Selasa, 09 November 2010

SIMPLY TIRAMISU FOR ANDIN



Tiramisu ini dipesan oleh Andin, bumil yang lagi hamil 4 bulan. Suka sama keju dan kopi, cocok lah pesennya tiramisu. Pesennya yang simple aja karena buat dimakan sendiri di rumah.
Mintanya pake spongecake vanilla aja coz gak begitu suka sama coklat. Padahal biasanya aku pakai spongecake coklat untuk layernya, diberi DCC serut di tiap layernya dan atasnya diberi hiasan chocolate modelling juga. Tapi ya sudah sesuai pesanan jadi atasnya pun hanya aku kasih garnish beberapa cherry dan strawberry aja.



Alhamdulillah si bumil suka dengan tiramisunya, creamy dan lembut katanya ^_^
Makannya dieman-eman (disayang-sayang, heheheee...). Tapi ternyata beda selera sama suaminya yang lebih suka coklat, katanya kurang nyoklat, hahahaaaa... Lha yang ngidam istrinya kok ya dan istrinya gak begitu suka coklat, hihihhiiiii... Klo mau Pak Ari pesen lagi aja cake yang nyoklat sama aku, xixixixiixixiiiii...

Thanks buat orderannya ya Andien, semoga kehamilannya sehat selalu dan diberikan keturunan yg sholeh/sholehah. Amiiiinnnnn.... Ditunggu next ordernya ;)

LAPIS SURABAYA GREEN TEA



Pengennnn bangedh makan lapsur, tapi tadinya malessss bangedh mau bikinnya. Trus terang emang paling males bikin kue boros telur klo bukan buat pesanan (klo pesanan kan balik modal yah, xixixixixiiiiii...).
Tapiiiii... Akhirnya rasa malas itu terkalahkan juga oleh hasrat ingin gigit lapsur, kekekekekekkkkk...
Setelah Nadhifa bobo siang, langsung deh 'tancap gas' demi si lapsur ini, padahal dapur baru aja diberesin jadinya agak berantakan lagi deh! :(

Nah, pas mau ngambil maizena, eh lihat toples kecil berisikan matcha powder alias bubuk green tea. Langsung deh, trink! Lapsur Green Tea!
Pernah lihat di blognya Mba Rachmah lapsur green tea, tapi yang ada resep lapsur biasa. Ya sudah, sekalian nyobain resep lapsurnya Mba Rachmah yang pake mentega dicairkan, biasanya aku klo bikin pakai resep lapsur yang menteganya dikocok (pakai resep Bu Fatmah NCC).
Hasilnya, yang resep ini cakenya lebih ringan dan spongy. Sedangkan yang pakai menteganya dikocok hasilnya lebih padat tapi lembut. Tapi dua-duanya enak kok. Hiyyyaaaa... Masa udah pake telur dan mentega seabreg ga enak siihhhhh... Hweheheheeee.... :p

Atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab (Pancasila kaleee...) aku bikin 1/3 resep ajah. Pake 3 buah loyang brownies ukuran standar. Teuteup masih gak rela mengocok 30 biji kuning telur hanya untuk dimakan sendiri, heuheuheuuuu.... Resep asli punya Mba Rachmah, hanya lapisan kedua aku tambahkan 2 sdt bubuk green tea yang dilarutkan dengan sedikit air. Hmmmmm...enakkkkkk... aroma butter dan green tea berpadu, kerennnn deh! *narsisdotcom
Trus rasa green teanya memberi sensasi tersendiri, ada rasa teh sepet-sepet gimana gituh. Pokoknya enak banget deh! Kunikmati sore ini bersama secangkir teh pahit hangat. Duduk menunggu suami tercinta pulang kantor di teras rumah bersama Nadhifa yg dengan gembulnya melahap 2 potong lapsur dalam sekejap saja, kekekekekkkkkk....

Klo Mba Rachmah pake metode yang adonan telur, emulsifier dan tepung-tepungan dikocok jadi satu sampai kental dan berjejak. Aku pakai metode sponge cake biasa yang telur, gula dan emulsifier dikocok sampai putih dan kental, baru dimasukkan tepung-tepungan. Silahkan dipilih aja mau pakai cara yang mana, yang penting kuenya jadi dan gak bantat, heheheee...
Resep asli lihat disini.

Lapis Surabaya (1 resep)
Recipe by Rachmah Setyawati, modified by Ricke

Bahan:
30 butir kuning telur
6 butir putih telur
300 gr gula pasir
20 gr emulsifier
160 gr tepung terigu protein sedang (segitiga biru)
30 gr susu bubuk full cream
25 gr tepung maizena
300 gr mentega, cairkan
1 sdm coklat pasta / 20gr coklat bubuk (aku pakai green tea bubuk/matcha powder dilarutkan dengan sedikit air)
Vanilla essence
250 gr selai nanas (aku pakai selai strawberry)

Cara membuat:
1. Panaskan oven 160'C. Siapkan 3 buah loyang persegi ukuran 24x24x4 cm olesi mentega dan alasi dengan kertas roti. Sisihkan.

2. Campur dan ayak terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan.

3. Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang, putih dan kental sekali dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan essence vanilla. Kocok rata sebentar.

4. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan mixer kecepatan paling rendah sampai rata.

5. Masukkan mentega cair, aduk rata dengan spatula. Pastikan seluruh mentega sudah tercampur rata, jangan ada yang mengendap. Bagi adonan 3 bagian, beri satu bagian adonan dgn pasta coklat (aku dicampur larutan green tea bubuk). Tuang ke dalam loyang dan panggang selama 25-30 menit / hingga matang dan permukaannya kecoklatan.

6. Jika sudah matang, angkat, segera balik kue dari loyang, dinginkan.

5. Setelah dingin, perciki setiap lapisan cake dengan simple sirup (aku gak pakai), kemudian olesi dengan selai dan tumpuk ketiga lapisan cake. Tekan sedikit agar menempel. Rapikan pinggiran cake agar terlihat cantik.

Note:
- Pada dasarnya bisa menggunakan resep lapsur yang mana aja, tinggal dikasih green tea bubuk aja pada 1/3 bagian adonan. Resep lapsur yang menteganya dikocok bisa dilihat di website NCC disini.
- Kuncinya ada di kualitas mentega/butter yang kita pakai, jadi semakin enak butternya, semakin enak juga hasilnya. Tapi klo baru mau uji coba bisa pakai margarin aja dulu, biar gak nangis guling-guling klo cakenya gagal, kekekekekkkkk... :D
- Aku bikin sepertiga resep di atas (tinggal bagi tiga aja), dipanggang menggunakan 3 buah loyang brownies ukuran standar.

STRAWBERRY JCC LOAF for BU AGUS



Bu Agus ini tetangga di komplek tapi beda blok. Beliau memang penggemar cheesecake. Sebenarnya beliau pesan JCC ukuran standar untuk ultahnya nanti tanggal 25 November. Tapi karena keburu pengen duluan, ya sudah beliau minta dibuatkan juga untuk dimakan sendiri, minta yang ukuran kecil aja dan toppingnya strawberry segar (Bu Agus ini sedang hamil 3 bulan, jadi kayak gidam gitu). Kebetulan suamiku juga minta dibuatkan JCC juga weekend kemarin. Ya sudah sekalian aja dibikinin deh, satu resep dibagi 2 untuk Bu Agus dan suamiku tercinta, heheee... Tapi untuk suamiku ga pake topping, cuma disiram strawberry glaze aja.

JCC-nya aku buat di loyang loaf, diberi olesan whipped cream, toppingnya strawberry segar organik yang dioles jelly dan diberi strawberry glaze.
Alhamdulillah ekspresi beliau senang sekali waktu aku antar cakenya. Siangnya beliau sms katanya kuenya enak dan semuanya suka termasuk suami dan anaknya. Alhamdulillah... ^_^

CHOCOLATE BANANA MUFFINS



Ini dia penampakan banana chocolate muffins hasil mengolah pisang ambon yang hampir bonyok alias udah mateng banget, heheheeee...
Dapet pisang ambon yang emang udah mateng dari petani pas pameran. Udah dibagi-bagi juga masih aja ada sisa...

Karena hari ini sibuk (caileee gaya, kekekekkkk...) ngerjain pesanan kue, jadi ga mau bikin yang ribet-ribet, ya sudah jadilah dibikin muffin aja. And this is it! Banana chocolate muffins! ^_^

Resepnya pakai resep banana bread yg kemarin aku posting, ditambah coklat bubuk 1/4 cup (30 gram), soda kuenya jadi 1 sdt, gula pasir 1 cup (200 gram) dan diberi taburan chocolate chips. Panggang dengan suhu lebih tinggi agar adonan segera naik dan mengembang. Hasilnya? Scrumptious! ^_*

Ini resepnya aku tulis lagi yang sudah dimodifikasi ya...

Chocolate Banana Muffins
(Adapted from 'Banana Bread Recipe' by Joy of Baking, modified by Ricke 'Bunda Nadhifa')

Ingredients:
1 3/4 cups (230 grams) terigu serba guna (protein sedang/segitiga biru)
1/4 cup (30 gram) coklat bubuk
1 cup (200 gram) gula pasir
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
1/4 sdt garam (klo pake margarin/salted butter ga usah pake)
2 butir telur ukuran besar, kocok lepas
1/2 cup (113 grams) butter/margarin, lelehkan dan dinginkan
3-4 buah pisang ambon/cavendish matang (sekitar 400-450 grams), hancurkan dengan garpu
1 sdt pure vanilla extract (aku pakai essence vanilla)

Garnish (optional):
Chocolate chips

Directions:
1. Panaskan oven 200'C. Siapkan paper cup muffin (bluder cup) atau loyang muffin yang dialasi paper cup untuk cupcake untuk ukuran yang lebih kecil. Sisihkan.
2. Dalam sebuah mangkok/baskom yang agak besar, aduk dan ayak terigu, coklat bubuk, baking powder, soda kue dan garam. Masukkan gula pasir. Campur rata. Sisihkan.
3. Dalam mangkok lain, campur pisang, telur, mentega leleh dan vanilla. Aduk rata. Masukkan ke dalam campuran tepung dan aduk perlahan dengan spatula karet. Aduk cukup hanya sampai bercampur saja, tidak usah sampai lembut dan halus. Biarkan testurnya masih bergerindil.
4. Tuang ke dalam paper cup. Taburi chocolate chips di atasnya. Panggang dalam oven selama 30 menit atau sampai matang dan permukaannya kering (sesuaikan dengan oven masing-masing ya...). Lakukan tes tusuk dengan tusuk gigi atau lidi bersih. Keluarkan dari oven. Sajikan hangat.

Note:
- Saat pertama masuk oven panggang dengan suhu tinggi sekitar 200'C, biarkan hingga adonan naik. Setelah adonan naik, suhu oven bisa diturunkan menjadi 180'C dan teruskan memanggang hingga matang sempurna.

BLACK FOREST KUKUS FOR IRMA'S MOTHER



Alhamdulillah, sempet juga jepret foto cake pesanan, heheheee... Kebanyakan ga sempetnya :D
Ini salah satu orderan yang aku kerjakan minggu ini. Pesanan dek Irma (aku sebut dek karena yang pesan masih SMA, heheee...) untuk Ibunda tercinta yang berulang tahun.

