Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snack. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)



Lagi-lagi postingan telat. Donat labu kuning ini saya buat sekitar 2 minggu yang lalu, sebelum liburan Chuseok di Korea. Di kulkas masih ada setengah bagian hobak (bahasa Korea untuk labu) dan sudah menganggur cukup lama, daripada keburu rusak akhirnya dieksekusi menjadi donat. Labu kuning yang saya pakai adalah jenis labu kuning kecil yang kulit luarnya berwarna hijau tua (seperti labu kabocha Jepang). Teksturnya lembek bila sudah dikukus. Ada juga labu kuning yang ukuran besar, yang kulit luarnya berwarna orange kusam atau orange cerah, labu jenis ini lebih legit bila dikukus dan tidak lembek.

Labu kuning langsung saya potong menjadi beberapa bagian, kemudian dikukus sampai semua bagian empuk. Kemudian dikeruk dengan sendok dagingnya dan dihaluskan. Sewaktu saya timbang, berat daging labunya tanpa kulit dapat kurang lebih 150 gram setelah dikukus. Oke, cukup lah untuk basis terigu sekitar 250 gram pikir saya. Langsung siapkan bahan-bahan yang lain. Tapi setelah saya uleni, saya merasa adonan terlalu lengket padahal penggunaan air sudah sedikit, mungkin karena penggunaan labu kuning yang bertekstur lembek ini. Akhirnya saya siapkan lagi terigu 50 gram, lalu saya tambahkan dulu setengahnya dan diuleni lagi, lumayan berkurang lengketnya. Kemudian saya masukkan lagi sisanya yang 25 gram tadi dan diuleni kembali dan adonan sudah pas 'feel'-nya ketika disentuh tangan. Jadi saya totalkan penggunaan terigu adalah 300 gram untuk 150 gram labu kuning kukus yang saya pakai.

Membuat donat ini tanpa cetakan, karena malas menggilas-gilas dan juga tidak punya cetakan donat. Jika mau bisa saja dicetak dengan mulut gelas, lalu tengahnya dilubangi pakai mulut botol air mineral. Tapi lagi-lagi saya malas, jadi adonan langsung saya bagi saja, ditimbang masing-masing sekitar 30 gram atau jika mau agak besar bisa ditimbang 40-50 gram (tapi makan satu juga jadi kenyang banget kalau besar, hehee...). Lalu saat mau digoreng dilubangi dengan menggunakan sumpit kayu, saat adonan digoreng lubang diputar-putar dengan sumpit kayu hingga terbentuk lubang bulat di tengah. Donatnya montok dan empuuukkk... Sudah 2-3 hari pun masih empuk asal disimpan di wadah kedap udara. Bisa dihangatkan kembali sebentar di microwave atau oven yang sudah dipanaskan.

Berhubung kemarin saat bikin langsung timbang-timbang, saya tidak mencatat berapa takaran bahan-bahan yang saya pakai waktu membuatnya. Setelah beberapa hari karena khawatir lupa kemudian saya catat di notepad HP saya. Qadarullah, HP saya mati karena masuk ke dalam mesin cuci tanpa disadari dan baru ketahuan saat mesin sudah selesai mencuci, saat mengeluarkan cucian dari mesin HP saya sedang duduk manis di dalam mesin cuci sudah bersih dan wangi, hikssss... Sempat sedih sekali, tapi ya memang sudah takdir HP-nya harus begitu kali ya. Maaf jadi curcol deh... :') . Sekilas info saja, abaikan bila tak penting, heheee...
Okay, kembali lagi ke masalah perdonatan, akhirnya saya berusaha mengingat kembali takaran-takaran resepnya dan kemudian saya catat di buku catatan agar nanti bisa saya praktekkan kembali. Sekarang saya tulis di blog mumpung lagi ada waktu dan semangat. Tapi kalau sekarang sih sudah hafal resepnya insya Allah, hihiii... Catatan saja, bahwa jenis labu kuning yang kita pakai mungkin akan berbeda-beda teksturnya. Jadi mungkin bisa dilakukan penyesuaian takaran terutama untuk jumlah cairan dan jumlah telur yang dipakai ya... Saya menggunakan labu kuning kecil yang berkulit hijau tua (seperti labu kabocha Jepang) yang teksturnya lembek setelah dikukus.





