Tampilkan postingan dengan label Gorengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gorengan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

TAHU ISI DAN RISOLES BEEF MAYO (AMERICAN RISOLES)





Jadi tukang gorengan juga di Korea, hihihhh... Tahu isi dan risoles beef mayo (biasa disebut american risoles) pesanan beberapa waktu yang lalu. Tahu isi ala Indonesia dipesan oleh Mba Zanti di Pyeongtaek yang sedang main ke Anseong, berisi sayuran (toge, wortel, kol dan daun bawang) dan dibalut dengan adonan tepung lalu digoreng hingga matang dan renyah. Risoles beef mayo berisi sosis sapi halal, telur rebus, keju, mayonaise dan saus tomat.

Jumat, 21 Juni 2013

RISOLES RAGOUT SAYURAN FOR MBA ZANTI



Risoles ini juga postingan telat, sudah saya bikin dari akhir April, hihiii... Untung cuma fotonya saja yang 'basi', kalau risolesnya yang basi kan kacau :D
Risoles ini dibawa sebagai potluck untuk undangan acara makan-makan di rumah Mba Zanti di Pyeongtaek. Pyeongtaek adalah kota tetangga yang paling dekat dari Anseong (kota dimana saya tinggal). Waktu itu bingung mau bawa potluck apa karena saya belum punya oven maupun kukusan, baru punya penggorengan dan panci, hehee... Akhirnya ya sudah bikin yang digoreng-goreng saja deh, saya dan Mba Yuyun (tetangga saya yang satu gedung dengan saya yang juga datang ke acara Mba Zanti) akhirnya memutuskan membawa potluck bersama-sama yaitu risoles ini.

Risoles ini saya bikin malam harinya, kemudian dimasukkan ke ziper bag dan disimpan di freezer. Dan besoknya sebelum berangkat baru digoreng. Resep kulitnya sama dengan resep kulit amris (amrican risoles) yang sudah beberapa kali saya posting, hanya isiannya ragout sayuran. Nah, kalau bikin ragoutnya saya seperti memasak saja, tidak pakai takaran pasti. Kebanyakan saya kalau memasak suka begitu cemplung-cemplung jadi deh, hehee...
Terdiri dari wortel dan kentang yang dipotong kotak-kotak kecil, jagung manis kalengan (atau fresh, karena disini cuma ada jagung manis yang kalengan), ayam suwir dan daun bawang. Bumbunya bawang putih ditumis sampai harum, masukkan wortel dan kentang, kemudian diberi susu cair secukupnya. Masukkan jagung manis dan ayam suwir, masak hingga susu agak menyusut sedikit. Bumbui dengan garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya. Beri sedikit terigu untuk mengentalkan masak hingga kental. Matikan api kemudian panas-panas beri sedikit margarin. Aduk rata. Dinginkan dan siap dipakai deh :)


(Sebagian kulit risoles yang sudah didadar)


(Risoles beku baru keluar dari freezer, siap digoreng)


Risolesnya sebagian dibikin bentuk segitiga dan sebagian lagi digulung biasa, isinya sama aja sih, cuma lagi iseng aja dibentuk berbeda-beda. Buat yang belum tau cara membentuk risoles sigitiga, mohon maaf saya tidak sempat membuat foto step by stepnya karena waktu bikin sudah lumayan larut malam dan memang kalau memotret pada saat sedang proses memasak terkadang suka malas kecuali sedang bagus mood-nya (hayaahhh si mood segala dibawa-bawa, hihihiii...). Coba browsing saja ya siapa tau saja ada teman blogger lain yang pernah posting. Kapan-kapan kalau bikin lagi deh ya, semoga si good mood datang, hehee...

Selasa, 04 Juni 2013

GYEONGBOKGUNG PALACE DAN SOSIS SOLO

Annyeong haseyo ^_^

Judulnya tak nyambung banget ya? Hehehee... Ya disambung-sambungin saja kalau begitu ^^ #maksa :D
Saya beri judul 'Gyeongbokgung Palace dan Sosis Solo' karena saya mau berbagi cerita sedikit tentang Gyeongbokgung Palace yang saya kunjungi waktu saya dan keluarga ke Seoul beberapa waktu yang lalu. Kami ke Seoul sebenarnya tujuan utamanya adalah memenuhi undangan dari Profeesor Lee (academic supervisor dari suami saya) untuk makan malam di sebuah family restaurant yang berada di Gangnam, Seoul. Undangan makan malam tersebut sekitar pukul 7 malam, kami sengaja berangkat lebih awal karena hendak sekalian berkunjung ke Gyeongbokgung Palace ini. Kami tiba di terminal express bus Seoul sekitar pukul 4 sore dan langsung naik subway train menuju ke Gyeongbokgung Palace. Setibanya di Gyeongbokgung kami hanya bisa mengeksplornya dengan waktu sekitar 1,5 jam saja, karena jam 6 sore istana sudah ditutup untuk umum, hanya boleh di bagian tamannya saja. Selain itu kami juga harus bersiap-siap menuju Gangnam untuk memenuhi undangan Professor.