Tadinya pesannya brownies kukus, karena ibunya suka brownies kukus. Tapi minta didekor agar penampakannya seperti cake ultah. Ya sudah aku tawarkan didekor ala black forest aja dan dia setuju. Jadilah black forest kukus dengan desain minimalis ini ^_^
Cherry-nya cuma 3 biji, karena requestnya gak usah pake buah apa-apa. Tapi buat mempermanis tetep aku kasih cherry merah sedikit aja. Semoga berkenan ya... ^_^



Base cake: Brownies kukus hitam manis
Filling: Coklat dan selai blueberry
Cover: Whipped cream
Topping: Coklat serut hitam putih
Pagar coklat bentuk stick
Papan ucapan coklat motif arabesque dan garnish cherry merah

Selamat Hari Lahir untuk Ibundanya dek Irma, semoga selalu dilimpahkan kesehatan dan kesejahteraan.
Untuk dek Irma, terima kasih atas pesanannya ^_^

LUMPIA KEJU RAGOUT (CHEESE AND RAGOUT SPRING ROLLS)



Asli ketagihan makan lumpia keju yang pakai isian ragout ini. Nyesel kenapa tadi cuma beli kulit lumpia sebungkus di tukang sayur, isinya cuma 10 lembar. Hasilnya sesaat setelah matang langsung ludes, Nadhifa nyobain sebiji aja, gak boleh banyak-banyak, nanti Bunda dan Abinya gak puas, hahahaaa.... :D
Tadi aja makannya udah kayak orang lagi lomba makan lumpia, xixixixixiiii... :p

Isiannya ragout dari jamur kancing, wortel, udang dan daun bawang (semua bahan-bahan itu memang yang lagi ada di kulkas). Lalu diberi keju Quick Melt yang dipotong sebesar jari kelingking. Klo mau lebih ngeju dipotong sebesar jempol juga boleh, xixixixixixiiiiii...
Makannya cuma dicocol sama saus sambal botolan yg dicampur sedikit saus tomat. Yummy... ^_^

Lumpia Keju Ragout
by Ricke 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
10 lembar kulit lumpia
Keju Quick Melt secukupnya, potong-potong sebesar kelingking
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng

Ragout:
2 buah wortel, parut kasar
Jamur kancing kalengan secukupnya, cincang kasar (tadi kira-kira pakai 6-8 buah ukuran sedang)
100 gram udang kupas, cincang kasar
1 batang daun bawang, iris halus
2 siung bawang putih, cincang halus
Garam, merica bubuk, gula pasir secukupnya (sesuai selera aja ya...)
1 sdm terigu serba guna
1/4 gelas air kaldu (bisa dari kaldu kulit/kepala udang atau 1/4 sdt kaldu bubuk dilarutkan dengan 1/4 gelas air)
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Perekat:
1 sdt terigu, larutkan dengan sedikit air cukup sampai agak kental

Cara membuat:
1. Ragout: Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan udang, aduk hingga berubah warna, masukkan wortel dan jamur. Aduk hingga layu. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Aduk rata. Masukkan daun bawang. Aduk rata. Tambahkan terigu. Aduk rata. Masukkan air kaldu. Aduk hingga mengental. Angkat. Dinginkan.
2. Ambil selembar kulit lumpia, beri ragout dan letakkan potongan keju Quick Melt diatasnya. Lipat dan gulung sambil dipadatkan. Lakukan hingga habis.
3. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang hingga kecoklatan. Angkat. Tiriskan. Sajikan hangat dengan saus sambal botolan.

Note:
- Kasih garamnya sejumput aja yah, biar gak terlalu asin. Soalnya klo pakai keju Quick Melt rasanya sudah cukup asin.
- Klo mau sedikit tambah modal, pakai potongan keju mozarella lebih oke. Tapi menurutku pakai Quick Melt aja udah enak banget kok.

Selamat mencoba! ^_^

BANANA BREAD



Apa bedanya dengan banana cake? Hmmmm... Mungkin di cara pembuatan dan juga teksturnya kali yah. Klo banana cake (klasik) biasanya dibuat dengan cara buttercake type (creaming methode) yaitu mentega+gula dikocok terlebih dahulu baru dimasukkan bahan-bahan lain. Tekturnya padat dan legit.
Nah, klo banana bread ini dibuat dengan muffin methode yaitu mencampurkan bahan basah ke bahan kering kemudian diaduk jadi satu. Ini disebut juga 'Quick Bread' karena cara pembuatannya relatif cepat. Teksturnya lebih empuk, agak berongga seperti roti. Jadinya cake yang bread wanna be kali yah, heheeee...

Actually, I'm not banana lover. Tapi klo makan banana bread ini bisa habis berpotong-potong ^_^
Resepnya aku adaptasi dari Joy of Baking, one of my favourite foodie website. Membaca narasi si penulis tentang betapa seringnya dia membuat banana bread ini sampai sering beli pisang dan gak sabar menunggu pisangnya benar-benar matang, hmmmm... Tentu saja alasannya ya karena banana bread ini enak!
Teksturnya empuk dan moist, walaupun sudah dingin tetap empuk.

Resepnya sedikit aku modifikasi, aku gak pakai kacang-kacangan, gak pakai cinnamon bubuk dan aku tambahkan gula aren bubuk (gula pasirnya dikurangi). Aroma pisang dan gula arennya semerbak dan tentu saja enyaaakkkkk.... ^_^
Gunakan pisang yang sudah matang banget (kulitnya sudah mulai kehitaman) agar teksturnya lunak dan mudah dihancurkan, aromanya kuat dan rasanya manis.

Membuatnya mudah dan GAK PERLU MIXER, kuncinya cuma satu 'DO NOT OVERMIX' atau 'JANGAN MENGADUK BERLEBIHAN'. Adonan tidak boleh diaduk sampai halus dan lembut, karena justru akan membuat hasil kuenya menjadi keras dan membal (rubbery textute). Masukkan bahan basah ke bahan kering, aduk lipat (fold) dengan spatula cukup hanya sampai bercampur saja, biarkan adonan kental seperti lumpur dan masih bergerindil. (chunky). Segera tuang ke dalam loyang dan masukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan.

Biasanya di bagian atas akan ada retakan, itu normal. Justru disitulah letak keseksian si banana bread ini, heheee... Tapi klo gak retak? Ya gak masalah, yang penting kuenya jadi dan ga bantat, ya kan? ;)
Aku bikin pake takaran cup, dan untungnya klo di Joy of Baking udah ada konversi ke gramnya buat yang gak punya measuring cup.
Resep asli bisa dilihat disini:
http://www.joyofbaking.com/breakfast/BananaBread.html

BANANA BREAD
(Adapted from Joy of Baking, modified by me)

Ingredients:
1 3/4 cups (230 grams) terigu serba guna (protein sedang/segitiga biru)
1/2 cup (100 grams) gula pasir
1/4 cup (30 grams) gula aren bubuk
1 sdt baking powder
1/4 sdt soda kue
1/4 sdt garam
2 butir telur ukuran besar, kocok lepas
1/2 cup (113 grams) butter/margarin, lelehkan dan dinginkan
3 buah pisang ambon/cavendish matang (sekitar 450 grams), hancurkan dengan garpu
1 sdt pure vanilla extract (aku pakai essence vanilla)

Garnish (optional):
Irisan pisang

Directions:
1. Panaskan oven 180'C. Siapkan loyang loaf (aku pakai ukuran 23x10x7 cm), olesi dasar dan sisinya dengan mentega, taburi dengan sedikit terigu. Sisihkan.
2. Dalam sebuah mangkok/baskom yang agak besar, aduk dan ayak terigu, baking powder, soda kue dan garam. Masukkan gula pasir dan gula aren bubuk. Campur rata. Sisihkan.
3. Dalam mangkok lain, campur pisang, telur, mentega leleh dan vanilla. Aduk rata. Masukkan ke dalam campuran tepung dan aduk perlahan dengan spatula karet. Aduk cukup hanya sampai bercampur saja, tidak usah sampai lembut dan halus.
4. Tuang ke dalam loyang. Tata irisan pisang di atasnya. Panggang dalam oven selama 60 menit atau sampai matang dan kecoklatan (sesuaikan dengan oven masing-masing ya...). Lakukan tes tusuk dengan tusuk gigi atau lidi bersih.

Note:
- Banana bread ini cukup mengenyangkan, cocok untuk sarapan dan bekal. Makanya di Joy of Baking dimasukkan dalam kategori 'Breakfast and Brunch'. Tapi untuk teman ngeteh sore-sore juga oke! :)
- Saat baru dikeluarkan dari oven, permukaannya crispy dan agak keras bila disentuh. Tapi sesaat setelah dikeluarkan dan didinginkan akan empuk dan moist.
- Agar tidak kering selama penyimpanan, setelah dingin dan dipotong-potong simpan dalam wadah tertutup kedap udara.


Happy Baking! ^_^

CHEESY WHITE FOREST FOR BROERY



BDCK pesanannya Jenk Rita untuk Broery-kakaknya yang berulang tahun.

Pengennya topping keju. Ya sudah dibuatkan white forest cake saja biar matching sama kejunya ^_^

Base cake-nya sponge cake vanilla. Pakai resep sponge cake 8 telur dari Bu Fatmah NCC, cuma gulanya aku kurangi biar gak terlalu manis soalnya mau dibasahi dengan simple syrup juga. Dibuat 3 layer. Tiap layer diberi symple simple syrup, filling selai orange marmalade dan white ganache. Cover white ganache dan diberi pagar dari WCC bermotif arabesque yang dibentuk segitiga. Diberi topping keju cheddar parut dan garnish fresh strawberry. Papan ucapan dari WCC.

Happy Birthday to Bapak Broery.
Semoga diberi keberkahan selalu dalam usianya. Amiin.

Malamnya aku terima message dari Jenk Rita, katanya cakenya mantap banget dan semua keluarga suka. Krimnya juga enak. Trus say Thak You.
Besoknya lagi aku terima message lagi, katanya kuenya walau sudah disimpan tetep enak dan gak kering. And then say Thank You (again). Wah, senangnya ^_^

Thanks to Jenk Rita for ordering. Semoga suka dengan kuenya. Call me for the next order, heheheee....

Fotonya kurang pencahayaan. Difoto pagi-pagi cuaca mendung banget. Soalnya bilang mau diambil pagi. Pas udah dipacking dan diseal, eh ada sms katanya mau diambil jam 11, hehehee... Tapi udah males lagi buka-buka kemasan. So, enjoy the picture aja deh ya ^_*

*Buat yg mau tau resep sponge cake-nya bisa dilihat di blog NCC yg lama, http://ncc.blogsome.com/2005/12/29/butter-cake-sponge-cake/

UDANG GORENG CRISPY



Kriukkk... Kriukkkk... Cocol sambel lebih enak ^_^

Resep simple, gampang dan cepat. Enak dimakan pake nasi panas begitu saja, tinggal cocol pakai sambel terasi atau sambel botolan. Nikmat!