Here's the recipe...

PUMPKIN DONUTS (DONAT LABU KUNING)
by Ricke Indriani

Bahan:
150 gram labu kuning kukus (berat setelah dikukus tanpa kulit), haluskan
200 gram terigu protein tinggi/bread flour
100 gram terigu protein sedang/all purpose flour
20 gram susu bubuk
6 gram ragi instant
30 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla
2 kuning telur
50 ml susu cair dingin, sesuaikan dengan keadaan tepung (bisa lebih sedikit atau lebih banyak)
30 gram butter/margarine
1/2 sdt garam

Minyak goreng untuk menggoreng donat
Gula halus untuk taburan donat atau topping sesuai selera





Cara membuat:
1. Campurkan terigu, susu bubuk, ragi instant, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan kuning telur, labu kuning dan vanilla, campurkan aduk merata. Masukkan susu cair dingin sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket dan tidak lembek). Hentikan penambahan susu cair jika adonan dirasa sudah kalis.
2. Masukkan butter/margarine dan garam, uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan adonan ke talenan kayu atau alas kerja yang ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis dan elastis, permukaan adonan mulus dan licin. Bulatkan adonan, masukkan ke wadah/baskom. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan 20-30 menit.
3. Kempiskan adonan, uleni kembali sebentar agar licin kembali. Timbang adonan masing-masing 30 gram (atau sesuai selera beratnya). Bulatkan kemudian pipihkan masing-masing adonan, letakkan di loyang yang ditabur terigu tipis. Lakukan hingga adonan habis. Tutup dengan plastik wrap agar adonan tidak kering. Diamkan 15-20 menit.
4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang, kemudian kecilkan api. Lubangi bagian tengah donat menggunakan sumpit, lalu goreng sambil diputar-putar tengahnya menggunakan sumpit hingga terbentuk lubang bulat. Goreng hingga satu sisi kuning kecoklatan, lalu balik dan goreng kembali hingga sisi satunya kuning kecoklatan juga. Cukup dibalik satu kali saja.
5. Angkat dan tiriskan. Nikmati dengan taburan gula halus atau beri topping sesuai selera.

Note: Kondisi tepung dan jenis labu kuning yang dipakai bisa berbeda-beda kadar airnya, jadi sesuaikan jumlah susu cair yang ditambahkan ke dalam adonan. Tuang sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan susu cair bila dirasa adonan sudah kalis/tidak lengket.





Saya sekeluarga lebih suka menikmatinya dengan taburan gula halus saja, atau malah dimakan plain begitu saja. Karena donat ini empuk tapi mengenyangkan. Tapi jika ingin menambahkan aneka topping seperti coklat, keju, dan sebagainya silahkan sesuai selera ya. Terkadang Nadhifa juga suka ingin donatnya diberi topping keju atau meisses coklat :)

Selamat mencoba ya. Salam donat ;)

Senin, 30 September 2013

CILOK (ACI DICOLOK)



Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.

Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^

Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...




CILOK
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus

Isi sesuai selera, atau tanpa isi

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.




Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)

Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis

Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.

Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D

Selamat mencoba ^_^

Rabu, 18 September 2013

KUE TALAM LABU KUNING



Kue talam labu kuning ini saya buat beberapa hari yang lalu, menjelang sore. Jadilah kue talam ini sebagai teman ngeteh sore hari, bersama segelas teh hangat tawar di tengah cuaca yang sudah mulai berangin dingin. Alhamdulillah nikmat ^_^

Punya labu kuning perasaan sudah lama, beli karena lagi murah di sebuah supermarket dekat rumah. Trus ditaruh saja di pojokan dan terlupakan, hihihihhh... Setelah dieksekusi jadi kue talam ini alhamdulillah laris manis deh di rumah. Semuanya suka. Nadhifa pulang sekolah langsung melahap 3 biji, hehee...