Sekilas tentang Gyeongbokgung Palace, Gyeongbokgung sendiri artinya Istana Gyeongbok, terletak di jantung kota Seoul tepatnya di sebelah utara. Istana ini adalah istana terbesar yang dibangun Dinasti Joseon pada masa kerajaan dulu, selain istana Gyeongbok juga ada 4 istana lainnya di tempat yang berbeda.
Sebenarnya Gyeongbokgung pada awalnya merupakan komplek istana yang sangat luas, namun telah dihancurkan oleh Jepang saat invasi ke Korea pada tahun 1592-1598. Kemudian dibangun kembali pada zaman pemerintahan Raja Gojong sekitar tahun 1952 dan mendirikan komplek istana yang terdiri dari sekitar 6000-7000 ruangan. Namun saat Jepang kembali menjajah Korea pada tahun 1900-an, istana ini kembali dihancurkan hampir seluruh bangunannya kecuali 10 bangunan utamanya. Sekarang Gyeongbokgung sudah direnovasi oleh pemerintah Korea dan dibuka untuk umum.

Untuk menuju ke tempat wisata sejarah ini tidaklah sulit, dari terminal express bus antar kota di Seoul, kita bisa langsung keluar terminal dan menuju ke subway train station (stasiun kereta bawah tanah) yang berada di bawah terminal. Kemudian naik kereta di Line 3 dan turun di stasiun Gyeongbokgung. Harga tiket masuk ke Gyeongbokgung juga cukup murah, hanya 3000 won untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak. Kami tidak sempat mengeksplor seluruh bagian komplek istana karena keterbatasan waktu, tidak sempat mengunjungi Hyangwonjeong, National Palace Museum dan National Folk Museum yang ada di komplek istana ini.








Nah, mengenai si sosis solo (tetep ke soal makanan lagi, hihiii...), saya memang membuat sosis solo ini untuk bekal rekreasi kami ke Gyeongbokgung. Selain sosis solo saya juga membuat chocolate muffin tetapi tidak sempat saya potret, kami juga membawa juice jeruk dan air putih tentunya. Kebetulan di samping istana (masih di dalam komplek istana) ada taman yang asri sekali dengan danau yang berada di samping taman. Pengunjung banyak yang duduk-duduk di taman sambil beristirahat. Tapi walaupun banyak pengunjung, tak akan terlihat ada sampah bertebaran, sangat terpelihara kebersihannya. Selain karena ada petugas yang dengan sigap mengambil sampah walau hanya bungkus kecil sekalipun, juga tidak ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan :)

Balik lagi ke sosis solo, hehee... Saya memutuskan untuk membuat sosis solo ini karena ada stok daging giling halal yang saya beli di foreign mart. Biasanya jika membuat sosis solo saya menghaluskan kembali daging gilingnya menggunakan blender yang untuk daging. Namun karena saya disini belum memiliki blender (kasian deh, hihiii...) jadi saya langsung memakainya tanpa dihaluskan kembali jadi tekstur dagingnya agak kasar. But it's not a problem at all, tak merubah rasa sama sekali, tetap enak ^_^
Sosis solo merupakan salah satu jenis risoles (savory pancake roll) khas Indonesia, yaitu dari daerah Solo. Sosis solo ini biasanya diisi dengan daging giling atau ayam giling yang diberi bumbu dan dimasak, kemudian digulung, dicelup ke kocokan telur dan digoreng sampai kecoklatan. Nikmat disajikan hangat dengan cabai rawit atau saus sambal.




SOSIS SOLO
by Ricke Indriani

Bahan kulit:
300 gram terigu protein sedang/tinggi
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm gula pasir
4 buah telur ukuran besar, kocok lepas
700 ml air
3 sdm margarin, lelehkan

Bahan isi:
500 gram daging sapi giling, haluskan (atau daging ayam direbus, suwir dan haluskan)
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang halus
1 batang daun bawang, iris halus
1,5 sdt garam (atau sesuai selera)
1 sdt gula pasir
1/4 merica bubuk
1/4 ketumbar bubuk
100 ml air
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Pelapis:
1-2 butir telur, kocok lepas





Cara membuat:
1. Buat isinya: Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna. Tuang air. Masukkan garam, gula pasir, merica bubuk dan ketumbar bubuk. Aduk rata. Masak hingga airnya kering sambil sesekali diaduk. Masukkan daun bawang, masak sebentar. Matikan api. Cicipi, tambahkan bumbu jika ada yang kurang. Dinginkan.
2. Buat kulit: Campur terigu, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan telur dan tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan hand whisk sampai halus. Saring agar tidak ada gerindil kasar. Masukkan margarin leleh. Aduk rata.
3. Panaskan wajan datar anti lengket, oles sedikit dengan margarin. Tuang 1 sendok sayur, ratakan adonan dengan memutar wajan. Dadar hingga matang dan lakukan sampai adonan habis.
4. Ambil selembar kulit, beri isi daging. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.
5. Panaskan minyak untuk menggoreng, celupkan sosis solo ke kocokan telur, goreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan cabai rawit atau saus sambal.