Bahan:
500 gram udang ukuran sedang, bersihkan, kerat punggungnya
1/2 buah jeruk nipis, diperas airnya
3 siung bawang putih, haluskan
Garam, merica bubuk, kaldu bubuk secukupnya
10 sdm tepung beras
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, beri bawang putih halus, garam, merica bubuk dan kaldu bubuk. Aduk hingga merata. Simpan dalam lemar es minimal 30 menit.
2. Taburi udang dengan tepung beras, aduk rata hingga udang terbalut tepung. Goreng dalam minyak panas hingga kering. Angkat. Tiriskan. Sajikan dengan saus sambal botolan atau sambal terasi.

Gampang dan cepat kan? ^_*

Minggu, 07 November 2010

TUMIS SAWI MASAK TAHU



Lagi-lagi postingan masakan simple ^_^
Kayaknya udah gak asing lagi sama masakan sayur yang satu ini ya. Klo di warteg sering banget nemu masakan ini, sayur sawi yang dimasak pake tahu dan tauge. Ibuku juga suka bikin sayur ini. Bumbunya minimalis dan masaknya juga cepat. InsyaAllah sehat dan bergizi, heheee...
Kali ini aku tambahin ebi yang ditumbuk kasar dalam tumisan bumbunya. Hmmmm... Jadi tambah enak rasanya. Thanks yah yang udah mengirimi aku ebi ^_^
Tapi klo gak ada ebi, that's okay. Resep aslinya gak pakai ebi kok. Tetep enak :)

Bahan:
2 ikat sawi hijau (atau sesuai kebutuhan), potong-potong
100 gram tauge panjang, siangi
1 buah tahu putih besar, potong dadu
3 siung bawang putih, diiris tipis
2 butir bawang merah, diiris tipis
1/2 sdm ebi, ditumbuk kasar
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt kaldu bubuk (optional)
1 gelas air
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:
1. Goreng tahu hingga agak berkulit, tapi jangan sampai kering. ANgkat. Tiriskan. Sisihkan.
2. Panaskan minyak goreng. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Masukkan ebi, tumis sebentar. Masukkan sawi dan tauge. Tambahkan garam, gula pasir, merica bubuk dan kaldu bubuk. Aduk rata hingga sayuran agak layu. Tambahkan air. Masak hingga mendidih sebentar saja. Cicipi.
3. Masukkan tahu. Aduk rata. Angkat. Sajikan.

Note:
Jangan lupa untuk selalu mencicipi masakannya. Tambahkan/kurangi bumbu sesuai selera masing-masing. Ok! ^_^

BAKWAN JAGUNG UDANG



Postingannya gak penting ya???
Kok ya bakwan jagung, kayaknya tiap orang juga bisa lah bikin bakwan jagung doank mah, hihihihiihiiiii...
Ga apa-apa deh, soalnya banyak juga yang butuh resep-resep simple dan aku juga seringnya masak yang simple, heheheee...

Udangnya gak keliatan ya? Iya, soalnya udangnya dicincang trus dicampurin ke adonannya, hehee... Maklum suka udang sih. Selain rasa, aromanya udangnya juga bikin enak ^_^
Resep ini ngikutin cara ibuku bikin bakwan jagung. Jagungnya dimemarkan/ditumbuk kasar dulu sampai agak berair. Kata ibuku, selain bakwannya jadi tambah enak karena aroma dan rasa manis jagungnya bercampur dalam adonan, juga jagungnya jadi matang dengan baik jadi gak seperti makan jagung mentah :D
Warna bakwannya juga jadi cantik kekuningan, warna kuningnya berasal dari jagung yang dimemarkan ^_^
Aku tambahin juga wortel yang diserut kasar, kebetulan di kulkas masih ada wortel yang udah nunggu buat diolah :)

Bakwan Jagung Udang
by Ricke

Bahan:
3 buah jagung manis kupas, disisir
200 gram udang, kupas, cincang kasar dagingnya
1 buah wortel ukuran besar, diserut kasar
1 batang daun bawang, diiris halus
100 gram terigu (aku pake all purpose/segitiga biru)
5 sdm tepung beras
1 butir telur ukuran besar, kocok lepas
1 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt kaldu bubuk (optional)
20 ml air (tergantung kondisi adonan)
Minyak goreng yang cukup banyak

Bumbu halus:
3 siung bawang putih
2 siung bawang merah
2 butir kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar

Cara membuat:
1. Tumbuk kasar/memarkan jagung manis hingga agak berair. (Aku tumbuk perlahan dalam mangkok dengan menggunakan batu ulekan).
2. Tambahkan udang cincang, wortel, daun bawang, garam, merica bubuk, kaldu bubuk dan bumbu halus. Aduk rata.
3. Masukkan terigu dan tepung beras, aduk rata. Tambahkan telur kocok. Aduk rata hingga menjadi adonan.
4. Masukkan air. Aduk rata.
5. Goreng dalam minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang sesendok demi sesendok. Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat. Tiriskan.

Note:
-Penambahan air tidak perlu dilakukan jika adonan dirasa sudah cukup lembek. Tambahkan air jika adonan masih terlalu kental. Kondisi kadar air bahan-bahan yang dipakai juga berpengaruh banget ya!
- Jika ingin menggoreng bakwan bentuknya ipih seperti yang ada di foto, caranya dengan menempelkan sesendok adonan pada pinggiran wajan, kemudian ratakan. Siram-siram sebentar dengan minyak panas, kemudian lepaskan ke dalam minyak dengan bantuan sodet. Klo mau bulat-bulat langsung disendoki saja ke dalam minyak. Atau mau dicetak pakai sendok sayur juga bisa. Yaaahhhh, udah ada tau semua kaleeeee... :D

Minggu, 24 Oktober 2010

DEVIL'S FOOD CAKE



Karena kemarin-kemarin banyak sekali yang menyakan resep Devil’s Food Cake (DFC) yang saya pakai. Kebiasaan saya yang suka selesai last minute, jadinya banyak banget pesanan yang tidak sempat diabadikan fotonya, hikkzzzz…
Alhamdulillah hari ini bisa juga posting resepnya, sekaligus fotonya. Walaupun saya sudah memberitahu klo resep yang saya pakai itu dari websitenya Martha Stewart sekaligus memberikan link-nya. Tapi ternyata setelah lihat resepnya teman-teman banyak yang bingung juga, karena satuan ukuran yang dipakai dan juga dengan instruksi resepnya. Ya, memang resep-resep dari luar ditulis sangat detail step by step-nya. Klo menurut saya justru itu sangat membantu sekali agar tidak ada yang salah dan hasil yang didapat juga memuaskan.

Saya membuat DFC ini kebetulan ada tetangga yang memesan cake yang nyoklat tapi simple saja, tidak perlu dihias katanya karena mau dimakan di rumah sendiri dan bukan dalam rangka acara apapun. Ya sudah saya tawarkan DFC saja dan beliau setuju. Beliau juga minta cakenya tidak usah terlalu besar, cukup untuk konsumsi 4 orang saja. Ya sudah akhirnya saya buatkan DFC dengan ½ resep dari resep aslinya. Saya juga mengurangi jumlah gulanya agar tidak terlalu manis cakenya. Karena mau difrosting dengan ganache coklat juga. Dan untuk fillingnya selain ganache saya pakai olesan tipis selai marmalade (selai jeruk yang ada parutan kasar kulit jeruknya), untuk sedikit memberi rasa ‘segar’ karena DFC ini rasa coklatnya intens sekali.

DFC ini dibuat dengan creaming method atau buttercake type, yaitu dengan cara mengocok mentega dan gula terlebih dahulu, baru dimasukkan bahan-bahan lain. Mudah pembuatannya, asal mengikuti instruksi resep, insyaAllah hasilnya pun memuaskan. Kuncinya adalah: PATUHI RESEP! ^_^

Devil’s Food Cake ini setau saya adalah salah satu American style chocolate layer cake. Dinamakan Devil’s Food Cake karena cakenya yang full coklat dan intens rasa coklatnya, biasanya disajikan dengan ganache chocolate frosting. Berlawanan dengan Angel Food Cake yang putih bersih dan polos karena hanya menggunakan putih telur. Devil’s Food Cake juga masih saudaranya Red Velvet Cake (halah, kok bahasane saudara, hihihiii…). Teksturnya mirip dengan Chocolate Mud Cake, hanya saja dalam resep Devil’s Food Cake hanya menggunakan coklat bubuk, tidak menggunakan dark cooking chocolate.
Coba baca informasi tentang Devil's Food Cake dari Wikipedia disini.

Karena di rumah juga kebetulan lagi tidak ada cemilan, akhirnya saya membuatnya 1 resep saja. Jadilah 2 buah DFC, satu buat pesanan, satu lagi buat dimakan di rumah ^_^
Di resep aslinya dibuat 3 layer cake, tapi saya hanya buat 2 layer saja dengan ukuran diameter Loyang 20 cm. Jadi cakenya sengaja dibuat tidak terlalu tinggi. Jika ingin hasilnya lebih tinggi, bisa pakai loyang diameter 18 cm untuk ½ resep.

Yang mau lihat versi aslinya silahkan klik http://www.marthastewart.com/recipe/moist-devils-food-cake.

Resep sudah saya terjemahkan menurut bahasa versi saya dan juga sudah saya konversi menjadi satuan gram dan mili liter, saya mengikuti acuan konversi resep seperti pada website Joy of Baking.



Moist Devil’s Food Cake
(Original recipe by Martha Stewart, modified by me)
(Ukuran 1 resep, untuk 3 layer cake dengan ukuran bulat diameter 22-24 cm)

Ingredients:
1 ½ cups (3 sticks) unsalted butter --> 339 gram (suhu ruang)
¾ cup coklat bubuk --> 60 gram
½ cup air mendidih --> 120 ml
2 ¼ cups gula kastor (gula pasir halus) --> 450 gram (saya kurangi menjadi 300 gram aja, biar gak terlalu manis)
1 sdm pure vanilla extract (saya ganti dengan 1 sdt essence vanilla)
4 butir telur ukuran besar, kocok lepas (pakai telur segar yang masih bagus kekentalannya)
3 cups cake flour (terigu protein rendah) --> 360 gram
1 sdt soda kue (bicarbonate of soda)
½ sdt garam
1 cup susu cair --> 240 ml
6 sdm selai jeruk marmalade/apricot secukupnya untuk olesan filling (resep asli tidak pakai)

Ganache (saya pakai resep sama seperti TCCC):
500 gram dark cooking chocolate, potong kecil-kecil
500 gram whip cream cair
75 gram unsalted butter

Simple syrup (resep asli tidak pakai):
100 gram gula pasir
100 ml air
½ sdt essence vanilla

Directions:
1. Panaskan oven 180’C. Siapkan 3 buah loyang ukuran diameter 22-24 cm dan tinggi 4 cm. Olesi dengan mentega, alasi bagian bawahnya dengan kertas roti. Taburi coklat bubuk secukupnya ke seluruh permukaan dalam loyang agar mudah dikeluarkan.
2. Ayak coklat bubuk ke dalam mangkuk, masukkan air mendidih. Aduk rata hingga berbentuk pasta. Sisihkan. Biarkan dingin.
3. Dalam wadah lain, campur dan ayak terigu, soda kue dan garam. Sisihkan.
4. Dalam baskom besar, kocok butter dengan MIXER KECEPATAN RENDAH sampai lembut. Masukkan gula pasir bertahap sambil terus dikocok hingga putih dan lembut 3-4 menit. Tambahkan vanilla extract/essence. Kocok rata. Masukkan kocokan telur sedikit demi sedikit, kocok rata pada setiap penambahan. Kocok hingga adonan rata dan tidak memisah. Matikan mixer. Aduk rata dengan spatula hingga ke bagian pinggiran baskom.
5. Campurkan susu cair ke dalam adonan coklat bubuk yang telah dingin, aduk rata hingga adonan coklat larut dengan baik.
6. DENGAN MIXER KECEPATAN RENDAH, MASUKKAN CAMPURAN TERIGU SEDIKIT DEMI SEDIKIT DAN BERSELANG SELING DENGAN LARUTAN COKLAT DAN SUSU. AWALI DAN AKHIRI DENGAN CAMPURAN TEPUNG. Terakhir aduk rata dengan spatula.
7. Tuang dan bagi rata adonan ke dalam 3 buah loyang yang telah disiapkan. Panggang dalam oven hingga matang, kurang lebih 35-45 menit (TERGANTUNG OVEN MASING-MASING), test tusuk hingga tidak cake tidak menempel di lidi/tusuk gigi. Keluarkan cake dari oven, biarkan dalam loyang selama 15 menit. Keluarkan cake dari loyang, dinginkan di atas rak kawat.