Kue talam ini bermacam-macam. Biasanya terdiri minimal 2 lapis atau ada juga yang tiga lapis. Lapisan atas umumnya berwarna putih dengan rasa gurih santan atau ada juga yang berwarna coklat karena memakai gula merah. Di Indonesia lebih terkenal yang dibuat di cetakan mangkuk kecil-kecil ini (cetakan cucing), sedangkan di Malaysia kue talamnya dibuat di loyang dan dipotong-potong sebelum disajikan. Yang ini jenis talam manis, ada juga talam gurih seperti talam ebi.

Kue talam manis ada yang menggunakan umbi-umbian (ubi, talas, kentang, labu kuning, singkong, dsb) dan ada juga yang tanpa umbi. Bila membuat talam yang tanpa umbi biasanya saya menggunakan campuran tepung beras dan tepung sagu. Tepung beras untuk membuat kue menjadi lembut dan tepung sagu untuk efek agak kenyal.
Tapi untuk kue talam yang menggunakan umbi saya hanya menggunakan tepung sagu atau tapioka saja, karena umbi yang ditambahkan ke adonan sudah membuat kue menjadi lembut. Kemarin saat membuat saya sedang tidak punya tapioka, jadi saya subtitusi dengan tepung pati kentang/aci kentang (potato starch powder). Hasilnya hampir sama, hanya saja menurut saya lebih pas kenyalnya jika pakai tepung sagu/tapioka.
Kue talam ini biasanya menjadi salah satu jenis kue yang suka dipesan untuk isi snackbox. Di Indonesia biasanya jika membuat yang memakai umbi, saya pakai ubi kuning. Ini resep yang saya pakai ya... Saya kemarin hanya bikin setengah resep di bawah ini ya, karena yang makan cuma bertiga saja :)





Kue Talam Labu Kuning
by Ricke Indriani

Lapisan Kuning (Bawah):
500 gram labu kuning, dikukus
300 ml santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
1/2 sdt garam
150 gram tepung sagu/tapioka
175 gram gula pasir (silahkan ditambah jika suka lebih manis)
1/2 sdt vanili bubuk

Lapisan Putih (Atas):
400 ml santan kental matang
1/2 sdt garam
60 gram tepung beras
40 gram tepung sagu/tapioka
2 sdm gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk






Cara membuat:
1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
2. Lapisan bawah (kuning): Blender labu kuning dan setengah bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan tepung sagu/tapioka, garam, gula pasir dan vanili bubuk. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus 10 menit.
2. Lapisan atas (putih): Campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (kuning) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas 'set' (memadat). Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.

Note: Kadar air dalam labu kuning yang digunakan bisa berbeda-beda. Kebetulan saya menggunakan labu kuning yang kadar airnya sudah cukup banyak dan lembek setelah dikukus (labu kuning yang kecil, kulit luarnya hijau). Tapi ada juga jenis labu kuning yang kadar airnya lebih sedikit dan setelah dikukus bertekstur legit. Jumlah santan pada lapisan kuning bisa disesuaikan, adonan akhir cukup kentalnya, tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu berat.

Selamat mencoba :)

BRONKETEM, BOLU GULUNG PANDAN KEJU, KUE LUMPUR KENTANG DAN PUDDING MOSAIC FOR MBA ANGGI

Pesanan ini dipesan oleh Mba Anggi untuk acara farewell-nya karena Mba Anggi dan keluarga mau back for good ke Indonesia dan selanjutnya in sya Allah akan lanjut ke Australia. Semoga dimudahkan segala urusannya dan sukses di tempat yang baru ya untuk Mba Anggi dan keluarga. Aamiin... Kebetulan saya dan keluarga juga diundang ke rumah Mba Anggi di Incheon jadi kuenya sekalian saya bawa.





