kerabat yang sudah memberikan ucapan dan doa untuk keluarga kami, kami haturkan terima kasih banyak. Semoga Allah mengijabah semuanya dan kebaikan juga untuk kalian semua. Hugs! ^__^

Anyway, do you a chocolate lover? This cake is die die must try, for sure! :D