Ganache:
Panaskan whip cream cair hingga lembut dan hangat di atas api kecil. Masukkan dark cooking chocolate dan butter. Aduk hingga meleleh. Matikan api. Aduk terus hingga tercampur rata dan kental. Dinginkan, tutup dengan plastic wrap, masukkan dalam lemari es semalaman (di freezer juga boleh). Ketika akan digunakan, kocok dengan mixer hingga lembut dan ringan. Siap digunakan.

Simple syrup:
Didihkan air dan gula pasir, aduk-aduk hingga gula larut. Dinginkan. Tambahkan essence vanilla. Siap dipakai.

Penyelesaian:
1. Ambil satu lembar cake, basahi dengan simple syrup, olesi dengan 3 sdm selai, oles dengan ganache. Tutup lagi dengan selembar cake. Ulangi proses tersebut. Terakhir tutup dengan selembar cake, basahi dengan simple syrup. Oles seluruh permukaan dengan ganache. Hias dengan coklat serut.

Note:
- Pada foto di atas saya menggunakan ½ resep untuk loyang ukuran bulat diameter 20 cm. Jadi 1 buah DFC dengan hanya 2 layer.
- Ganache spread juga bisa diganti dengan ganache siram.

PEPES JAMUR ATI AMPELA



Postingan telat :D
Ini bikinnya pas weekend kemarin, sudah upload di Facebook tapi blum sempat update di blog, heheee...

Ini adalah pepes jamur ati ampela yang saya buat kemarin untuk daily menu. Ibu saya dan almarhum ibu mertua saya sering membuat pepes ati ampela, tapi tanpa jamur. Saya dan suami suka sekali dengan makanan yang satu ini. Bila tidak suka ati ampela, bisa diganti dengan ayam yang dipotong kecil atau disuwir. Pokoknya disesuaikan aja dengan selera masing-masing deh.

Yang mau resepnya, silahkan dicoba... Resep ini diadaptasi dari Tabloid Saji tetapi sudah dimodifikasi sesuai selera.



Bahan:
200 gram jamur merang (strawberry mushroom), potong-potong
5 pasang ati ampela, direbus dan potong-potong
2 batang kemangi, petiki daunnya
1 batang daun bawang, potong-potong 1 cm
4 buah cabai rawit, iris-iris (aku gak pakai)
1 butir telur, kocok lepas
50 ml santan kental (aku pakai Kara kemasan kecil isi 60 ml)
2 sdt garam (atau sesuai selera)
3/4 sdt gula pasir
5 lembar daun salam, potong-potong
Daun pisang untuk membungkus

Bumbu halus:
6 butir bawang merah
2 siung bawang putih
3 buah cabe merah (aku gak pakai)
4 butir kemiri, memarkan, sangrai
1 cm jahe
2 cm kunyit, bakar

Cara membuat:
1. Campur jamur, ati ampela rebus, cabai rawit, kemangi dan daun bawang. Aduk rata.
2. Tambahkan telur, santan, garam, gula pasir dan bumbu halus. Aduk rata.
3. Ambil daun pisang. Beri campuran jamur dan ati ampela. Selipkan 1 potong daun salam. Bungkus pepes. Sematkan kedua ujungnya dengan lidi/tusuk gigi.
4. Kukus selama 20-30 menit dengan api sedang hingga matang.
5. Bakar sambil dibolak-balik kedua sisinya hingga harum dan daun pisang agak gosong. (Aku panggang menggunakan wajan teflon datar yang telah dipanaskan tanpa dioles apa-apa).
6. Sajikan. Bisa dicocol dengan saus sambal botolan atau sambal terasi.

Selamat mencoba! ^_^

Kamis, 21 Oktober 2010

FRUITY BLACK FOREST FOR ALMA'S HUSBAND



Black forest (BF) ini salah satu orderanku yang 'terselamatkan' dokumentasinya dari beberapa pesanan kue yang aku buat beberapa hari kemarin (ada tuty fruity JCC dan Klappertaart juga). As usual terkadang ga sempat jepret kue2 orderan (payah!) karena seringnya last minute selesainya, hal itu juga salah satunya yang menyebabkan aku jarang posting foto-foto kue pesanan *_*. Untungnya sebelum dipacking ke kotak suamiku sempat mengingatkan untuk memotretnya dulu. Dengan keadaan batere kamera sekarat udah merah kedip-kedip tanda mau mati. Ini difotonya jam 6 pagi, untungnya cuaca lagi cerah jadinya cahaya matahari lumayan lah buat pemotretan, rumahku menghadap ke timur pula ^_^

BF ini pesanan Mba Alma untuk ultah suami tercinta tanggal 20 Oktober kemarin (tanggal cantik 20102010, heheeee...). Minta pakai buah tapi jangan banyak-banyak, jadi aku kasih hiasan buah untuk border pinggirannya aja, di tengahnya aku isi full coklat serut, aku pakai coklat serut belang hitam putih. Di tengahnya pakai papan ucapan yang aku buat pakai cetakan arabesque. Pinggirnya diberi pagar coklat.
Karena aku buat di loyang ukuran 25 cm, akhirnya aku memilih resep TCCC-nya Teh Uceu sebagai base cakenya. Cukup untuk ukuran loyang persegi ukuran 25 cm, biasanya klo untuk BF yang ukuran 20 cm aku pake resep BF NCC ala Bu Fatmah. Layernya jadi ga terlalu tipis dan tidak terlalu tebal. Aku pakai coklat bubuk dark (tulip noir) biar warnanya agak gelap.

Cocok pakai resep TCCC ini karena cakenya tidak terlalu manis, soalnya mau dibasahi dengan simple syrup juga dan white ganachenya udah cukup manis. Yah, klo TCCC-nya Teh Uceu mah gak usah diragukan lagi lah yaaa... Aku rasa hampir semua bakul kue tau lah rasanya dan udah melegenda jadi andalan jualannya para bakul kue ^_^
Fillingnya pakai vla dari air dark cherry, whipped cream dan potongan dark cherry. Covernya pakai white ganache, biar lebih kokoh dan tahan di suhu ruang, dibandingkan klo hanya memakai whipped cream aja. Soalnya cakenya mau dioper-oper deliverynya, heheheee...

Jam 6.30 cakenya dibawa oleh Mas Seno, teman sekantor Mba Alma yang komplek rumahnya berdekatan dengan komplek rumahku (thanks ya Mas Seno ^_^). Alhamdulillah cakenya sampai dengan selamat ^_^



Hari ini aku dapat sms dari Mba Alma:
"Ke...akhirnya baru pagi ini kuenya dipotong. Soalnya suamiku datengnya malem. Tapi kuenya udah dilihat tadi malem. Surprise dia :) Kuenya uenakk Ke. Cream yang putihnya juga enak. Biasanya aku klo tart/BF pasti putih2nya gak kemakan karena aneh rasanya. Thx yah... Besok2 bisa pesen lagi khan.. he he.."

Alhamdulillah... Thanks for ordering Mba Alma dan ditunggu next ordernya ya ^_^
Btw, creamnya enak donk pastinya, white ganache gitu lhooo... Heheheee...

Yang belum tau resep TCCC bisa dilihat di postingan sebelum ini, klik disini. Untuk BF ini ganachenya cuma aku ganti pakai white cooking chocolate aja.

Resep TCCC (Triple Chocolate Caramel Cake)

Karena banyak yang nanya (padahal udah banyak resep TCCC Teh Uceu seliweran di internet, tinggal search di Google). Ini aku tulis disini aja deh. Buat para bakul kue ya resep ini udah ga asing lagi coz udah banyak menghasilkan pundi-pundi rupiah sejak beberapa tahun yang lalu dan tetap ngetrend sampe sekarang, heheee... Thanks ya Teh Uceu buat resepnya yang toada tara deh! ^_^
Yang belum pernah nyobain, silahkan dicoba, biar 'ketendang' sama rasa coklatnya yang intens banget :)

Yang mau lihat koleksi TCCC hasil karya Teh Uceu si empunya resep bisa dilihat (klik) disini.

TCCC (Triple Chocolate Caramel Cake)
by Teh Uceu

Bahan

- 10 butir telur
- 150 g gula
- 1 sdm emulsifier
-140 g tepung terigu
- 60 g cocoa powder
- 75 g DCC
- 100 g Margarine cair


Cara membuat:
1. Panaskan margarine sampe mencair, masukan DCC, aduk rata, dinginkan.
2. Kocok telur dan gula hingga putih mengembang.
3. Tambahkan emulsifier.
4. Masukan tepung terigu kedalam adonan.
5. Tambahkan kedalam adonan campuran margarine dan DCC, aduk rata.
6 Masukkan adonan kedalam loyang yang telah dialasi kertas roti.
7. Oven dengan suhu+ 170oC, hingga matang.
8. Keluarkan dari loyang, dinginkan.


Chocolate Ganache

- 500 ml fresh cream
- 500 g Dark Chocolate, iris kasar
- 75 g butter

cara membuat:
1. Panaskan fresh cream dengan api kecil, matikan api.
2. Masukan dark chocolate dan butter aduk rata.
3. Dinginkan dan siap untuk dipergunakan.


Caramel syrup

- 100 g gula
- 50 ml air 1
- 100 ml air 2

cara membuat:
1. Panaskan gula dengan air 1 diatas api ( masak sampe menjadi caramel ).
2. Tambahkan air 2 kedalam campuran caramel tersebut, masak dan aduk sampe caramel mencair dan tercampur rata. Matikan api, dinginkan.