Terima kasih sudah memesan ya Mba and see you again someday in sya Allah ^_^

Selasa, 03 September 2013

KUE LUMPUR LABU KUNING FOR PESANTREN RAMADHAN KMI


Kue lumpur labu kuning yang foto di atas ini adalah kue lumpur yang saya bawa ke Mushalla Nurul Hidayah untuk ikut memberi tambahan takjil berbuka bersama di Mushalla Ramadhan yang lalu. Ingin membawa sesuatu dan teringat labu kuning yang masih ada belum dieksekusi, akhirnya saya buat kue lumpur labu kuning ini. Resepnya saya gunakan resep yang sama seperti kue lumpur kentang yang sebelumnya pernah saya posting di blog ini. Hanya saja saya ganti kentang dengan labu kuning dan menggunakan susu cair bukan santan karena sedang tidak punya stok santan di rumah. Jumlah cairannya saya kurangi karena labu kuning yang saya pakai yang jenis kecil (kulitnya berwarna hijau), bila sudah dikukus hasilnya lebih basah dan lembek daripada kentang atau labu kuning yang jenis besar yang legit.
Ternyata saat akan pulang, pengurus Mushalla kemudian memesan kue lumpur ini untuk acara Pesantren Ramadhan KMI (Komunitas Muslim Indonesia) Korea Selatan yang diadakan di Anseong. Pesan sekitar 60 biji. Subhanallah, saya memberi kue lumpur sekitar 25 biji malah berbuah order sebanyak 2x lipatnya lebih. Rejeki dari Allah yang nyata di bulan-Nya yang mulia :)



Kue lumpurnya saya bikin 2 macam dari adonan yang sama, setengah bagian saya beri pasta pandan jadi berwarna hijau ^_^

SIOMAY BANDUNG, BAKSO SAPI DAN CAKE PANDAN MARMER FOR MBA ZANTIA

Kebetulan Mba Zantia, teman Indonesia yang tinggal di Pyeongtaek (kota tetangga paling yang berbatasan langsung dengan Anseong) mau main ke rumah Bunda Nabil, lalu sekalian pesan siomay bandung, bakso sapi frozen dan cake pandan marmer. Ternyata saat hari kedatangan Mba Zantia itu pas dengan hari ulang tahunnya, hihihiii... Alhamdulillah jadi ulang tahunnya bisa makan makanan kesukaan ya Mba ^_^



Terima kasih sudah order ya Mba Zanti ^_^

RISOLES RAGOUT SAYURAN DAN VANILLA CREAM PUFFS FOR MUSHALLA NURUL HIDAYAH ANSEONG


Ini pesanan Mushalla Nurul Hidayah, satu-satunya mushalla di kota Anseong, Korea selatan yang diprakarsai teman-teman pekerja Indonesia. Sebenarnya disini disebutnya Masjid, karena dipakai juga pelaksanaan sholat Jum'at dan sholat Hari Raya, tetapi di Korea ini yang disebut Masjid biasanya hanya seukuran Mushalla di Indonesia dengan menyewa ruangan di sebuah gedung atau ruko. Tetapi di kota besar seperti Seoul dan Busan ada juga Masjid besarnya.
Kue ini dipesan untuk takjil saat ada acara buka puasa bersama di minggu awal Ramadhan yang lalu (ketauan lagi deh postingannya telat banget, hehee...). Pengurus Mushalla memesan dua jenis yang asin dan yang manis. Jadi saya buatkan risoles isi ragout sayuran dan vanilla cream puffs (kue sus isi krim vanilla). Selain kedua jenis yang dipesan ini saya juga membuatkan bubur kacang hijau untuk tambahan takjilnya.


KLAPPERTAART, RISOLES AND BAKSO SAPI FOR 'ONE INDONESIA DAY' DAY EVENT, SOUTH KOREA

Hwaaaaaa.... lama sekali tidak update blog, hiksss... Entah kenapa akhir-akhir ini benar-benar sedang terserang virus blogging blue akut... T__T , jangankan menulis postingan blog, nengokin blog saja tidak :(
Maafkan ya untuk para pembaca setia blog ini, kalau berkunjung ternyata belum ada postingan baru. *tutup muka pake panci