Selamat mencoba. Salam from South Korea. Annyeonghi gyeseyo ^_^

Rabu, 04 Agustus 2010

BAKWAN UDANG KEJU SPECIAL



Bakwan/Bala-bala/Ote-ote, saya rasa ini makanan yang sangat umum dan cukup terkenal di Indonesia tercinta ini. Campuran irisan sayuran yang bergaul dengan mesra dengan adonan tepung *halah bahasane kok ya mesra?? Hihihiiii...
Merupakan jajanan 'street vendor' yang banyak dijual di pinggir jalan.
Tapi kok kenapa yang ini dibilang special?? Iya donk, soalnya pakai udang dan keju mooooo... (bukan iklan dot com, hehee...) yang keduanya merupakan bahan makanan yang cukup special untuk saya dan keluarga ;)

Saya lebih suka bakwan yang padat akan sayuran, tapi tepungnya sedikit. Jadi adonan tepung hanya sebagai bahan 'pengikat' dari sayurannya saja.
Oya, walaupun di foto bentuknya bulat-bulat tapi saya tidak menggunakan cetakan apapun, alasan klasik 'malas' (please deh, kapan ga malesnya sih?? :p)
Saya langsung sendoki sekitar 2 sendok makan adonan dan masukkan ke minyak goreng yang sudah dipanaskan (saya tempelkan dulu ke pinggiran penggorengan), kemudian segera taruh udang diatasnya sebelum permukaannya mengering. Goreng seperti biasa.



Bahan:
100 gram terigu protein sedang
30 gram tepung beras
1/2 sdt soda kue
1/2 sdt garam
1/2 sdt kaldu bubuk
1/4 sdt merica bubuk
150-200 ml air (campurkan sedikit demi sedikit sampai mencapai kekentalan yang cukup)

Bumbu halus:
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah

Bahan isi:
100 gram udang kupas, cincang kasar
15 buah udang utuh kupas, kerat punggungnya dan buang kepalanya, sisakan ekornya (jumlahnya bisa disesuaikan dengan jumlah bakwan yg mau digoreng)
30 gram keju cheddar parut
250 gram tauge, cuci dan bersihkan
2 buah wortel, serut kasar
1/4 buah kol, iris tipis
2 batang daun bawang, iris halus
2 batang daun seledri iris halus

Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng bakwan

Cara membuat:
1. Adonan tepung: Campur terigu, tepung beras, soda kue, garam, kaldu bubuk dan merica bubuk. Aduk rata. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan tercampur hingga mencapai kekentalan yang cukup (jangan terlalu kental atau terlalu encer). Masukkan bumbu halus, aduk rata. 2. Masukkan udang cincang, keju cheddar parut dan sayuran. Aduk rata.
3. Panaskan minyak yang banyak goreng bakwan dengan diberi udang utuh kupas diatasnya. Goreng hingga kuning kecoklatan kedua sisinya. Angkat. Tiriskan. Sajikan hangat bersama saus sambal atau cabai rawit.

Tips:
- Penggunaan soda kue membuat bakwan menjadi lebih empuk didalam tapi renyah diluar.
Jika adonan tidak akan digoreng smuanya, bagi adonan menjadi 2 bagian. Tambahkan 1/2 bagian denga 1/4 sdt soda kue. Dan simpan yang 1/2 bagian lagi. Beri soda kue jika nanti akan digunakan. Begitu juga dg bahan isi dan sayuran, dibagi 2. Atau jika mau bikin sedikit, dibuat 1/2 resep saja.
- Menggoreng adonan jangan terlalu banyak untuk 1 buah bakwan, karena soda kue akan membuat bakwan jadi mengembang. Cukup 2 sendok makan adonan per satu buah bakwan.
- Gunakan minyak yang banyak untuk menggoreng (deep frying) agar hasilnya renyah dan tidak mudah lembek saat sudah diangkat dr penggorengan.
- Minyak panasnya sedang saja. Jika terlalu dingin nanti minyak akan menyerap ke dalam bakwan, jadi hasil gorengannya berminyak sekali. Jika terlalu panas nanti cepat gosong tapi bagian dalam masih 'nepungi' (masih mentah tepungnya, hehehee...)