Cara penyajian:

1. Siapkan cake, belah menjadi 2 bagian.
2. Siram kedua bagian cake tersebut dengan mempergunakan simple syrup.
3. siram dengan menggunakan caramel syrup.
4. Olesi bagian tengah dengan menggunakan ganache dengan ketebalan kurleb 1 cm.
5. Tutp dengan setengah bagian lagi.
6. Hias bagian atas cake dengan mempergunakan ganache, buah dan chocolate modeling.

PUDDING MANGGA



Ini pudding mangga yang aku buat hari Senin kemarin. Lumayan seger buat buka puasa. Lagi musim mangga kayaknya, banyak yang jual mangga dimana-mana, selain musim durian juga dan disusul oleh musim dukuh. Halah! Banyak amat musimnya :D

Pilih mangga harum manis yang sudah benar-benar matang dan manis rasanya. Biar makannya ga sambil merem melek karena keaseman, heheheee... Resep cuma ditakar pakai kira-kira aja, asal cemplung karena bikinnya juga in hurry, sebelum si tuan putri kecil bangun dan bilang "Menyammm Buuaaaa..." :D

Pudding ini jenis pudding yang lembut dan creamy, gak renyah kayak puding agar-agar biasa. Tapi tetap bisa dicetak kemudian dikeluarkan dari cetakan. Basahi dahulu cetakan dengan air matang, agar pudding mudah dilepaskan. Sajikan dengan pelengkap sirup mangga dan fruit cocktail kalengan.

Bahan:
1 bungkus agar-agar bubuk warna putih
500 gram daging mangga harum manis, potong kecil-kecil (kebetulan punya 3 biji mangga pas ditimbang dagingnya skitar 500 gram)
500 ml susu cair (bisa juga menggunakan SKM yang dicampur air)
300 ml fresh cream/whippy cream cair (bisa menggunakan whippy cream bubuk yang dicampur air sesuai petunjuk pada kemasan)
150 gram gula pasir (bisa dikurangi/ditambah sesuai selera) ~ jika menggunakan SKM gulanya jangan terlalu banyak

Pelengkap:
Sirup mangga
Fruit cocktail kalengan

Cara membuat:
1. Campur gula pasir dan agar-agar bubuk. Aduk rata. Sisihkan.
1. Campur daging mangga dengan 200 ml susu cair. Blender sampai halus. Masukkan sisa susu dan fresh cream/whippy cream. Blender lagi hingga merata.
2. Tuang ke dalam panci, masukkan campuran gula pasir dan agar-agar bubuk. Masak dengan api kecil sambil diaduk konstan agar susu tidak pecah. Masak hingga mendidih pertama kali. Matikan api.
3. Tuang ke dalam cetakan atau gelas saji. Dinginkan. Bekukan. Sajikan dengan bahan pelengkap.

* Fotonya aneh banget pake gelasnya gak sama, hihihiiii... Soalnya cuma punya satu-satu sih, itupun yang gelas di depan hadiah beli ice cream, hahahaaa... :D

Minggu, 17 Oktober 2010

CIRENG (ACI DIGORENG) ISI KEJU



Ini dia cireng isi keju yang kemarin dibuat dengan menggunakan adonan yang sama dengan cilok. Jadi kemarin setengah bagian adonan aku bikin cilok dan sisanya aku bikin cireng. Adonan langsung dipipihkan kemudian diisi keju cheddar parut dan dibentuk seperti pastel. Bisa juga dibentuk yang lain.

Buat teman-teman yang belum tau cireng, ini adalah cireng modern menurutku, hehee... Soalnya cireng tradisonal ya cuma aci yang digoreng bulat-bulat atau bulat gepeng tanpa isian apa-apa. Biasanya dijual di tukang gorengan dan warnanya lebih putih dan sepertinya hanya menggunakan 100% tepung sagu alias aci, soalnya teksturnya kenyal banget dan sedikit berantem sama gigi klo lagi ngunyah, hihihiiiii... Nah, klo yang ini teksturnya lebih empuk karena adonannya memakai terigu juga.

Pertama kali makan cireng isi seperti ini di Bandung. Trus dulu di depan kantor ada yang jualan cireng isi juga pakai gerobak. Wah, jadi kangen makan cireng isi bareng temen-temen di kantor nih. Skarang masih jualan gak tuh?

Btw, suamiku yang doyan banget sama cireng begitu masih hangat baru diangkat langsung menyantap si cireng ini dan habis 3 biji, katanya enak dan mirip sama yang dijual diluar. Alhamdulillah, senangnya :)
Selain keju cireng ini bisa juga diisi abon, oncom pedas, daging giling, ayam giling, dll. Makannya pakai kuah saus sambal yang diencerkan. Mau mencoba?

Bahan:
200 gram tepung sagu tani (sagoo/tapioca)
200 gram tepung terigu (all purpose flour)
2 siung bawang putih (garlic), haluskan
1 sdt garam (peres)
1 sdt kaldu bubuk
1/4 sdt merica bubuk
2 batang daun bawang (pakai bagian daun hijaunya saja), iris halus
400 ml air (bisa berbeda takarannya tergantung kondisi tepung masing-masing, gunakan secukupnya saja)

Isian:
Keju cheddar parut

Cara membuat:
1. Campur dan ayak tepung sagu tani dan tepung terigu. Tempatkan dalam wadah. Tambahkan daun bawang dan aduk rata. Sisihkan.
2. Panaskan air, tambahkan garam, kaldu bubuk dan merica bubuk. Biarkan hingga mendidih. Matikan api. Angkat.
3. Masukan air kaldu panas-panas ke dalam campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan diuleni menggunakan sendok kayu. Uleni hingga kalis dan bisa dipulung. (Pakai feeling ya, klo dirasa sudah cukup kalis hentikan penambahan air, klo dirasa masih terlalu kering airnya bisa ditambah)
4. Ambil adonan, pipihkan, beri keju cheddar parut. Bentuk seerti pastel atau bentuk lainnya. Rekatkan pingirnya. Lakukan hingga adonan habis.
5. Goreng dalam minyak goreng yang banyak dengan api sedang hingga kekuningan dan matang. Angkat dan tiriskan. Sajikan panas.

Notes:
- Pada saat membentuk cireng, lumuri tangan dengan tepung sagu, juga dengan permukaan meja atau alas yang digunakan taburi dengan tepung sagu. Hal ini agar adonan tidak lengket dan mudah dibentuk.
- Cireng disajikan selagi hangat agar teksturnya tidak menjadi terlalu keras.
- Bisa disajikan dengan pelengkap kuah dari saus sambal yang diencerkan dengan air panas.

CILOK (ACI DICOLOK)



Cilok ini makanan atau jajanan khas dari Sunda tapi juga familiar di pulau Jawa. Jajanan gak penting tapi selalu bikin kangen semasa aku kecil dulu, gak tau skarang kayaknya sudah mulai jarang yang jual.
Yah, tapi klo bisa bikin sendiri di rumah pastinya lebih baik, apalagi untuk konsumsi anak-anak mengingat sekarang ini banyak pedagang yg 'nakal' dalam membuat produk makanan dagangannya. Duh, syerem juga klo mikirin yang begitu :(

Cilok ini berbahan dasar aci yang dalam bahasa Sunda artinya tepung sagu atau tepung kanji. Bentuknya bulat sebesar bakso dan makannya dengan cara dicolok dengan lidi atau tusuk sate. Pelengkapnya bisa sambal kacang atau saus sambal yg dibuat agak encer.

Kalau mau lebih 'special', cilok ini bisa ditambahkan isian seperti keju, daging giling, ayam, atau telur rebus yg dipotong kecil. Atau bisa juga ditambahkan daging ikan giling (fish paste) seperti membuat empek-empek.

Kali ini aku bikin cilok isi keju, terinspirasi dari Teh Ike Hermawan dan juga stok keju di rumah lagi tersedia :) Satu adonan setengahnya aku bikin cireng alias aci digoreng (nanti diposting juga insyaAllah) yang juga diisi keju. Dari adonan yang sama dibikin dua jenis makanan, jadilah hari ini saya dan suami menikmati cilok dan cireng, hehehee...

Soal rasa ya mungkin ada yang bilang biasa saja, memang biasa aja kok, gak ada yang istimewa dari si cilok ini. Makanya sering dibilang jajanan gak penting! :)
Biar lebih empuk dan makannya gak perlu berantem sama gigi, aku pakai campuran tepung sagu dan tepung terigu. Balik lagi ke selera masing-masing ya... Soalnya ada juga yg lebih suka cilok yang kenyal dan susah dikunyah :)

Bahan:
200 gram tepung sagu tani (sagoo/tapioca)
200 gram tepung terigu (all purpose flour)
2 siung bawang putih (garlic), haluskan
1 sdt garam (peres)
1 sdt kaldu bubuk
1/4 sdt merica bubuk
2 batang daun bawang (pakai bagian daun hijaunya saja), iris halus
400 ml air (bisa berbeda takarannya tergantung kondisi tepung masing-masing, gunakan secukupnya saja)

Air secukupnya untuk merebus cilok

Isian (optional):
Keju cheddar parut (gak pake isian juga ga apa-apa, seperti cilok tradisional)

Pelengkap:
Sambal kacang
Saus sambal botolan
Kecap manis

Cara membuat:
1. Campur dan ayak tepung sagu tani dan tepung terigu. Tempatkan dalam wadah. Tambahkan daun bawang dan aduk rata. Sisihkan.
2. Panaskan air, tambahkan garam, kaldu bubuk dan merica bubuk. Biarkan hingga mendidih. Matikan api. Angkat.
3. Masukan air kaldu panas-panas ke dalam campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dan diuleni menggunakan sendok kayu. Uleni hingga kalis dan bisa dipulung. (Pakai feeling ya, klo dirasa sudah cukup kalis hentikan penambahan air, klo dirasa masih terlalu kering airnya bisa ditambah)
4. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri keju cheddar parut. Bulatkan. Jika tidak menggunakan isian adonan langsung dibentuk bulat-bulat saja. Bulatkan sebesar bakso.
5. Rebus cilok dalam air mendidih hingga mengapung. Biarkan agak lama direbus setelah mengambang. Sekitar 15 menit. Angkat, kemudian masukkan ke dalam panci kukusan, kukus cilok sampai benar-benar matang dan empuk. Sajikan panas dengan pelengkap sambal kacang, saus sambal botolan dan kecap manis bila suka.

Notes:
- Menurutku sih udah pas kekenyalannya dan cukup empuk. Tapi sekali lagi balik ke selera masing-masing ya... Silahkan disesuaikan dan dikreasikan sendiri untuk variasinya. Klo mau lebih kenyal bisa dikurangi terigunya.
- Jika mau lebih gurih, air kaldu bisa dibuat dengan menggunakan lemak ayam. Bisa juga ditambahkan daging ikan giling skitar 100 gram ke dalam adonan. Jadi ada rasa ikannya seperti empek-empek.
- Sambal kacangnya bisa juga pakai bumbu pecel instant. Atau bisa juga hanya dengan saus sambal botolan yang dicairkan dengan air panas.

Makanan gak penting? Biarin ajah! Yang penting "I enjoy it!" :)

Buat sambal kacangnya bisa dibkin seperti sambal kacang untuk siomay, bikin 1/2 atau 1/4 resep saja. Bisa dilihat disini.