Bismillah, mulai mencicil upload foto-foto pesanan dulu ya. Kali ini adalah klappertaart, risoles dan bakso sapi yang saya bawa ke event One Indonesia Day di Korea Selatan akhir Juni yang lalu, ini adalah event tahunan yang diadakan WNI dimana ada hiburan kesenian, lomba, stand produk, dsb. Alhamdulillah saya kali ini bisa membuat beberapa produk walaupun tidak terlalu banyak dan memang tidak gelar lapak di stand tetapi hanya membawa pesanan yang sudah PO sebelumnya dan diambil di stand. Total keseluruhan klappertaart loyang medium 12 loyang, bakso sapi 120 pcs (6 packs), dan risoles beef mayo 50 pcs (10 packs). Itu sudah alhamdulillah bagi saya sebagai warga baru Korea yang baru tinggal 2 bulan saja di Korea waktu itu :) (ketauan deh betapa telatnya postingan ini, hehehee...). Terima kasih juga untuk adik cantik dan sholehah Mutiara yang sudah mengizinkan saya numpang menaruh pesanan di stand-nya ^_^





Terima kasih ya yang sudah memesan, walaupun telat banget ucapan terima kasih di blognya :D

Jumat, 21 Juni 2013

RISOLES RAGOUT SAYURAN FOR MBA ZANTI



Risoles ini juga postingan telat, sudah saya bikin dari akhir April, hihiii... Untung cuma fotonya saja yang 'basi', kalau risolesnya yang basi kan kacau :D
Risoles ini dibawa sebagai potluck untuk undangan acara makan-makan di rumah Mba Zanti di Pyeongtaek. Pyeongtaek adalah kota tetangga yang paling dekat dari Anseong (kota dimana saya tinggal). Waktu itu bingung mau bawa potluck apa karena saya belum punya oven maupun kukusan, baru punya penggorengan dan panci, hehee... Akhirnya ya sudah bikin yang digoreng-goreng saja deh, saya dan Mba Yuyun (tetangga saya yang satu gedung dengan saya yang juga datang ke acara Mba Zanti) akhirnya memutuskan membawa potluck bersama-sama yaitu risoles ini.

Risoles ini saya bikin malam harinya, kemudian dimasukkan ke ziper bag dan disimpan di freezer. Dan besoknya sebelum berangkat baru digoreng. Resep kulitnya sama dengan resep kulit amris (amrican risoles) yang sudah beberapa kali saya posting, hanya isiannya ragout sayuran. Nah, kalau bikin ragoutnya saya seperti memasak saja, tidak pakai takaran pasti. Kebanyakan saya kalau memasak suka begitu cemplung-cemplung jadi deh, hehee...
Terdiri dari wortel dan kentang yang dipotong kotak-kotak kecil, jagung manis kalengan (atau fresh, karena disini cuma ada jagung manis yang kalengan), ayam suwir dan daun bawang. Bumbunya bawang putih ditumis sampai harum, masukkan wortel dan kentang, kemudian diberi susu cair secukupnya. Masukkan jagung manis dan ayam suwir, masak hingga susu agak menyusut sedikit. Bumbui dengan garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya. Beri sedikit terigu untuk mengentalkan masak hingga kental. Matikan api kemudian panas-panas beri sedikit margarin. Aduk rata. Dinginkan dan siap dipakai deh :)


(Sebagian kulit risoles yang sudah didadar)


(Risoles beku baru keluar dari freezer, siap digoreng)


Risolesnya sebagian dibikin bentuk segitiga dan sebagian lagi digulung biasa, isinya sama aja sih, cuma lagi iseng aja dibentuk berbeda-beda. Buat yang belum tau cara membentuk risoles sigitiga, mohon maaf saya tidak sempat membuat foto step by stepnya karena waktu bikin sudah lumayan larut malam dan memang kalau memotret pada saat sedang proses memasak terkadang suka malas kecuali sedang bagus mood-nya (hayaahhh si mood segala dibawa-bawa, hihihiii...). Coba browsing saja ya siapa tau saja ada teman blogger lain yang pernah posting. Kapan-kapan kalau bikin lagi deh ya, semoga si good mood datang, hehee...

Senin, 10 Juni 2013

PLEASE VOTE: SOSIS SOLO IN 'FOOD RECIPE CONTEST' IN SOUTH KOREA

Dear teman-teman pembaca setia blog Ordinary Kitchen ^_^
Kebetulan di Korea sedang ada kontes online di Facebook 'FOOD RECIPE CONTEST' untuk para expat (orang asing) yang tinggal di Korea dan saya mengikutsertakan resep SOSIS SOLO untuk mewakili makanan khas Indonesia :)
Mohon kesediaan teman-teman untuk membantu memberikan vote untuk foto SOSIS SOLO beserta resepnya yang ada di page event FOOD RECIPE CONTEST ini ya...

Silahkan buka/klik link berikut ini, kemudian berikan LIKE pada fotonya dan jika berkenan bisa dibagikan/share juga:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4231843134055&set=oa.612094282136632&type=1&relevant_count=1&ref=nf

Resep yang saya tulis sama dengan resep SOSIS SOLO yang saya posting di blog ini, bisa dilihat disini, hanya saja saya tulis dalam bahasa Inggris. Semoga bisa lebih memperkenalkan Indonesia dan makanan khasnya di mancanegara terutama di Korea.





Yuuukkk... Bantu dan berpartisipasi memberikan vote untuk makanan khas Indonesia, masih butuh banyak vote untuk mengejar ketertinggalan dari kontestan negara lain :)

Terima kasih. Kamsahamnida ^_^

Selasa, 04 Juni 2013

GYEONGBOKGUNG PALACE DAN SOSIS SOLO

Annyeong haseyo ^_^

Judulnya tak nyambung banget ya? Hehehee... Ya disambung-sambungin saja kalau begitu ^^ #maksa :D
Saya beri judul 'Gyeongbokgung Palace dan Sosis Solo' karena saya mau berbagi cerita sedikit tentang Gyeongbokgung Palace yang saya kunjungi waktu saya dan keluarga ke Seoul beberapa waktu yang lalu. Kami ke Seoul sebenarnya tujuan utamanya adalah memenuhi undangan dari Profeesor Lee (academic supervisor dari suami saya) untuk makan malam di sebuah family restaurant yang berada di Gangnam, Seoul. Undangan makan malam tersebut sekitar pukul 7 malam, kami sengaja berangkat lebih awal karena hendak sekalian berkunjung ke Gyeongbokgung Palace ini. Kami tiba di terminal express bus Seoul sekitar pukul 4 sore dan langsung naik subway train menuju ke Gyeongbokgung Palace. Setibanya di Gyeongbokgung kami hanya bisa mengeksplornya dengan waktu sekitar 1,5 jam saja, karena jam 6 sore istana sudah ditutup untuk umum, hanya boleh di bagian tamannya saja. Selain itu kami juga harus bersiap-siap menuju Gangnam untuk memenuhi undangan Professor.




Sekilas tentang Gyeongbokgung Palace, Gyeongbokgung sendiri artinya Istana Gyeongbok, terletak di jantung kota Seoul tepatnya di sebelah utara. Istana ini adalah istana terbesar yang dibangun Dinasti Joseon pada masa kerajaan dulu, selain istana Gyeongbok juga ada 4 istana lainnya di tempat yang berbeda.
Sebenarnya Gyeongbokgung pada awalnya merupakan komplek istana yang sangat luas, namun telah dihancurkan oleh Jepang saat invasi ke Korea pada tahun 1592-1598. Kemudian dibangun kembali pada zaman pemerintahan Raja Gojong sekitar tahun 1952 dan mendirikan komplek istana yang terdiri dari sekitar 6000-7000 ruangan. Namun saat Jepang kembali menjajah Korea pada tahun 1900-an, istana ini kembali dihancurkan hampir seluruh bangunannya kecuali 10 bangunan utamanya. Sekarang Gyeongbokgung sudah direnovasi oleh pemerintah Korea dan dibuka untuk umum.