Jumat, 15 Oktober 2010

CHICKEN DRUMNET PANGGANG KECAP



Salah satu menu makan siang hari ini ^_^

Beli chicken drumnet ini tadinya pengen bikin chicken drumstick alias pentol ayam. Udah beberapa hari aja nganggur di freezer, belum diolah juga. Tapi kok males mau ngebentuk pentolnya, uuugghhhhh... Pemalas! -_-
Ya sudah lah, akhirnya dibumbuin dan masuk oven sajahhh... Waktu dipanggang aromanya semerbak ke seluruh penjuru ruangan di rumahku. Hahahaaa... Lebay! Ya iyalah semerbak ke seluruh ruangan, lha wong rumahku imut-imut jadi semua ruangan deket sama dapur, kekekekekkkkk... :D

Dimakan pake nasi panas aja udah enak. Tapi aku hari ini menyantapnya dengan pelengkap capcay kuah. Tapi capcaynya ga sempat difoto, udah keburu laper dan disantap jadi tinggal sisa-sisanya aja, hihihihiiii...

Btw, bisa menggunakan bagian ayam apa aja sesuai selera. Ini aku menggunakan bahan yang ada aja di rumah, ya cuma chicken drumnet ini ^_^

Chicken Drumnet Panggang Kecap

Bahan:
15 buah chicken drumnet, cuci bersih
1/2 buah jeruk nipis, peras airnya
1 siung bawang putih, haluskan
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng ayam

Bumbu halus:
2 butir bawang merah
1 siung bawang putih
1/2 cm jahe
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
2 sdm kecap manis
2 sdm saus tomat (klo mau pedas bisa diganti dengan saus sambal)
1 sdm saus tiram
1 sdt kecap inggris/worcestershire sauce (optional)
1 sdm margarin, lelehkan (bisa diganti minyak goreng)

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan 15 menit. Bilas dengan air. Beri garam dan merica bubuk. Diamkan 30 menit. Lebih bagus simpan dalam kulkas.
2. Goreng ayam dalam minyak panas hingga agak kecoklatan. Angkat. Sisihkan.
3. Haluskan bawang merah, bawang putih dan jahe. Beri merica bubuk, garam, kecap manis, saus tomat, saus tiram, kecap inggris dan margarin leleh/minyak goreng.
4. Lumuri ayam dengan bumbu kecap hingga terbalut merata. Tata dalam pinggan tahan panas atau loyang. Panggang dalam oven hingga kecoklatan dan matang. Sajikan panas.

Selamat mencoba. Semoga cocok ya... ^_^

Kamis, 14 Oktober 2010

BUTTERMILK CHOCOLATE MUFFINS



Muffin ini aku buat tadi malam. Hubby pulang kantor jam 21.30 karena ada lembur. Pulang-pulang baru bilang klo besok mau berangkat subuh ke Jakarta. Wah, berarti harus nyiapin bekal buat breakfast on the go nih! Mana udah malam lagi.
Ga tau kenapa klo nyiapin makanan buat breakfast on the go itu yg pertama terbayang adalah MUFFIN! Ga kreatif ya??? -_-
Ya soalnya bikinnya gampang, tinggal campur dan aduk-aduk aja. Need no mixer.
Klo ada persediaan roti tawar ya biasanya bikin sandwich atau toasted bread. Tapi kan slalu ada stok roti tawar di rumah.

Kebetulan habis buka-buka buku resep, salah satunya buku resep Primarasa (seri memasak Femina), edisi 'Nikmat Serba Coklat'. Ada resep muffin coklat, namanya 'Black Cherry Muffin', yo wiss dicontek aja deh. Tapi seperti biasa dimodifikasi sesuai selera suka-suka hati, xixixixiiii.. Susu cairnya aku bikin buttermilk (susu cair jumlah sesuai resep ditambah 1 sdt air jeruk nipis, aduk rata dan diamkan hingga ada gumpalan). Jumlah gulanya juga aku tambah coz menurutku kurang manis (di resep pakai brown sugar yg kadar kemanisannya lebih tinggi dari gula pasir). Jadilah namanya juga aku ganti jadi 'Buttermilk Chocolate Muffins'. Hasilnya? Lebih moist dan empuk teksturnya ^_^

Buttermilk Chocolate Muffins
(adapted from 'Black Cherry Muffin' by Primarasa)
Modified by me

Bahan:
100 gram mentega (aku pakai unsalted butter)
125 gram dark cooking chocolate, cincang kasar
100 ml susu cair (aku pakai 100 ml buttermilk)
2 butir telur, kocok lepas
175 gram terigu (aku pakai all purpose)
15 gram coklat bubuk (cocoa powder)
50 gram brown sugar (aku pakai 50 gram gula pasir+50 gram gula aren bubuk) ~ Bisa ditambah jadi 120 gram gula pasir jika suka lebih manis
1 sdt baking powder (aku pakai BPDA)
1 sdt soda kue/bicarbonate of soda (resep asli ga pakai, karena aku pakai buttermilk yg lebih reaktif dg soda kue)
1/2 sdt garam
100 gram chocolate chips (resep asli pakai black cherry)

Cara mebuat:
1. Panaskan oven 200'C (api besar). Siapkan loyang muffin, alasi papercup atau siapkan bludercup seperti yang aku pakai. Sisihkan.
2. Lelehkan mentega diatas api kecil. Masukkan dark cooking chocolate cincang. Aduk hingga coklat cukup meleleh sebagian. Matikan api. Aduk rata hingga seluruh coklat meleleh dan tercampur rata dengan mentega. Masukkan buttermilk/susu cair. Aduk rata. Sisihkan hingga agak dingin.
2. Masukkan telur ke dalam campuran coklat. Aduk rata. Sisihkan.
3. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, baking powder, soda kue, dan garam. Masukkan gula, aduk rata.
4. Tuang adonan coklat ke dalam campuran tepung, aduk dua atau tiga kali cukup sampai tercampur dan tepung jadi basah saja. DO NOT OVERMIX!
5. Masukkan chocolate chips. Aduk.
6. Masukkan ke dalam papercup/cetakan muffin hingga 3/4 penuh. Panggang dalam oven panas 200'C hingga mengembang naik, kurang lebih 15 menit. Turunkan suhu oven menjadi 180'C panggang 10 menit (total waktu pemanggangan 25 menit).
7. Keluarkan dari oven, sajikan hangat.

Note:
- Jangan mengaduk adonan muffin secara berlebihan, karena akan menyebabkan muffin yg dihasilkan jadi keras dan padat.
- Gunakan gula dengan butiran halus. Klo aku gulanya diblender dulu sebentar. Hal ini bertujuan agar gula cepat larut mengingat pengadukannya manual, tidak menggunakan mixer.
- Muffin lebih enak disajikan hangat. Jika akan dibesokkan, simpan dalam wadah tertutup, bisa juga ditaruh dalam kulkas. Saat akan disajikan, hangatkan kembali dalam oven panas skitar 5 menit.
- Aku juga suka menaruh potongan coklat dalam muffin. Isikan setengah adonan muffin ke dalam papercup, tata potongan coklat, kemudian isikan lagi adonan hingga 3/4 penuh. Nikmati muffin hangat dengan lelehan coklat di dalamnya ^_^

Selasa, 12 Oktober 2010

IKAN MUJAIR CRISPY GORENG TEPUNG



Suka banget dengan ikan mujair/nila. Mau digoreng biasa, digoreng tepung, dipesmol, dibakar. Suka smua! ^_^

Ikan mujair yang crispy ini adalah salah satu masakan kesukaanku. Ibuku sering membuatnya sebagai salah satu sajian lauk di rumah. Ikannya gurih dan dagingnya empuk, tetapi dibalut dengan tepung yang crispy kriuk kriuk. Dimakan dengan cocolan sambel terasi atau sambel kecap. Hmmmm... Sukaaaaaa deh! ^_^
Suamiku klo udah makan ikan ini jadi lamaaaa deh makannya, nasinya sudah habis tapi masih nikmat menggigiti ikannya, xixixixiiiii...

Bahan:
3 buah ikan mujair/nila/tilapia ukuran sedang, bersihkan dan belah 2 membentang tidak terputus
1 buah jeruk nipis, peras airnya

Bumbu perendam, haluskan:
2 siung bawang putih
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk

Bahan pelapis:
50 gram tepung beras
2 sdm tepung terigu
1 siung bawang putih, haluskan
1 sdt ketumbar, haluskan
1/4 sdt garam
Air secukupnya (ga pernah ditakar, langsung tuang sedikit demi sedikit hingga didapat larutan tepung yg agak cair)

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis. Diamkan 15 menit. Bilas dengan air bersih. Tiriskan.
2. Lumuri ikan dengan bumbu perendam yg telah dihaluskan. Diamkan lagi selama 30 menit agar bumbu meresap. Lebih bagus lagi disimpan dalam lemari es.
3. Campur semua bahan pelapis, kecuali air. Aduk rata. Masukkan air sedikit demi sedikit sampai didapat larutan tepung yg agak encer (jangan terlalu kental).
4. Celupkan dan lumuri ikan ke bahan pelapis hinggan merata. Goreng dalam minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang hingga kecoklatan dan kering. Angkat. Tiriskan.

Selamat mencoba! ^_^

Sabtu, 09 Oktober 2010

PINEAPPLE ROLLS a.k.a NASTAR GULUNG



Fotonya overbright, motretnya malam-malam pakai penerangan lampu neon trus yang motretnya amatiran *_*

Sudah lama pengen bikin pineapple rolls ini. Sejak lihat penampakannya disini. Tapi cari-cari press mould-nya gak ketemu di kotaku sini. Dan sepertinya pineapple rolls ini lebih familiar di Malaysia dan Singapore, tapi gak begitu populer di Indonesia. Kemudian saya bertanya pada seorang teman di Singapore yang akhirnya berbaik hati mengirimkan press mould-nya dari sana, bahkan dengan tambahan beberapa cetakan lain. Many thanks! Love you sist!
Bentuknya memang berbeda dengan yang ada pada blog yang saya link diatas, disitu memakai mould berbahan stainless, sedangkan yang dikirimkan oleh teman saya berbahan plastik. Juga motif geriginya berbeda. Yang saya punya hampir sama dengan yang ada disini. Nanti deh, klo ada kesempatan lagi aku update lagi fotonya sekalian sama foto press mould-nya ya.

Kebetulan saya masih punya selai nastar yang saya simpan di freezer sisa bikin kuker waktu Lebaran kemarin. Akhirnya jadi juga trial my first pineapple rolls setelah mengumpulkan semangat karena masih terbawa 'bosan' bikin kuker *_*
Menggulungnya masih belum rapi, masih ada retak sana sini, maklum pertama kali bikin, hehee... Sudah gitu bikinnya sore-sore sambil 'dibantu' sama si tuan putri kecil yang berhasil membuat beberapa kue yang baru saja keluar oven jadi hancur tertimpa loyang yang sedang dibuat mainan. Duh, Nadhifaku sayaaang...