Untuk menuju ke tempat wisata sejarah ini tidaklah sulit, dari terminal express bus antar kota di Seoul, kita bisa langsung keluar terminal dan menuju ke subway train station (stasiun kereta bawah tanah) yang berada di bawah terminal. Kemudian naik kereta di Line 3 dan turun di stasiun Gyeongbokgung. Harga tiket masuk ke Gyeongbokgung juga cukup murah, hanya 3000 won untuk dewasa dan gratis untuk anak-anak. Kami tidak sempat mengeksplor seluruh bagian komplek istana karena keterbatasan waktu, tidak sempat mengunjungi Hyangwonjeong, National Palace Museum dan National Folk Museum yang ada di komplek istana ini.








Nah, mengenai si sosis solo (tetep ke soal makanan lagi, hihiii...), saya memang membuat sosis solo ini untuk bekal rekreasi kami ke Gyeongbokgung. Selain sosis solo saya juga membuat chocolate muffin tetapi tidak sempat saya potret, kami juga membawa juice jeruk dan air putih tentunya. Kebetulan di samping istana (masih di dalam komplek istana) ada taman yang asri sekali dengan danau yang berada di samping taman. Pengunjung banyak yang duduk-duduk di taman sambil beristirahat. Tapi walaupun banyak pengunjung, tak akan terlihat ada sampah bertebaran, sangat terpelihara kebersihannya. Selain karena ada petugas yang dengan sigap mengambil sampah walau hanya bungkus kecil sekalipun, juga tidak ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan :)

Balik lagi ke sosis solo, hehee... Saya memutuskan untuk membuat sosis solo ini karena ada stok daging giling halal yang saya beli di foreign mart. Biasanya jika membuat sosis solo saya menghaluskan kembali daging gilingnya menggunakan blender yang untuk daging. Namun karena saya disini belum memiliki blender (kasian deh, hihiii...) jadi saya langsung memakainya tanpa dihaluskan kembali jadi tekstur dagingnya agak kasar. But it's not a problem at all, tak merubah rasa sama sekali, tetap enak ^_^
Sosis solo merupakan salah satu jenis risoles (savory pancake roll) khas Indonesia, yaitu dari daerah Solo. Sosis solo ini biasanya diisi dengan daging giling atau ayam giling yang diberi bumbu dan dimasak, kemudian digulung, dicelup ke kocokan telur dan digoreng sampai kecoklatan. Nikmat disajikan hangat dengan cabai rawit atau saus sambal.




SOSIS SOLO
by Ricke Indriani

Bahan kulit:
300 gram terigu protein sedang/tinggi
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm gula pasir
4 buah telur ukuran besar, kocok lepas
700 ml air
3 sdm margarin, lelehkan

Bahan isi:
500 gram daging sapi giling, haluskan (atau daging ayam direbus, suwir dan haluskan)
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, cincang halus
1 batang daun bawang, iris halus
1,5 sdt garam (atau sesuai selera)
1 sdt gula pasir
1/4 merica bubuk
1/4 ketumbar bubuk
100 ml air
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Pelapis:
1-2 butir telur, kocok lepas





Cara membuat:
1. Buat isinya: Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan daging giling, aduk hingga berubah warna. Tuang air. Masukkan garam, gula pasir, merica bubuk dan ketumbar bubuk. Aduk rata. Masak hingga airnya kering sambil sesekali diaduk. Masukkan daun bawang, masak sebentar. Matikan api. Cicipi, tambahkan bumbu jika ada yang kurang. Dinginkan.
2. Buat kulit: Campur terigu, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan telur dan tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan hand whisk sampai halus. Saring agar tidak ada gerindil kasar. Masukkan margarin leleh. Aduk rata.
3. Panaskan wajan datar anti lengket, oles sedikit dengan margarin. Tuang 1 sendok sayur, ratakan adonan dengan memutar wajan. Dadar hingga matang dan lakukan sampai adonan habis.
4. Ambil selembar kulit, beri isi daging. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.
5. Panaskan minyak untuk menggoreng, celupkan sosis solo ke kocokan telur, goreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan dengan cabai rawit atau saus sambal.



Selamat mencoba. Salam from South Korea. Annyeonghi gyeseyo ^_^

Minggu, 24 Maret 2013

KUE LUMPUR PANDAN (INDONESIAN TRADITIONAL MUD CAKE IN PANDAN FLAVOR)



Saya membuat kue lumpur pandan ini untuk cemilan putri kecil saya Nadhifa yang memang suka dengan kue lumpur ini.
Kali ini saya tidak menggunakan mixer, hanya diaduk menggunakan hand whisk saja. Biasanya pakai mixer kecepatan rendah untuk mencampur adonan, tapi karena peralatan baking sudah dibereskan untuk persiapan pindahan. Jadi saya buat dengan hand whisk saja. Saya juga sudah malas mengotori oven tercinta yang sudah dibersihkan, tabung gas untuk oven juga sudah kosong gak niat untuk diisi lagi, hihihiiii... Langsung aja deh nyamber cetakan kue lumpur.

Kue lumpur ini salah satu kue yang cukup terkenal di Indonesia. Menurut informasi, kue lumpur berasal dari Jawa Barat. Tetapi hampir di setiap daerah ada kue lumpur ini. Disebut kue lumpur mungkin karena adonannya mirip seperti lumpur. Resep yang ada sangat bervariasi baik dari komposisi resep maupun cara membuatnya. Ini adalah resep andalan yang biasa saya pakai baik untuk konsumsi keluarga maupun orderan/jualan. Teksturnya lembut dan legit. Selain varian pandan, bisa juga dibuat original. Toppingya selain kismis bisa juga ditambahkan daging kelapa muda.
Saya hanya membuatnya hanya setengah resep saja, karena hanya untuk konsumsi pribadi. Yang saya tulis ini adalah resep full (1 resep) ya. Resep yang original dulu sudah pernah saya posting. Sekarang posting versi pandan.




KUE LUMPUR PANDAN
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram kentang kukus, haluskan (berat kentang setelah dikukus)
250 ml air
75 gram margarin
150 gram terigu protein sedang, ayak
150 gram gula pasir
1/4 sdt garam
6 butir telur
400 ml santan, masak dengan daun pandan hingga mulai mendidih, dinginkan (agar kue tidak cepat basi)
2 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/2 sdt vanili bubuk
1-2 sdt pasta pandan (sesuai selera)
Kismis untuk topping

Cara membuat:
1. Panaskan air, margarin, garam dan gula pasirhingga mendidih. Matikan api. Masukkan terigu. Aduk rata. Nyalakan kembali api kecil, aduk-aduk hingga kalis dan tidak menempel di panci. Angkat. Masukkan gula pasir dan vanilli bubuk. Aduk rata.
2. Pindahkan adonan terigu ke wadah yang besar. Masukkan kentang halus. Campur rata. Biarkan agak dingin.
3. Tambahkan telur satu persatu sambil dikocok rata (bisa menggunakan mixer kecepatan rendah atau hand whisk) hingga semua telur habis.
4. Tuang santan yang sudah dicampur dengan pasta pandan sedikit demi sedikit sambil dikocok rata dengan mixer atau hand whisk.
5. Panaskan cetakan kue lumpur. Olesi sedikit minyak goreng atau margarin. Tuang adonan ke dalam cetakan. Tutup sebentar hingga adonan setengah matang. Beri kismis. Tutup kembali dan masak hingga kue matang dan permukaan kue sudah tidak lengket/basah lagi. Angkat.

Tips:
- Jika mau diganti umbi lain, bisa saja, ganti kentang dengan umbi lainnya dengan jumlah yang sama. Misalkan kue lumpur ubi ungu, kue lumpur labu kuning, dsb.
- Saat menuangkan santan ke dalam adonan, lakukan sedikit demi sedikit secara bertahap. Agar adonan terigu+kentang bisa menyatu dengan baik dengan santan. Tuang sedikit, kemudian diaduk rata. Tuang lagi sedikit, aduk rata lagi. Lakukan hingga semua santan habis.

Happy baking! ^_^


Owh, dan kue lumpur pandan ini saya setorkan juga untuk ikut meramaikan event NCC JITW (Jajanan Indonesia Tradisional Week) dan alhamdulillah resmi mendapatkan badge JITW untuk dipasang di blog. Thanks para host ^_^