Resep yang saya pakai tetap diambil dari blog yang saya link diatas, ternyata tidak jauh berbeda dengan resep NCC yang biasa saya pakai, hanya berbeda 10 gram di takaran tepung dan ada tambahan corn flour (maizena) dan tidak menggunakan susu bubuk. Saya ikuti resepnya tetapi corn flour (maizena) saya ganti dengan tepung custard. Hasilnya, melt-in-the-mouth pastry! Lembut banget. Selesai dibuat, hangat-hangat langsung habis setengahnya bertiga dengan Abi dan Nadhifa, hihihihiii...

Resep asli bisa dilihat disini.

Pineapple Rolls

Bahan:
250 gram butter (saya pakai butter+margarin)
50 gram gula halus
2 kuning telur
360 gram tepung terigu (saya pakai all purpose/protein sedang)
2 sdm tepung maizena (saya pakai tepung custard)

Selai nanas, bentuk bulat memanjang

Kuning telur, kocok lepas untuk olesan (bisa dicampur dengan 1 sdm susu cair)

Cara membuat:
1. Campur dan ayak terigu dan maizena (saya pakai tepung custard)
2. Kocok buter dan gula halus hingga lembut. Masukkan kuning telur satu persatu, kocok rata.
3. Masukkan campuran terigu. Aduk hingga tercampur rata dan bisa dipulung.
4. Masukkan secukupnya ke dalam press mould, tekan hingga adonan keluar sepanjang kurang lebih 5 cm. Letakkan selai nanas pada satu sisinya, gulung dan potong bagian berlebihnya.
5. Tata dalam loyang, olesi dengan kuning telur. Panggang dengan suhu 150'C hingga kuning kecoklatan.

Note: Klo susah mencari press mould-nya, bisa bikin pineapple rolls ini pakai rolling pin yang bermotif garis-garis (biasanya berbahan plastik). Tipiskan adonan dengan rolling pin polos, kemudian bentuk pola bergaris dengan menggunakan rolling pin bermotif. Balikkan pada kertas roti sehingga bagian yang bermotif berada di bawah. Potong-potong sesuai kebutuhan (misal 2x5 cm), letakkan selai nanas dan gulung. Beres! ^_^

BUFFALO CHICKEN WINGS



Suka banget sama masakan ayam yang satu ini. Klo makan suka gak terasa, tau2 habis banyak, hihihihiiii... Kadang gak dimakan pake nasi lagi, tapi digadoin begitu aja, hmmm... Uenakkkk...
Dulu klo bikin bumbunya suka pakai saus tiram dan kecap inggris. Nah skarang nyobain resep ala Teh Ike Hermawan, gara-gara beberapa hari yang lalu ditag fotonya sama Teh Diah Raki. Jadi pengen nyobain deh bikin yang ala Teh Ike. Wowwww, resepnya simple banget, bumbu minimalis, tapi rasanya udah kayak makan chicken wings ala resto deh! Ga percaya? Cobain bikin deh yuuukkk.... Anak-anak juga pasti suka dengan rasanya yang asem manis.
Pernah makan chicken wings kemasan yg beku siap goreng di rumah? Ahhhh, jauuuuhhhh rasanya sama chicken wings homemade seperti ini. Rasanya lebih enak yang homemade, trust me!

Resep asli bisa dilihat di blognya Teh Ike Hermawan, klik disini.

Resep yang aku tulis di bawah sudah aku modifikasi sedikit, disesuaikan sama bumbu yang tersedia di rumah. Nuhun ya Teh Ike buat resepnya da Teh Diah buat inspirasinya ^_^
Makannya balapan nih diriku dengan suami dan Nadhifa hahahaaa.. :D

Buffalo Chicken Wings
by Ike Hermawan, modified by Ricke

Bahan:
500 gram sayap ayam

Bumbu perendam:
1/2 buah jeruk nipis, peras airnya
1 siung bawang putih, haluskan
1/2 cm jahe, haluskan
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk

Minyak goreng untuk mengoreng ayam

Saus siram:
1 siung bawang putih, cincang halus
8 sdm saus tomat
2 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
2 sdt gula pasir
3 sdm butter/margarin untuk menumis

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan jeruk nipis, beri bumbu perendam. Diamkan selama 1 jam agar bumbu meresap (lebih bagus disimpan dalam lemari es). Goreng sayap ayam hingga kecoklatan. Angkat tiriskan. Sisihkan.

2. Panaskan butter/margarin. Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan saus tomat dan kecap manis. Aduk rata. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi rasanya. Bila sudah pas matikan api. Masukkan sayap ayam goreng, aduk cepat hingga merata. Angkat dan sajikan.

Gampang kan? ^_^

Kamis, 07 Oktober 2010

SPECIAL MACARONI SCHOTEL - MY WAY



Macaroni Schotel, sudah kenal dengan makanan yang satu ini dari sejak jamannya masih sekolah, dulu aku menyebutnya ‘skotel’, dan membuatnya pun bukan dari macaroni, tapi dari mie instan (namanya jadi noodle schotel donk?! Hehehee…). Dimakan dengan saus sambal botolan, bisa habis berpotong-potong deh. Setelah menikah dan tau resepnya, sudah sering juga bikin yang namanya macaroni schotel, baik untuk konsumsi sendiri, pesanan, untuk pengajian, dll.

Hmmm… setiap bikin suatu makanan, apalagi yang menurutku gak biasa atau mungkin banyak yang belum tau (gak berlaku buat yang pintar masak ya, hehehee…), pasti aku pengen tau tentang asal usul makanan tersebut. Walaupun wawasan yang aku punya di bidang kuliner masih sangat sedikit. However, tentang macaroni schotel ini, makanan ini sepertinya cukup populer di Indonesia ya, tapi belum tau juga sebenarnya kuliner khas dari mana. Macaroni sendiri adalah salah satu jenis pasta khas Italia, tetapi kata ‘schotel’ sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya ‘piring’ atau ‘dish’ in English. Jadi macaroni shotel bisa diartikan macaroni yang disajikan dalam piring/pinggan. Di Italia maupun di Belanda kayaknya malah makanan ini tidak populer, terutama yang bentuk dan resepnya seperti yang umum digunakan di Indonesia. Ada juga western food seperti di Amerika namanya ‘Macaroni and Cheese’, tetapi bedanya klo macaroni and cheese ini tidak padat seperti macaroni schotel, tetapi lembut dan makannya harus disendoki, tidak bisa dipotong-potong seperti macaroni schotel.

Ya sudahlah, yang penting macaroni schotel ini makanan yang enak, hehehee… Cara bikinnya macam-macam, dari yang simple cuma campur dan aduk-aduk aja trus dipanggang (seperti yang dulu sering aku bikin waktu masih baru belajar masak), ada juga yang dikukus dulu baru dipanggang, ada juga yang dimasak dulu di atas kompor baru dipanggang, ada juga yang diberi topping saus béchamel (saus putih). Nah, yang aku posting kali ini lebih special dari yang dulu… Aku menggunakan saus daging seperti yang dipakai pada resep lasagna. Karena adonan macaroninya sudah dibuat ngeju dan agak creamy, plus dikasih topping keju yang banyak jadi aku tidak pakai lagi saus béchamel. Rasanya? Endang bambang gulindang, hohohohooo… Maknyusun deliciousun! Hahahaaa… Bahasane ngawur! :D Gak percaya? Please do try this at home ^o^


(Ini kemarin panas-panas baru keluar oven sudah dipotong jadi masih agak lembek, tapi hubby malah lebih suka yang masih lembek begini, hehehee...)

Special Macaroni Schotel
By Bunda Nadhifa

Bahan:
200 gram macaroni elbow, rebus sampai aldente (3/4 matang), tiriskan, sisihkan
150 gram daging giling (bisa diganti kornet beef)
4 lembar smoked beef/daging beef burger/sosis sapi, potong kecil-kecil
½ buah wortel ukuran besar (klo kecil pakai 1 buah), parut kasar atau potong kecil-kecil
100 gram jamur kancing (champignon) kalengan, cincang kasar
½ butir bawang Bombay, cincang kasar
2 siung bawang putih, cincang halus
2 sdm terigu
400 ml susu cair
150 gram keju cheddar parut (klo mau lebih nendang bisa dicampur dengan keju parmesan)
4 butir telur, kocok lepas
1-2 sdt garam (sesuai selera)
1 sdt kaldu bubuk
¼ sdt pala bubuk (bila suka)
½ sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
2 sdm marganine untuk menumis

Saus daging (meat sauce):
2 sdm minyak goreng/margarine untuk menumis
1 siung bawang putih, cincang halus
½ butir bawang bombay
150-200 gram daging sapi giling
4 buah tomat merah, kupas, cincang (aku diblender kasar pakai chopper)
8 sdm saus tomat
100 ml air
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
1/2 sdt oregano kering
1/2 sdt basil kering

Topping:
Smoked beef, iris memanjang (optional)
Keju cheddar parut
Keju mozzarela/quickmelt parut (optional)
Oregano kering, sedikit aja untuk taburan

Cara membuat:
1. Panaskan margarine, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan bawang bombay, tumis hingga layu. Masukkan daging giling/kornet. Aduk-aduk hingga berubah warna. Masukkan jamur dan wortel, tumis sebentar.
2. Tambahkan terigu. Aduk rata. Masukkan susu cair sambil terus diaduk hingga mengental. Masukkan keju cheddar parut. Aduk rata. Masukkan smoked beef/daging beef burger/sosis. Aduk rata. Beri garam, kaldu bubuk, merica bubuk, pala bubuk dan gula pasir. Aduk rata dan cicipi. Masukkan macaroni rebus, aduk rata. Matikan api. Angkat.
3. Masukkan kocokan telur sedikit demi sedikit dan aduk sampai rata. Tuang di pinggan tahan panas yang telah diolesi margarine atau bisa juga di cup kecil untuk personal serving. Tuang hingga hampir penuh dan ratakan permukaannya, sisakan space untuk saus daging dan topping.

Saus daging:
Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu. Masukkan daging cincang, aduk sampai berubah warna. Tambahkan tomat, saus tomat dan air, didihkan. Bubuhi garam, merica bubuk, oregano, basil dan gula pasir. Masak dengan api kecil hingga mengental. Angkat.

Penyelesaian:
Tuang saus daging di atas adonan macaroni hingga penuh, ratakan permukaannya. Beri smoked beef dan keju cheddar parut. Panggang dalam oven dengan suhu 180’C atau api sedang (gunakan api bawah saja) selama 35-40 menit sampai matang dan keju cheddar kering. Terakhir beri taburan keju mozzarella/quickmelt dan taburi sedikit oregano kering, panggang lagi sebentar cukup sampai keju meleleh. Diamkan hingga agak hangat, baru dipotong-potong. Klo masih panas-panas keluar dari oven masih agak lembek untuk dipotong.

Tips:
- Saat merebus macaroni, beri sedikit minyak goreng agar macaroni tidak lengket saat ditiriskan. Rebus macaroni cukup sampai ¾ matang (atau klo orang Italia bilang ‘aldente’), karena macaroni akan mengalami proses pemasakan lebih lanjut saat dipanggang, jika direbus sampai benar-benar empuk nanti hasilnya akan mekar banget dan mblenyerrr… Halah! Boso opo itu mblenyer, heheheee..
- Klo mau hasilnya lebih creamy dan makannya disendoki, jumlah susu cair dan terigunya bisa ditambah. Silahkan pilih suka yang mana. Aku sih suka dua-duanya, tergantung mood mau bikin yang mana, hehehee…
- Untuk isi dan topping ga usah berpatokan pada resep, pakai saja yang memang mudah didapat di rumah. Seperti oregano, basil dan mozzarella klo ga ada ya diskip aja, ga usah dijadikan alasan buat males mencoba.
- Masih males juga alias ga mau repot? Buat yang dekat di daerah Serang boleh deh pesan aja ke Ordinary Kitchen, heheheee… Bergengsi lho buat acara-acara seperti rapat, arisan, syukuran, dll. Don’t feel hesitate to call me ya! ^_^

Selasa, 05 Oktober 2010

KLAPPERTAART



Klappertaart (Indonesian Coconut Pudding/Cake), adalah dessert khas Manado yang merupakan salah satu kuliner warisan Belanda. Klappertaart sendiri bisa diartikan kue kelapa. Ada 2 macam klappertaart, yang versi lunak (seperti vla custard/pudding lembut) dan ada juga yang versi potong (agak padat dan biasanya menggunakan roti tawar sebagai bahan pengisi agar lebih kokoh saat dipotong).

Metode pembuatannya juga ada 2 macam, baked dan unbaked. Yang versi baked klappertaart dipanggang dengan cara au bain marie di dalam oven dan biasanya menggunakan topping meringue (putih telur yg dikocok kaku), kalau yang versi unbaked semua bahan dimatangkan diatas api (kompor) kemudian didinginkan dan dibekukan dalam kulkas seperti membuat pudding. Menurutku teksturnya sama saja lembutnya karena yang dipanggang pun dengan cara au bain marie (steam bake) jadi tetap lembut hasilnya.

Klappertaart yang aku posting kali ini yang menggunakan metode unbaked, jadi tanpa dipanggang alias need no oven. Resepnya hasil utak atik dari resep Wilton, Teh Uceu dan Hanna’s Klappertaart, heheheee… Maklum amatiran jadinya cuma bisa modifikasi doank, xixixixixiiiii… Resepnya adaptasi dari Wilton dan Teh Uceu, cara membuatnya adaptasi dari Hanna’s Klappertaart yang menggunakan metode unbaked. Yang pasti sebagai Muslim aku ga pake rhum/pasta rhum/essence rhum yang menurut fatwa MUI tetap haram bagi Muslim (silahkan baca infonya disini)

Bikinnya gampang, tapi harus telaten saat mengaduk di atas api, harus continue dan api kecil. Pengadukan searah jangan bolak balik dan juga diaduk sampai ke dasarnya agar tidak mengerak dan menggumpal di bagian bawah. Pengadukan yang tidak sempurna akan mengakibatkan adonan menjadi bergerindil kasar.

Bahan:
750 ml susu cair (fresh milk)
150-200 gram gula pasir (tergantung kadar kemanisan yang disuka)
250 ml fresh cream/whip cream cair (atau bisa dibuat dari whip cream bubuk dicampur dengan air takaran sesuai instruksi pada kemasan)
125 gram tepung maizena
75 gram terigu protein sedang (all purpose)
150 gram butter/margarine
6 butir kuning telur, kocok lepas
5 butir kelapa muda, dikeruk (pilih yang berdaging putih tapi masih lunak) ~ bisa ditambah/dikurangi sesuai keperluan, lebih banyak kelapa mudanya lebih asyik ;)
½ sdt essence vanilla
Topping (Original):
Kenari, panggang dan cincang atau iris memanjang
Kismis, potong 2, rendam air panas sebentar, peras dan tiriskan
Kayu manis bubuk

Cara membuat:
1. Campur fresh cream/whip cream cair, tepung maizena, tepung terigu dan telur. Aduk rata hingga lembut dan tercampur rata tidak bergerindil. Sisihkan.
2. Panaskan susu cair dan gula pasir, aduk hingga gula pasir larut dan susu mendidih (gunakan api kecil saja dan aduk terus agar susu tidak pecah). Masukkan campuran fresh cream/whip cream ke dalam susu. Aduk dengan cepat sampai rata dan halus sampai mengental. Aduk terus perlahan dan continue sampai adonan panas dan meletup-letup. Matikan api.
3. Panas-panas, masukkan butter/margarine, aduk rata hingga seluruh butter/margarine larut. Masukkan kelapa muda. Aduk rata. Masukkan essence vanilla. Aduk rata.
4. Tuang ke dalam pinggan kaca atau cup alumunium. Dinginkan hingga uap panasnya hilang, beri topping (kismis, kenari dan kayu manis bubuk) dan dinginkan dalam lemari es/kulkas. Siap disajikan dingin lebih nikmat.

Jika ingin menggunakan topping putih telur (dipanggang au bain marie):
6 putih telur
¼ sdt garam
1 sdt air jeruk lemon/nipis (membantu untuk menstabilkan kocokan putih telur, diskip juga boleh)
4 sdm gula pasir
2 sdm terigu

Cara membuat:
1. Kocok putih telur, garam dan air jeruk nipis sampai berbusa (setengah mengembang), masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai kaku. Masukkan terigu. Aduk rata perlahan dengan spatula. Masukkan ke dalam kantong segitiga (piping bag).
2. Semprotkan ke atas adonan klappertaart sampai cukup tinggi (tidak apa-apa sampai lebih tinggi dari permukaan pinggan atau cup alumuniumnya karena putih telurnya akan sedikit turun jika sudah keluar oven). Beri kismis, kenari dan kayu manis bubuk. Panggang dengan cara au bain marie sampai topping berwarna kuning kecoklatan.

* Jika ingin menggunakan tepung custard, tambahkan sebanyak 50 gram. Kurangi jumlah terigunya menjadi 50 gram dan maizenanya menjadi 50 gram juga (seperti resep Klappertaart Wilton)

Jenis klappertaart ini adalah klappertaart pudding yang makannya harus disendoki, buka dipotong-potong. Skarang sudah banyak variasi klappertaart, ada keju, blueberry, durian, tiramisu, dll. Tinggal qta kreasikan saja.

Alhamdulillah menggunakan resep ini juga kemarin aku membuat Pudding Talas Kelapa Muda (menggunakan olahan Talas Beneng~talas lokal dari Pandeglang). Khusus untuk yang pakai talas ini namanya dibuat bukan klappertaart agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat disini. Penggunaan terigu aku hilangkan dan tepung maizenanya ditambah, juga ditambahkan talas kukus yang sudah dihaluskan. Hasilnya diuji cita rasa dan ditampilkan di acara Festival Pangan Lokal, Banten Expo 2010. Dari sekilas hasil data yang aku baca dari pangunjung, rata-rata bilang ENAK. Hanya saja ada juga pengunjung yang tidak suka aroma kayu manis (kayak bau obat katanya, hihihihiii…). Ada juga yang bilang aneh karena belum pernah tau dan belum pernah makan klappertaart, hehehee… Selain yang original kemarin juga buat yang keju (ditambahkan keju parut ke dalam adonannya dan menggunakan topping keju).

Yang pasti seru karena banyak yang minta kartu nama, padahal aku ga bawa kartu nama Ordinary Kitchen, ya sudah aku kasih nomor hape saja. Terus ada juga yang langsung tanya-tanya resep, sampai ada seorang ibu (maaf aku lupa namanya) dari perhotelan meminta aku bersedia sewaktu-waktu diminta untuk memberikan simulasi pembuatan klappertaart sebagai dessert kelas hotel , waaahhhhh…

Klappertaartnya juga dicicipi oleh Ibu Gubernur Banten, dibawa ke kediaman beliau oleh Bu Eneng (Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah) dan malamnya dapat sms dari Bu Eneng kalau Ibu Gubernur memuji dan bilang enak sampai tanya siapa yang bikin. Alhamdulillah, merasa bersyukur sekali dan pengalaman yang sungguh menyenangkan! ^_^

Senin, 04 Oktober 2010

SUPER FUDGY BROWNIES (AGAIN)



Waktu hari Sabtu kemarin dapat sample chocolate crispy balls dari Elmer. Dan juga di rumah masih ada sisa kenari cincang sisa bikin pesanan klappertaart. Ya sudah dibikin topping brownies aja deh. Jadilah hari ini, saat cuaca mendung dan hujan turun aku ngemil brownies, hehehehee...

Permukaannya ada sedikit crack, gara-gara pas brownies sudah masuk oven aku tinggal masak buat makan lunch. Ga taunya suhu oven naik sampe 200'C, jadinya adonan naik dan menggembung dan setelah setengah waktu pemanggangan jadi crack deh. Yah, ga masalah lah, lha buat dipotong-potong dan dimakan sendiri ini, klo buat jualan ya selain rasa penampilan juga harus bagus donk, hehehee... ^_^

Browniesnya jadi ada sensasi kriuk-kriuk pas digigit, karena taburan chocolate crispy balls dan kenari cincangnya. Teuteup bagian dalamnya legit dan basah plus nyoklat bangedh! Super fudgy brownies gitu lho... ;)

UDANG GORENG TELUR ASIN



Di freezer ternyata masih ada udang setengah kilo. Kayaknya emang aku sering punya stok udah deh, yah secara aku dan suami penggemar udang, hehehee... Makanya jangan bosen yah klo aku sering posting udang lagi, udang lagi, heuheuheuuu...
Nah kebetulan pas belanja di tukang sayur si mamang bawa telur asin, langsung deh 'trink!' kepikiran bikin udang goreng telur asin aja. Coz aku ga akan beli telur asin klo buat dimakan begitu aja, ga suka telur asin ^_^

Yang udah sering makan di resto seafood mungkin udah ga asing lagi sama masakan ini ya. Skarang di resto seafood banyak olahan seafood yg menggunakan telur asin seperti udang goreng telur asin, kepiting bumbu telur asin, dll. Bikinnya gampang kok, bumbunya simple dan ga pake lama. Resep diadaptasi dari dapurnya Cik Ine, tapi aku modifikasi sedikit. Yuk dicoba...

Bahan:
500 gram udang, kupas kulitnya, buang kepalanya dan sisakan ekornya (pilih udang ukuran sedang/besar)
2 sdt air jeruk nipis/lemon
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
6 sdm tepung maizena
3 butir kuning telur asin, haluskan
50 ml air panas
1/4 sdt kaldu bubuk
3 siung bawang putih, cincang halus
1/4 sdt gula pasir
1 batang daun bawang, iris halus
Minyak goreng
2 sdm margarin

Cara membuat:
1. Lumuri udang dengan air jeruk nipis, garam dan merica bubuk. Diamkan sekitar 15 menit. Taburkan maizena dan balut sampai rata. Goreng udang dengan minyak yang banyak hingga matang dan tepung kering. Angkat. Sisihkan.
2. Larutkan kaldu bubuk dalam air panas. Sisihkan.
3. Panaskan margarin, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan kuning telur asin, aduk rata.
4. Masukkan air kaldu dan gula pasir. Masak hingga mendidih. Masukkan daun bawang. Aduk rata sebentar. Masukkan udang goreng. Aduk cepat sampai udang terbalut rata. Matikan api. Angkat. Sajikan panas.